DPR RI Ketok Palu, RUU Kepariwisataan Disahkan Jadi Undang-Undang

DPR RI Ketok Palu, RUU Kepariwisataan Disahkan Jadi Undang-Undang

Penulis: Admin

Diterbitkan pada: Jumat, 3 Oktober 2025 | 16:36 WIB

Jakarta, 2 Oktober 2025 – Sektor pariwisata Indonesia mendapatkan fondasi hukum yang baru setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam Rapat Paripurna Ke-6 menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan untuk disahkan menjadi Undang-Undang. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, yang menyampaikan pendapat akhir mewakili Presiden, menegaskan bahwa UU Kepariwisataan yang baru ini akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas, inklusif, adaptif, terencana, dan berkelanjutan. Menjawab Tantangan Kualitas dan Keberlanjutan Dalam paparannya di hadapan anggota dewan, Menteri Widiyanti menggarisbawahi sejumlah tantangan krusial yang diharapkan dapat dijawab oleh UU baru ini, antara lain: rendahnya kualitas layanan, kurangnya keterampilan SDM, degradasi lingkungan, tergerusnya budaya lokal, hingga minimnya manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat lokal. "Revisi RUU Kepariwisataan diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. Pariwisata bukan hanya memperkenalkan keindahan alam dan budaya Indonesia ke dunia, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan devisa, dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional," ujar Menteri Pariwisata. Menurutnya, UU ini akan memberikan kepastian hukum, mendorong pembangunan yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan, serta menata arah pembangunan pariwisata yang lebih sistematis. Pengembangan pariwisata wajib menjaga keseimbangan antara pemberdayaan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan peningkatan ekonomi. Paradigma Baru: Ekosistem Kepariwisataan dan Peran Lokal RUU ini memperkenalkan paradigma baru, yaitu Ekosistem Kepariwisataan, yang bertujuan untuk memastikan pengelolaan pariwisata yang lebih holistik dan terintegrasi. Substansi penting dalam UU ini mencakup: Peningkatan Kualitas SDM: Melalui pendidikan formal dan informal serta penanaman kesadaran sadar wisata sejak dini. Penguatan Peran Lokal: Perencanaan pembangunan pariwisata akan berbasis ekosistem yang memperkuat peran masyarakat lokal melalui desa wisata dan kampung wisata. Pemanfaatan Teknologi: Pengelolaan destinasi dan daya tarik wisata akan didukung oleh pembangunan sarana dan prasarana serta pemanfaatan teknologi informasi. Promosi Global: Penguatan citra pariwisata nasional akan dilakukan melalui promosi berbasis budaya, pemanfaatan diaspora Indonesia, dan kolaborasi lintas kementerian. Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menambahkan bahwa penyusunan RUU ini merekonstruksi landasan filosofis pariwisata nasional. "Jika sebelumnya pariwisata lebih dipandang sebagai pemanfaatan sumber daya, kini pariwisata ditempatkan sebagai instrumen pembangunan peradaban, penguatan identitas nasional, dan perwujudan hak asasi manusia untuk berwisata," jelasnya. Dengan disetujuinya RUU Kepariwisataan secara aklamasi, naskah ini akan segera disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk disahkan. UU ini diharapkan segera berlaku untuk memberikan landasan kerja bagi semua pihak dalam mengembangkan sektor pariwisata nasional. Sumber : Kementerian Pariwisata Republik Indonesia

Rekomendasi

Berita Terkait

Lihat Selengkapnya
Festival Pasir Padi VII 2026 Sukses Digelar, Sukses Dorong Ekonomi dan Pelestarian Budaya

Festival Pasir Padi VII 2026 Sukses Digelar, Sukses Dorong Ekonomi dan Pelestarian Budaya

