FESTIVAL KAMPUNG BINTANG SUKSES SEDOT RIBUAN PENGUNJUNG

FESTIVAL KAMPUNG BINTANG SUKSES SEDOT RIBUAN PENGUNJUNG

Penulis: #asp

Diterbitkan pada: Kamis, 11 Juni 2026 | 03:12 WIB

Kemeriahan dan antusiasme masyarakat mewarnai gelaran Festival Kampung Bintang 2026 yang sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung selama tiga hari berturut-turut.
ENGLISH

PANGKALPINANG – The Festival of Kampung Bintang 2026 was successfully held over three days in Kampung Bintang, Pangkalpinang, attracting thousands of visitors and showcasing the area’s cultural richness, community spirit, and creative economic potential. The festival brought together communities, local businesses, cultural groups, government representatives, religious leaders, and other stakeholders in a celebration that promoted local culture while strengthening community-based tourism and the regional creative economy.

From the first day of the event, thousands of visitors from Pangkalpinang and surrounding areas attended the festival. The strong public response demonstrated the growing interest in community-based tourism and locally rooted cultural events.

The festival was further strengthened by the attendance of the Governor of the Bangka Belitung Islands, who was accompanied by the Mayor and Deputy Mayor of Pangkalpinang. Members of the Provincial and City Forkopimda also attended and expressed their support for the event. The presence of regional leaders and key stakeholders reaffirmed the importance of collaborative efforts in developing tourism and strengthening the local economy through community-based cultural activities.

100 SMEs Participate in Festival, Promoting Local Products

A key feature of the Festival of Kampung Bintang 2026 was the participation of 100 small and medium-sized enterprises (SMEs) from Pangkalpinang and surrounding areas. The SME exhibition area attracted considerable public attention, offering visitors an opportunity to explore a wide range of local culinary products, traditional foods, handicrafts, and other creative products produced by local entrepreneurs. The event also highlighted the important role of cultural and tourism activities in supporting local economic recovery and creating new opportunities for communities and small businesses.

Strong Collaboration Supports the Success of the Festival

The successful implementation of the Festival of Kampung Bintang 2026 was made possible through strong coordination and collaboration among the organising committee, the government, community leaders, religious leaders, security personnel, local businesses, and the wider community. The festival was carried out in a safe, orderly, and conducive atmosphere, reflecting the commitment of all stakeholders to ensuring that the event could be enjoyed by residents and visitors alike.

The Pangkalpinang City Tourism Office expressed its appreciation to all parties who contributed to the successful implementation of the festival.

“We are immensely proud of the success of this year’s Festival of Kampung Bintang. This achievement reflects the strong spirit of cooperation, commitment, and shared responsibility demonstrated by all stakeholders. We would like to express our sincere appreciation to the religious leaders, community leaders of Kampung Bintang, the organising committee, security personnel, participating SMEs, and the entire community for their support in maintaining a safe, orderly, and conducive atmosphere throughout the event,” said a representative of the Pangkalpinang City Tourism Office in the festival’s closing remarks.

Culture as a Means of Strengthening Unity

In addition to providing entertainment and economic opportunities, the Festival of Kampung Bintang 2026 served as an important platform for strengthening social cohesion, community solidarity, and cultural harmony. The active involvement and support of religious and community leaders reflected the values of tolerance, mutual respect, cooperation, and togetherness that continue to serve as important foundations of community life in Kampung Bintang.

With the successful conclusion of this year’s festival, the community and stakeholders expressed their hope that the Festival of Kampung Bintang can continue to be developed as an annual event with an increasingly wider reach and stronger impact. The festival is not merely a celebration of culture and community. It represents a collaborative effort to promote local identity, empower SMEs, strengthen the creative economy, and develop community-based tourism in Pangkalpinang. (alv)

INDONESIA

PANGKALPINANG – Suasana meriah menyelimuti kawasan Kampung Bintang selama tiga hari terakhir. Festival Kampung Bintang 2026 yang dinanti-nantikan masyarakat sukses digelar dengan megah, mengubah wajah kawasan tersebut menjadi pusat perayaan budaya dan kebangkitan ekonomi kreatif di Kota Pangkalpinang.

