background

Temukan berbagai berita dan informasi terkini seputar
Kota Pangkalpinang

Cari berita yang kamu inginkan dan jelajahi kabar terbaru dari kota kita.

Kampoeng Tige Oerang, Wisata Tempo Dulu di Pangkalpinang

Kampoeng Tige Oerang, Wisata Tempo Dulu di Pangkalpinang

Admin | 21 Jan 2021

PANGKALPINANG - Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, melalui bidang pemasaran berkolaborasi dengan Babel Review dan H Herry Thalib pemilik Kampoeng Tige Oerang membuat video profil objek wisata kawasan pusaka budaya melayu Tua Tunu untuk mempromosikan Kampoeng Tige Oerang. Kampoeng Tige Oerang di Tua Tunu dicanangkan sebagai destinasi wisata baru di Kota Pangkalpinang. Destinasi wisata melayu yang bernuansakan alam dan terdapat nilai-nilai budaya ini terletak di kawasan Kelekak Taklok Masjid Kayu Tua Tunu, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Pangkalpinang, hanya sekitar 10 kilometer dan dapat ditempuh menggunakan mobil atau motor dalam waktu sekitar 15 menit. Di destinasi wisata Kampoeng Tige Oerang ini memberikan suasana tradisional khas masyarakat Bangka tempo dulu yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada abad ke-19. Di dalamnya terdapat rumah pondok berdinding kayu, atap daun rumbia serta berlantaikan papan, peralatan dapur, perkakas tradisional dan permainan tradisional. Lokasinya yang berada di hutan wisata juga memberikan suasana kebun nanas, pohon karet dan pohon lainnya yang menambah indah serta menjadi objek wisata berbeda yang ada di Kota Pangkalpinang. Selain itu, objek wisata ini tidak dipungut biaya tiket masuk, jadi untuk para wisatawan yang mencari suasana baru dan wisata yang murah, berkunjung ke Kampoeng Tige Oerang merupakan pilihan yang tepat. Semoga dengan kehadiran Kampoeng Tige Oerang ini dapat menjadi daya tarik baru agar Pangkalpinang semakin dilirik oleh wisatawan lokal dan nusantara. Tonton Videonya DISINI>>Wisata Kampoeng Tige Oerang: Disini Ada Kenangan Masa Lalu

Wishnutama Anggarkan Rp 3,8 Triliun Dongkrak Wisata RI

Wishnutama Anggarkan Rp 3,8 Triliun Dongkrak Wisata RI

Admin | 12 Oct 2020

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menganggarkan Rp 3,8 triliun untuk pelbagai program dalam upaya pemulihan ekonomi nasional atau PEN. Anggaran itu akan digunakan untuk hibah daerah, sertifikasi pelaku usaha, stimulus reaktivasi pariwisata, hingga penyedaan fasilitas hotel untuk isolasi mandiri pasien Covid-19. “Perlu upaya serius secara bersama-sama dari semua pihak untuk memulihkan kembali industri pariwisata dengan melalukan terobosan yang mampu memberdayakan semua pelaku industri dengan dukungan dana PEN,” ujar Wishnutama seperti yang dikutip dalam keterangan tertulis, Sabtu, 26 September 2020. Wishnutama menjelaskan, hibah pariwisata diberikan kepada 85 daerah atau kabupaten dan kota yang paling terdampak di sektor pariwisata serta ekonomi kreatif. Hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu daerah meningkatkan penerapan protokol kesehatan sehingga kepercayaan wisatawan terbangun. Adapun daerah yang akan menerima hibah ialah yang tergolong dalam kriteria Kementerian. Misalnya, daerah yang termasuk sepuluh destinasi pariwisata prioritas. Kemudian, ibu kota, destinasi branding, daerah yang termasuk 100 calender of events, dan daerah dengan 15 persen PHPR atau pajak hotel dan pajak restoran.https://78f173590409db76079a5f87b43e2a07.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html Mekanisme pencairan hibah pariwisata akan dilakukan melalui transfer ke daerah. Skema bantuan itu terdiri atas 70 persen untuk usaha hotel dan restoran berdasarkan data realisasi PHPR 2019 dan 30 persen untuk penanganan dampak ekonomi-sosial akibat Covid-19. Sementara itu, stimulus reaktivasi pariwisata akan diberikan dalam bentuk diskon 50 persen paket pelancongan kepada masyarakat. Stimulus ini dikucurkan setelah imunisasi vaksin berjalan. “Kemudian terdapat sertifikasi CHSE secara gratis dengan tujuan untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik di destinasi wisata sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan dan buku panduan dari Kemenparekraf sebagai pedoman penerapan,” ucap Wishnutama. Lebih lanjut, anggaran stimulus juga akan dipakai untuk menyiapkan hotel bintang tiga sebagai tempat isolasi mandiri, termasuk penyediaan fasilitas makan dan minum. Area hotel sebagai titik isolasi mandiri difokuskan di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Bali. Berdasarkan rencana Kementerian, jumlah fasilitas hotel yang disediakan bisa menampung 14 ribu pasien dalam waktu 14 hari karantina hingga periode Desember 2020. Saat ini, Wishnutama memastikan sudah ada 17 hotel yang diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan dengan daya tampung 3.290 kamar. Source : https://bisnis.tempo.co/read/1390351/wishnutama-anggarkan-rp-38-triliun-dongkrak-wisata-ri/full&view=ok