#asp | 01 Jul 2026

Festival Pasir Padi VII Tahun 2026 resmi menutup rangkaian kegiatannya dengan catatan gemilang, tidak hanya sukses melestarikan tradisi budaya lokal, tetapi juga berhasil menggerakkan roda ekonomi kreatif di Kota Pangkalpinang. <p> <br></p> <div style="font-family: 'Segoe UI', Arial, sans-serif; line-height: 1.6; color: #333; max-width: 1280px; margin: auto; padding: 20px; border: 1px solid #e0e0e0; border-radius: 10px; background-color: #f9f9f9;"> <header style="border-bottom: 3px solid #0056b3; padding-bottom: 15px; margin-bottom: 20px;"> <p style="font-size: 14px; color: #666; margin-top: 10px;"><b>PANGKALPINANG</b> – Festival Pasir Padi VII Tahun 2026 resmi berakhir dengan sukses dan lancar.</p> </header> <section> <p>Event yang mengusung tema <b>"Event Kolaborasi: Harmoni Pesisir Bangka 'Wave of Togetherness'"</b> ini berlangsung meriah selama tiga hari, mulai tanggal 19 hingga 21 Juni 2026 di Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang.</p> <p>Festival ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara pemerintah, komunitas budaya, pelaku pariwisata, dunia usaha, hingga masyarakat luas untuk mempromosikan Pantai Pasir Padi sebagai destinasi wisata unggulan. Sepanjang perhelatan, diperkirakan sebanyak 11.307 pengunjung hadir untuk menikmati berbagai rangkaian acara, mulai dari tradisi budaya Peh Cun, festival barongsai, hingga pentas seni budaya.</p> </section> <section style="background-color: #ffffff; padding: 15px; border-left: 5px solid #28a745; margin: 20px 0; border-radius: 4px;"> <h2 style="color: #28a745; margin-top: 0; font-size: 20px;">Dampak Ekonomi dan Partisipasi Masyarakat</h2> <p>Selain sukses sebagai ajang hiburan dan pelestarian tradisi, festival ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Sebanyak 52 UMKM yang terlibat dalam bazar ekonomi kreatif mencatatkan nilai transaksi fantastis mencapai <b>Rp. 351.750.000,-</b></p> <p>Kesuksesan ini juga didukung oleh tingginya partisipasi berbagai elemen. Tercatat sebanyak 7.197 orang terlibat sebagai pendukung acara, termasuk 5.000 peserta <i>Color Run</i>, ratusan anggota komunitas seni, budaya, barongsai, hingga para pedagang kaki lima.</p> </section> <section> <h2 style="color: #0056b3; font-size: 20px;">Apresiasi bagi Seluruh Stakeholder</h2> <p>Panitia Pelaksana Festival Pasir Padi VII menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini. Kesuksesan ini merupakan buah kerja keras dan sinergi dari berbagai pihak:</p> <ul style="list-style-type: square; padding-left: 20px;"> <li style="margin-bottom: 10px;"><b>Pemerintah & Instansi:</b> Pemerintah Kota Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta dinas-dinas terkait (Dispar, Disperindag, Dishub, Diknas, Satpol PP, dll) yang bahu-membahu dalam teknis dan keamanan.</li> <li style="margin-bottom: 10px;"><b>Mitra & Sponsor:</b> Dukungan luar biasa dari Bank Indonesia, PT Timah Tbk, Bank Sumsel Babel, Maxim, Telkomsel, Depati Amir Airport, BPJS Ketenagakerjaan, serta berbagai pelaku usaha kuliner dan mitra lainnya.</li> <li><b>Komunitas & Kreator:</b> FOBI, Dekranasda Kota Pangkalpinang, Josa Entertainment, Lima Punggawa Nusantara (Paspamer), serta seluruh komunitas budaya, musisi lokal, <i>influencer</i>, dan relawan.</li> </ul> </section> <blockquote style="font-style: italic; background: #eef6ff; padding: 15px; border-radius: 5px; border-left: 5px solid #0056b3; margin: 20px 0;"> "Keberhasilan penyelenggaraan Festival Pasir Padi VII Tahun 2026 adalah hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat. Terima kasih kepada seluruh stakeholder, masyarakat, dan media massa yang telah mendukung penuh kegiatan ini," ujar pihak Panitia Pelaksana. </blockquote> <footer style="margin-top: 20px; font-size: 14px; color: #555;"> <p>Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas festival di tahun-tahun mendatang, memperluas promosi ke tingkat nasional, serta memperkuat kolaborasi demi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Pangkalpinang.</p> </footer> </div>

Pemilihan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang 2025 Resmi Dibuka, Cari Duta Wisata Berwawasan Luas!

Pemilihan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang 2025 Resmi Dibuka, Cari Duta Wisata Berwawasan Luas!