Sejak hari pertama pembukaan, antusiasme warga tidak terbendung. Ribuan pengunjung dari Kota Pangkalpinang dan kabupaten sekitarnya memadati area festival, menciptakan pemandangan yang menunjukkan betapa kuatnya daya tarik wisata berbasis komunitas ini.

Kemegahan acara ini semakin terasa istimewa dengan kehadiran tokoh-tokoh penting daerah. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung hadir langsung untuk menyaksikan perhelatan budaya ini, didampingi oleh Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang. Tak ketinggalan, jajaran Forkopimda Provinsi dan Kota turut hadir memberikan dukungan penuh, menandakan bahwa event ini merupakan agenda strategis bagi kemajuan pariwisata daerah.

Pesta UMKM: Geliat Ekonomi di Jantung Kota

Salah satu magnet utama festival ini adalah kehadiran 100 UMKM pilihan dari Pangkalpinang dan sekitarnya. Mulai dari kuliner khas Bangka yang menggugah selera hingga produk kerajinan tangan kreatif, seluruh stan nampak ramai dikunjungi pembeli. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Festival Kampung Bintang berhasil menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal pasca-pandemi.

Sinergi dan Harmoni yang Luar Biasa

Kesuksesan besar ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antara panitia pelaksana dengan berbagai pihak. Pelaksanaan acara yang berjalan tertib, aman, dan lancar mendapat apresiasi tinggi dari berbagai kalangan.

Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang secara khusus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen yang telah bahu-membahu menyukseskan acara ini.

“Kami sangat bangga dengan capaian Festival Kampung Bintang tahun ini. Kesuksesan ini adalah milik kita bersama. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Kampung Bintang, seluruh panitia, serta aparat keamanan yang telah menjaga kondusivitas selama acara berlangsung,” ungkap perwakilan Dinas Pariwisata dalam sambutan penutupnya.

Simbol Persatuan Masyarakat

Lebih dari sekadar hiburan, Festival Kampung Bintang juga menjadi simbol persatuan. Dukungan penuh dari tokoh agama dan masyarakat setempat menunjukkan betapa kuatnya rasa toleransi dan gotong royong yang menjadi napas kehidupan di Kampung Bintang.

Dengan berakhirnya festival tahun ini, masyarakat berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan yang lebih besar lagi. Festival Kampung Bintang bukan sekadar acara, melainkan bukti bahwa ketika seluruh pihak bersinergi, sebuah tradisi lokal mampu menjelma menjadi daya tarik wisata berkelas nasional.

Rekomendasi

Berita Terkait

Lihat Selengkapnya
COMING SOON Festival Pasir Padi 7

COMING SOON Festival Pasir Padi 7

#cpz | 11 Jun 2026

19–21 Juni 2026 Bersiaplah untuk kemeriahan budaya, hiburan, dan pesona wisata pantai dalam satu perayaan terbesar di Kota Pangkalpinang. Festival Pasir Padi 7 Pehcun hadir kembali dengan berbagai rangkaian acara menarik yang memadukan tradisi, kreativitas, kuliner, dan hiburan untuk seluruh masyarakat. Nikmati suasana meriah di kawasan Pantai Pasir Padi dengan penampilan seni budaya, pertunjukan hiburan, festival kuliner, aktivitas komunitas, hingga berbagai atraksi menarik lainnya yang akan memeriahkan perayaan Pehcun tahun ini. Catat tanggalnya dan jangan lewatkan pengalaman seru bersama keluarga, sahabat, dan komunitas terbaikmu. 📍 Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang 📅 19–21 Juni 2026 COMING SOON — Nantikan informasi lengkap dan rangkaian acara selanjutnya!