Riset: 90 Persen Wisatawan Domestik Hemat Biaya Liburan Saat Pandemi

Riset: 90 Persen Wisatawan Domestik Hemat Biaya Liburan Saat Pandemi

Admin | 12 Oct 2020

TEMPO.CO, Jakarta - Tak dapat dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan terhadap industri wisata, baik secara global maupun lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari menurunnya jumlah penumpang transportasi dan tingkat hunian hotel. Di Indonesia, hal serupa terjadi. Berdasarkan riset dari Lifepal.co.id, perusahaan pialang asuransi, pengeluaran wisatawan domestik Indonesia untuk transportasi dan akomodasi turun hingga 90 persen per bulan sejak awal pandemi pada Maret hingga Juni 2020. Data menunjukkan jumlah penumpang pesawat di tiga bandara besar, yaitu Bandara Soekarno Hatta, Bandara Ngurah Rai dan Bandara Sultan Hasanudin, mengalami penurunan sejak Februari laku. Puncaknya pada Mei, jumlah penumpang turun hampir 98,6 persen dibandingkan dengan Desember 2019. Kondisi serupa juga tampak pada penumpang kereta api jarak jauh (Jawa dan Sumatera). Jumlah penumpang berkurang drastis hingga 92 persen. Pun dengan jumlah penumpang kapal laut. Jumlahnya turun hingga 98,5 persen, diantaranya di Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok dan Makassar. Sejalan dengan itu, tingkat hunian hotel pun turun. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juni 2020 mencapai rata-rata 19,7 persen atau sudah turun 39,69 poin sejak Desember 2019. Penurunan paling dalam terjadi pada April dengan angka 12,6 persen, turun sebanyak 46,72 poin dibandingkan Desember 2019. Menurut data Statistik Wisatawan Nusantara dari Badan Pusat Statistik tahun 2018, wisatawan domestik menghabiskan rata-rata Rp 959.100 per perjalanan wisata. Dengan memperhitungkan inflasi transportasi dan rekreasi tahunan, diketahui pada 2020 ini, wisatawan domestik menghabiskan rata-rata Rp 980.943 per perjalanan wisata. Dari data tersebut, kata Lifepal, bisa diperoleh kesimpulan bahwa 90 persen wisatawan domestik menghemat pengeluaran transportasi, sedangkan 40 persen menghemat pengeluaran akomodasi. Lebih jauh lagi, data-data itu menujukkan bahwa terjadi pelemahan pada industri pariwisata Indonesia. Source : https://travel.tempo.co/read/1394384/riset-90-persen-wisatawan-domestik-hemat-biaya-liburan-saat-pandemi/full&view=ok

Beragam Cara Dilakukan Jepang Untuk Menghidupkan Kembali Pariwisata

Beragam Cara Dilakukan Jepang Untuk Menghidupkan Kembali Pariwisata

Admin | 12 Oct 2020

TEMPO.CO, Jakarta - Beragam cara dilakukan Jepang untuk menghidupkan kembali pariwisata di negaranya yang terganggu akibat pandemi Covid-19. Lewat program kampanye National To Go, otoritas setempat memberikan subsidi hingga 50 persen untuk transportasi, hotel dan tempat wisata di Jepang. Tak terkecuali untuk menyelamatkan operasional kereta cepat Shinkansen yang lesu. Banyak gambar yang diunggah di media sosial menunjukkan betapa kosongnya kereta super cepat itu. “Ini yang terlihat bahkan setelah mengurangi separuh harga tiket,” tulis seorang pengguna Twitter, yang naik kereta peluru yang dioperasikan oleh East JR. "Setelah meninggalkan stasiun Morioka, kereta itu kosong tanpa mengangkut penumpang". Sayangnya, langkah itu belum berdampak. Banyak pihak yang justru menilai mempromosikan pariwisata justru berpotensi memperluas penyebaran virus. Orang pun lebih suka menggunakan mobil pribadi untuk berpergian karena dinilai lebih aman. "Saya rasa tidak mungkin kembali ke era sebelum ada Covid-19," kata Yoshitaka Watanabe, yang mengelola departemen pemasaran East Japan Railway, salah satu operator kereta cepat seperti dikutip dari livemint. Jumlah penumpang kereta cepat East JR mengalami penurunan sampai 74 persen pada Agustus dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan ini menjalankan kereta cepat di wilayah utara Jepang, seperti Aoita, Morioka, Nagano dan Kanazawa. East JR, yang memulai penawaran tiket murahnya sendiri pada Agustus terlepas dari kampanye Go To, memiliki lebih dari 300.000 reservasi pada 25 September dan menargetkan mencapai 1 juta pada Maret tahun depan. Diskon 50 persen berlaku untuk semua rute kereta peluru. "Dengan diskon besar dan mempertimbangkan biaya tetap perusahaan kereta api yang tinggi, operator kereta cepat akan berjuang untuk kembali ke profitabilitas bahkan setelah pandemi selesai," kata analis Nomura Research Institute, Hiroshige Murayama. East JR memperkirakan kerugian sebesar 418 miliar yen (Rp 41,8 triliun) tahun ini.  LIVEMINT