#cpz | 10 Jun 2026

Pangkalpinang, – Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang (DISPAR) bekerja sama dengan Ikatan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang (IBUDY) secara resmi membuka pendaftaran untuk ajang bergengsi Pemilihan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang 2025. Ajang ini bertujuan mencari putra-putri terbaik daerah yang siap menjadi duta pariwisata, kebudayaan, dan ikon bagi generasi muda Pangkalpinang. Linimasa dan Tahapan Penting Proses pemilihan akan dilaksanakan secara maraton sepanjang November dan Desember 2025, dengan rincian jadwal sebagai berikut: Tahapan Tanggal Pelaksanaan Periode Pendaftaran 1 November – 27 November 2025 Seleksi 1 Desember – 2 Desember 2025 Karantina 17 Desember – 19 Desember 2025 Malam Final 20 Desember 2025 Syarat dan Ketentuan Peserta Panitia telah menetapkan beberapa persyaratan ketat untuk memastikan kualitas calon Bujang dan Dayang: Warga negara Indonesia berdomisili di Kota Pangkalpinang. Berusia 16 hingga 25 Tahun dan belum menikah. Tinggi badan minimum Bujang 165 cm dan Dayang 160 cm. Sehat jasmani dan rohani serta bebas dari obat-obatan terlarang. Memiliki pengetahuan umum dan berwawasan luas tentang pariwisata, kebudayaan, serta isu-isu terkini. Mampu berkomunikasi dengan baik dalam Bahasa Indonesia. Tata Cara Pendaftaran Pendaftaran dapat dilakukan secara daring maupun luring dengan kelengkapan berkas sebagai berikut: Mengisi Formulir Pendaftaran yang dapat diunduh melalui bit.ly/FormulirBDPKP25. Membayar biaya registrasi sebesar Rp 100.000,- melalui transfer ke Rekening BRI 219301005521537 atas nama Ikatan Bujang Dayang Pangkalpinang. Melengkapi berkas administrasi seperti: Fotokopi KTP/Kartu Pelajar (1 lembar), Foto Fullbody ukuran 4R tampak depan, Surat Keterangan Sehat, dan Fotokopi piagam penghargaan (bila ada). Pendaftaran dan penyerahan berkas dapat dilakukan melalui link pendaftaran bit.ly/budaypkp2025 atau langsung ke Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang. Peluang Sponsorship Dalam kesempatan ini, IBUDY juga membuka peluang kerjasama seluas-luasnya dengan perusahaan dan media melalui program Sponsorship & Media Partner. Pihak yang tertarik dapat menghubungi: Bujang Virgi: +62 811-7177-096 Bujang Dimas: +62 812-7825-2543 Ajang Pemilihan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang 2025 diharapkan melahirkan duta-duta terbaik yang mampu membawa nama harum Kota Pangkalpinang di kancah yang lebih luas.

Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekonomi Kreatif 2025, Padukan E-Sports, Musik, dan Kearifan Lokal!

Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekonomi Kreatif 2025, Padukan E-Sports, Musik, dan Kearifan Lokal!

#asp | 10 Jun 2026

Pangkalpinang, – Kota Pangkalpinang siap menjadi pusat kreativitas dengan digelarnya Festival Gema Ekonomi Kreatif Pangkalpinang 2025. Diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, festival ini menyatukan berbagai subsektor ekraf, mulai dari e-sports hingga seni tradisi dan kriya, selama empat hari penuh. Festival akan berlangsung dari 5 hingga 8 November 2025 di dua lokasi utama: Wilhelmina Park (Taman Sari) dan MCD Pangkalpinang, mengusung tema “Dari Pangkalpinang untuk Indonesia Kreatif”. 🎤 Musik, Seni, dan Pertunjukan Utama Panggung utama festival akan dimeriahkan oleh bintang tamu spesial dan penampilan seni budaya lokal yang membanggakan: Bintang Tamu: Penampilan spesial dari Antaratika Band dan berbagai grup musik lainnya. Kearifan Lokal: Pertunjukan kolosal dari Sanggar Setampa yang memadukan tarian, musik, dan drama, memamerkan kekayaan budaya Bangka Belitung. Festival Band: Kompetisi musik untuk kategori Pelajar & Mahasiswa yang akan berlangsung pada 7-8 November, memperebutkan hadiah total jutaan rupiah, trophy, dan sertifikat. ☕ Pasar Kreatif dan Kuliner (7-8 November) Wilhelmina Park akan disulap menjadi pasar kreatif yang ramai dengan fokus pada: Bazar Pelaku Ekonomi Kreatif: Menampilkan produk dari berbagai subsektor ekraf, seperti fashion, kriya, kuliner, desain, dan lainnya. Coffe Street Market: Ajang eksplorasi kopi, tempat para pelaku usaha kopi gerobak Pangkalpinang dapat memamerkan dan menjual racikan kopi favorit mereka. Market Lainnya: Terdapat pula Coffee Market, Culinary Market, dan Craft & Fashion Market. 🎮 Ajang Kompetisi E-Sports Sektor game dan e-sports juga menjadi sorotan utama dengan diselenggarakannya Mobile Legends Tournament di MCD Pangkalpinang pada 6-7 November 2025. Turnamen ini menyediakan 32 slot terbatas dan memperebutkan hadiah Jutaan Rupiah, Trophy, dan Sertifikat. 🎨 Workshop Kreatif Bagi yang ingin mengasah keterampilan, tersedia beberapa workshop menarik: Workshop Membuat Gelang Estetik: Bersama O’Bross Collection, diadakan pada 8 November 2025 di Taman Sari. Biaya partisipasi Rp 45.000,- (Umum). Workshop 3SHECSA Decoupage Art: Bersama Galeri Shesca, yang berlangsung pada 7-8 November 2025. Peserta dapat membuat dan membawa pulang hasil karyanya, seperti dompet koin atau kipas. Festival ini diharapakan menjadi momentum untuk mempromosikan dan mendukung karya anak negeri, serta menjadi pemicu geliat ekonomi kreatif di Bangka Belitung. Seluruh masyarakat diundang untuk hadir dan merayakan kreativitas tanpa batas.