Pangkalpinang Siap Gelar Festival Semarak Ekraf 2: Pesta Kreativitas, Kuliner, dan Teknologi di Jantung Kota

Pangkalpinang Siap Gelar Festival Semarak Ekraf 2: Pesta Kreativitas, Kuliner, dan Teknologi di Jantung Kota

#cpz | 11 Jun 2026

PANGKALPINANG – Kota Pangkalpinang akan kembali semarak dengan perhelatan akbar Festival Semarak Ekraf 2 yang akan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai dari 15 hingga 17 Mei 2026. Berpusat di Alun-Alun Taman Merdeka (ATM), acara ini dirancang sebagai wadah bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus destinasi wisata keluarga yang lengkap. Wali Kota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin, Ph.D., bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, SE., M.M., mengundang seluruh masyarakat Bangka Belitung untuk ikut memeriahkan acara yang mengusung semangat “Ekraf Bangkit Pangkalpinang Kreatif” ini. Rangkaian Acara Unggulan Festival ini menawarkan beragam aktivitas yang mencakup berbagai subsektor ekonomi kreatif, di antaranya: Surga Kuliner: Menampilkan Bazar Otak-Otak Pangkalpinang yang dijuluki “Terenak Sedunia”, Bazar Pelaku Ekonomi Kreatif, serta Coffee Street Market bagi para pecinta kopi. Kompetisi Teknologi & Seni: Pada Sabtu, 16 Mei, akan digelar Bangka Robotic Competition (Robot Soccer dan Line Follower) untuk tingkat SD, serta Lomba Mewarnai dan Menggambar bagi kategori TK hingga SD. Hiburan & Komunitas: Penampilan spesial dari bintang tamu Herri Gamma One pada tanggal 16 Mei, serta kemeriahan Cosplay Parade yang berlangsung pada 15-16 Mei. Edukasi & Workshop: Workshop Decoupage oleh Galeri Shesca yang memungkinkan pengunjung berkreasi dengan media pilihan sendiri hanya dengan biaya mulai dari Rp50.000. Pertunjukan Seni Teater Selain di Alun-Alun, festival ini juga menyuguhkan karya seni peran tingkat tinggi melalui Drama Teater “Batin Tikal: Kuasa Simbolik Rambut Keramat” oleh Sanggar Buluh Perindu. Pertunjukan ini dilaksanakan di Auditorium Sofyan Tsauri UNMUH BABEL pada 15-16 Mei pukul 16.00 WIB dengan harga tiket masuk hanya Rp20.000.

Pangkalpinang Berpeluang Jadi “Next Kota Toleran”

Pangkalpinang Berpeluang Jadi “Next Kota Toleran”

#asp | 11 Jun 2026

Pangkalpinang semakin menunjukkan potensinya sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai keberagaman dan harmoni sosial. <details name="bahasa" style="cursor: pointer; border: 1px solid #ddd; padding: 10px; border-radius: 5px; margin-bottom: 10px;" ><summary style="font-weight: bold; list-style: none; display: flex; align-items: center;"><span style="margin-right: 10px;">▶</span> ENGLISH</summary> <div style="max-width: 800px; margin: 0 auto; padding: 20px; font-family: 'Segoe UI', Tahoma, Geneva, Verdana, sans-serif; color: #333333; background-color: transparent; border: none;"> <h2 style="text-align: center; color: #1a365d; margin-top: 40px; margin-bottom: 20px; font-weight: 700;">Pangkalpinang Set to Become “The Next Tolerant City”</h2> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> Pangkalpinang is increasingly demonstrating its potential as a city that upholds the values of diversity and social harmony. In recent years, the capital of the Bangka Belitung Islands Province has garnered growing attention as a region with a strong culture of tolerance within its community. As a city inhabited by diverse ethnic and religious groups—Malay, Chinese, Javanese, Batak, and other communities—Pangkalpinang has long been known for its harmonious and mutually respectful social life. The tradition of mutual cooperation, cross-cultural celebrations, and inclusive social interactions are a daily reality for its residents. </p> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> The spotlight on Pangkalpinang’s potential as “The Next Tolerant City” has emerged alongside growing public and national media attention toward regions that have successfully maintained harmony amidst diversity. Indicators such as minimal social conflicts based on ethnicity, religion, and race; openness among communities; and local government support for interfaith activities are key factors reinforcing Pangkalpinang’s position. </p> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> Moreover, various cultural activities—such as religious festivals, local traditions, and tourism events involving all segments of society—further reinforce the city’s identity as a welcoming space for everyone. The presence of places of worship coexisting harmoniously also serves as a tangible symbol of living tolerance, not merely a slogan. </p> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> The Pangkalpinang City Government, together with the community, remains committed to upholding these values through a collaborative approach—engaging religious leaders, community groups, cultural practitioners, and the younger generation. This initiative serves as a vital foundation for building a city that is not only economically and touristically advanced but also strong in its social values. With all this potential, Pangkalpinang is not only a worthy cultural tourism destination but also a national inspiration for fostering a peaceful and inclusive society. </p> <h3 style="text-align: center; color: #1a365d; margin-top: 40px; margin-bottom: 20px; font-weight: 700;">Pangkalpinang: Preserving Identity, Nurturing Diversity</h3> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> In many cities, tolerance is often discussed as a program. In Pangkalpinang, tolerance has grown into a way of life. This city was not born of a single culture, but rather from encounters. From the very beginning, Pangkalpinang has been a meeting place for the Malay and Chinese communities, followed by the Javanese, Batak, Bugis, and various other groups who arrived bringing their own distinct identities—identities that have since woven themselves into the city’s fabric without needing to erase one another. It is from this that Pangkalpinang has learned one crucial lesson: differences are not meant to be homogenized, but to be nurtured. From these encounters emerged something that cannot always be explained by numbers: a sense of mutual acceptance. </p> <h4 style="color: #2b6cb0; margin-top: 30px; margin-bottom: 12px; font-weight: 600; text-align: left;">Practicing Tolerance in Daily Life</h4> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> In daily life, diversity in Pangkalpinang is not merely an identity but a social practice. Places of worship stand side by side, religious celebrations are mutually respected, and cross-cultural interactions take place without significant barriers. Statistically, this situation is reinforced by the pluralistic composition of Bangka Belitung’s society: Islam as the majority, with the presence of Buddhists, Christians, Catholics, Confucians, and Hindus living in harmony. Moreover, Pangkalpinang is known as a region with minimal social conflicts based on ethnicity, religion, and race—a key indicator in measuring a city’s level of tolerance. </p> <h4 style="color: #2b6cb0; margin-top: 30px; margin-bottom: 12px; font-weight: 600; text-align: left;">From the Perspective of the Tolerant Cities Index</h4> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> According to the SETARA Institute’s Tolerant Cities Index (IKT), a city is evaluated based on various aspects—ranging from government regulations and the actions of public officials to the social dynamics of the community. In this context, Pangkalpinang demonstrates a strong foundation: historically rooted inter-ethnic coexistence; inclusive and open social relations; the active role of religious and community leaders in maintaining harmony; and the local government’s commitment to fostering harmony. This is not merely potential, but a reality that has long been embedded within the community. </p> <h4 style="color: #2b6cb0; margin-top: 30px; margin-bottom: 12px; font-weight: 600; text-align: left;">Toward Indonesia’s “The Next Tolerant City”</h4> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> National media attention, such as that from Kompas.com, on cities with strong practices of tolerance presents an opportunity for Pangkalpinang to emerge as a candidate for Indonesia’s “The Next Tolerant City.” However, for Pangkalpinang, tolerance is not something newly constructed for show. It has long existed, is maintained in daily life, and is passed down as a core value. </p> <h3 style="text-align: center; color: #1a365d; margin-top: 40px; margin-bottom: 20px; font-weight: 700;">Pangkalpinang, a City That Preserves a Sense of Community</h3> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> From a cultural perspective, a city is not just about physical development, but about how the people within it treat one another. Pangkalpinang is a city that upholds these values—upholding respect, fostering togetherness, and preserving humanity. In a world increasingly prone to division by differences, Pangkalpinang demonstrates the opposite: that diversity is not meant to be pitted against one another, but to be celebrated. </p> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> And for travelers, Pangkalpinang is not just a destination—it’s an experience. Here, you don’t just observe culture; you feel it. You don’t just visit places; you become part of the warm, open-hearted community. This is Pangkalpinang. A city that’s not only beautiful to visit but also easy to understand. <span style="font-weight: bold; color: #2e7d32; margin-left: 5px;">(hlm)</span> </p> <div style="margin-top: 40px; padding-top: 20px; font-style: italic; color: #4a5568; text-align: left; font-size: 15px;"> #TolerantCity &nbsp;&nbsp; #WonderfulPangkalpinang &nbsp;&nbsp; #HarmonyIndonesia </div> </div> <div class="info-container" style="margin-top: 30px; font-family: sans-serif;"> <!-- Website Section --> <p style="font-weight: bold; margin-bottom: 5px;">Official Website</p> <ul style="margin-top: 0; padding-left: 20px;"> <li><a href="https://wonderful.pangkalpinangkota.go.id/" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">wonderful.pangkalpinangkota.go.id</a></li> <li><a href="https://tic.pangkalpinangkota.go.id/" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">tic.pangkalpinangkota.go.id</a></li> <li><a href="https://dispar.pangkalpinangkota.go.id/" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">dispar.pangkalpinangkota.go.id</a></li> </ul> <p style="font-weight: bold; margin-bottom: 5px; margin-top: 25px;">Social Media</p> <ul style="margin-top: 0; padding-left: 20px;"> <li><a href="https://www.instagram.com/dispar_pangkalpinang" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">Instagram: @dispar_pangkalpinang</a></li> <li><a href="https://www.tiktok.com/@dispar_pangkalpinang" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">TikTok: @dispar_pangkalpinang</a></li> <li><a href="https://www.youtube.com/@wonderfulpangkalpinang244" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">YouTube: @wonderfulpangkalpinang244</a></li> <li><a href="https://www.facebook.com/DisparPangkalpinang72" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">Facebook: DisparPangkalpinang72</a></li> </ul> </div> </details> <details name="bahasa" style="cursor: pointer; border: 1px solid #ddd; padding: 10px; border-radius: 5px; margin-bottom: 10px;" open="open"><summary style="font-weight: bold; list-style: none; display: flex; align-items: center;"><span style="margin-right: 10px;">▶</span> INDONESIA</summary> <div style="max-width: 800px; margin: 0 auto; padding: 20px; font-family: 'Segoe UI', Tahoma, Geneva, Verdana, sans-serif; color: #333333; background-color: transparent; border: none;"> <h2 style="text-align: center; color: #1a365d; margin-top: 40px; margin-bottom: 20px; font-weight: 700;">Pangkalpinang Berpeluang Jadi “Next Kota Toleran”</h2> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> Pangkalpinang semakin menunjukkan potensinya sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai keberagaman dan harmoni sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini kian mendapat perhatian sebagai salah satu daerah yang memiliki praktik toleransi yang kuat di tengah masyarakat. Sebagai kota yang dihuni oleh beragam etnis dan agama – Melayu, Tionghoa, Jawa, Batak, hingga komunitas lainnya – Pangkalpinang telah lama dikenal dengan kehidupan sosial yang rukun dan saling menghormati. Tradisi gotong royong, perayaan lintas budaya, serta interaksi sosial yang inklusif menjadi wajah keseharian masyarakatnya. </p> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> Sorotan terhadap potensi Pangkalpinang sebagai “Next Kota Toleran” muncul seiring meningkatnya perhatian publik dan media nasional terhadap daerah-daerah yang berhasil menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Indikator seperti minimnya konflik sosial berbasis SARA, keterbukaan antar komunitas, serta dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan lintas agama menjadi poin penting yang menguatkan posisi Pangkalpinang. </p> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> Tak hanya itu, berbagai kegiatan budaya seperti festival keagamaan, tradisi lokal, hingga event pariwisata yang melibatkan semua lapisan masyarakat turut memperkuat identitas kota ini sebagai ruang yang ramah bagi semua. Kehadiran rumah ibadah yang berdampingan secara harmonis juga menjadi simbol nyata toleransi yang hidup, bukan sekadar slogan. </p> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama masyarakat terus berkomitmen menjaga nilai-nilai ini melalui pendekatan kolaboratif – melibatkan tokoh agama, komunitas, pelaku budaya, hingga generasi muda. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam membangun kota yang tidak hanya maju secara ekonomi dan pariwisata, tetapi juga kuat dalam nilai sosial. Dengan segala potensi tersebut, Pangkalpinang tidak hanya layak menjadi destinasi wisata budaya, tetapi juga inspirasi nasional dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan inklusif. </p> <h3 style="text-align: center; color: #1a365d; margin-top: 40px; margin-bottom: 20px; font-weight: 700;">Pangkalpinang: Menjaga Rasa, Merawat Keberagaman</h3> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> Di banyak kota, toleransi sering dibicarakan sebagai program. Di Pangkalpinang, toleransi tumbuh sebagai kebiasaan. Kota ini tidak lahir dari satu warna, melainkan dari perjumpaan. Sejak awal, Pangkalpinang telah menjadi ruang bertemunya Melayu dan Tionghoa, disusul oleh Jawa, Batak, Bugis, dan berbagai komunitas lain yang datang membawa identitasnya masing-masing yang kemudian ikut turut menenun identitas kota, tanpa harus saling meniadakan. Dari sanalah Pangkalpinang belajar satu hal penting: perbedaan tidak untuk diseragamkan, tetapi untuk dirawat. Dari perjumpaan itu lahir satu hal yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan angka: rasa saling menerima. </p> <h4 style="color: #2b6cb0; margin-top: 30px; margin-bottom: 12px; font-weight: 600; text-align: left;">Toleransi yang Hidup dalam Keseharian</h4> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> Dalam kehidupan sehari-hari, keberagaman di Pangkalpinang bukan sekadar identitas, melainkan praktik sosial. Rumah ibadah berdiri berdampingan, perayaan keagamaan saling dihormati, dan interaksi lintas budaya berlangsung tanpa sekat yang berarti. Secara data, kondisi ini diperkuat oleh komposisi masyarakat Bangka Belitung yang plural: Islam sebagai mayoritas, dengan kehadiran umat Buddha, Kristen, Katolik, Konghucu, dan Hindu yang hidup berdampingan secara harmonis. Lebih dari itu, Pangkalpinang dikenal sebagai wilayah dengan minim konflik sosial berbasis SARA, sebuah indikator penting dalam mengukur kualitas toleransi suatu kota. </p> <h4 style="color: #2b6cb0; margin-top: 30px; margin-bottom: 12px; font-weight: 600; text-align: left;">Dalam Perspektif Indeks Kota Toleran</h4> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> Jika merujuk pada indikator SETARA Institute melalui Indeks Kota Toleran (IKT), sebuah kota dinilai dari berbagai aspek – mulai dari regulasi pemerintah, tindakan aparatur, hingga dinamika sosial masyarakat. Dalam konteks ini, Pangkalpinang menunjukkan fondasi yang kuat: kehidupan lintas etnis yang telah mengakar secara historis; relasi sosial yang inklusif dan terbuka; peran aktif tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga harmoni; serta komitmen pemerintah daerah dalam merawat kerukunan. Ini bukan sekadar potensi, tetapi realitas yang telah lama hidup di tengah masyarakat. </p> <h4 style="color: #2b6cb0; margin-top: 30px; margin-bottom: 12px; font-weight: 600; text-align: left;">Menuju “Next Kota Toleran” Indonesia</h4> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> Perhatian media nasional seperti Kompas.com terhadap kota-kota dengan praktik toleransi yang baik menjadi peluang bagi Pangkalpinang untuk tampil sebagai salah satu kandidat “Next Kota Toleran” di Indonesia. Namun, bagi Pangkalpinang, toleransi bukanlah sesuatu yang baru dibangun untuk dilihat. Ia sudah lama ada, dijaga dalam keseharian, dan diwariskan sebagai nilai hidup. </p> <h3 style="text-align: center; color: #1a365d; margin-top: 40px; margin-bottom: 20px; font-weight: 700;">Pangkalpinang, Kota yang Menjaga Rasa</h3> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> Dalam perspektif kebudayaan, kota bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi tentang bagaimana manusia di dalamnya saling memperlakukan. Pangkalpinang adalah kota yang menjaga hal tersebut – menjaga rasa hormat, menjaga kebersamaan, dan menjaga kemanusiaan. Di tengah dunia yang semakin mudah terpecah oleh perbedaan, Pangkalpinang justru menunjukkan hal sebaliknya: bahwa keberagaman bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dirayakan. </p> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-word; line-height: 1.8; margin-bottom: 20px; font-size: 16px;"> Dan bagi wisatawan, Pangkalpinang bukan hanya destinasi – tetapi pengalaman. Di sini, tidak hanya melihat budaya, tetapi merasakannya. Tidak hanya mengunjungi tempat, tetapi menyatu dengan kehidupan masyarakat yang hangat dan terbuka. Inilah Pangkalpinang. Kota yang tidak hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga nyaman untuk dipahami. </p> <div style="margin-top: 40px; padding-top: 20px; font-style: italic; color: #4a5568; text-align: left; font-size: 15px;"> #KotaToleran &nbsp;&nbsp; #WonderfulPangkalpinang &nbsp;&nbsp; #HarmoniIndonesia </div> </div> <div class="info-container" style="margin-top: 30px; font-family: sans-serif;"> <!-- Website Section --> <p style="font-weight: bold; margin-bottom: 5px;">Official Website</p> <ul style="margin-top: 0; padding-left: 20px;"> <li><a href="https://wonderful.pangkalpinangkota.go.id/" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">wonderful.pangkalpinangkota.go.id</a></li> <li><a href="https://tic.pangkalpinangkota.go.id/" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">tic.pangkalpinangkota.go.id</a></li> <li><a href="https://dispar.pangkalpinangkota.go.id/" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">dispar.pangkalpinangkota.go.id</a></li> </ul> <p style="font-weight: bold; margin-bottom: 5px; margin-top: 25px;">Social Media</p> <ul style="margin-top: 0; padding-left: 20px;"> <li><a href="https://www.instagram.com/dispar_pangkalpinang" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">Instagram: @dispar_pangkalpinang</a></li> <li><a href="https://www.tiktok.com/@dispar_pangkalpinang" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">TikTok: @dispar_pangkalpinang</a></li> <li><a href="https://www.youtube.com/@wonderfulpangkalpinang244" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">YouTube: @wonderfulpangkalpinang244</a></li> <li><a href="https://www.facebook.com/DisparPangkalpinang72" target="_blank" style="color: #2e7d32; text-decoration: none;">Facebook: DisparPangkalpinang72</a></li> </ul> </div> </details>