Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang Tahun 2024

Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang Tahun 2024

Penulis: Admin

Diterbitkan pada: Rabu, 24 Juli 2024 | 11:53 WIB

Pangkalpinang, 16 Juli, 2024 -- Dinas Pariwisata Pangkalpinang mengadakan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Sun Hotel Pangkalpinang pada tanggal 16-18 Juli 2024. Kegiatan ini didanai oleh Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK) Non Fisik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Acara ini diikuti oleh 40 peserta dari desa wisata yang ada di Kota Pangkalpinang yaitu Kampung Ekowisata SEJAGAT (Selindung – Jerambah Gantung) dan Kampung Wisata Melayu Tuatunu beserta perwakilan dari kelurahan dan kecamatan yang terdapat desa wisata diwilayahnya. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Bangka Belitung, Pengelola Desa Wisata Jerieng Pesisir dan Jerieng Budaya, Ketua PHRI Kota Pangkalpinang, Dinas Pariwisata dan Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, serta praktisi desa wisata dari Belitung Timur, Agus Pahlevi. Hari pertama pelatihan dimulai dengan materi Biodiversity Kekayaan Alam Kota Pangkalpinang yang membahas materi mengenai Potensi Daya Tarik Wisata di Desa Wisata yang disampaikan oleh dosen dari Universitas Bangka Belitung, Budi Afriyansyah. Selanjutnya, Muhammad Abdulrahman dari Pengelola Desa Wisata Jerieng Pesisir yang membawakan materi tentang Kelembagaan Desa Wisata. Hari pertama ditutup dengan materi Excellent Service atau Pelayanan Prima yang disampaikan oleh Sumiati, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pangkalpinang sekaligus CEO dan Direktur Bangka City Hotel Pangkalpinang. Pj. Walikota Pangkalpinang, Drs. Lusje Anneke Tabalujan, M.Pd. dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Drs. Juhaini, menyatakan bahwa pelatihan ini penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata, kualitas pelayanan, jumlah wisatawan, dan pendapatan masyarakat lokal dari sektor pariwisata. Pelatihan hari kedua diisi oleh pemateri dari Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang dengan materi Kebijakan dan Program Pembangunan Kepariwisatan Daerah untuk Pengembangan Desa Wisata. Kemudian dilanjut dengan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup dengan membawakan materi yang berjudul Penerapan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan dalam Pengelolaan Desa Wisata. Hari kedua ditutup oleh Agus Pahlevi pemateri asal Belitung Timur dengan memberikan materi yang berjudul Pengembangan dan Pengelolaan Produk Pariwisata Berbasis Masyarakat. Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang ini ditutup dengan kegiatan Praktik Lapangan Pengelolaan Desa Wisata Berdaya Saing dan Berkelanjutan di Desa Wisata Budaya Jering, Desa Pelangas, Kabupaten Bangka Barat pada hari terakhir. Kegiatan praktik lapangan ini di buka oleh Sekretaris Desa Pelangas, Bapak Abdulrahman, dan Pengelola Desa Wisata Budaya Jerieng, Wendi, yang menyambut para peserta dengan hangat. Perjalanan dari Pangkalpinang menuju Desa Pelangas memakan waktu sekitar 2,5 jam menggunakan bus pariwisata. Saat melewati Desa Petaling, kita dapat melihat kampus IAIN SAS Babel. Di sepanjang perjalanan, terdapat beberapa masjid yang bisa disinggahi untuk melaksanakan salat atau beristirahat. Rest area dapat ditemukan di beberapa daerah, seperti di Kelapa, yang menjual makanan dan camilan seperti bakso, keripik singkong, dan lain-lain. Setelah satu jam perjalanan dari Kelapa, kita akan sampai di Desa Pelangas. Di desa ini, terdapat balai desa yang biasa digunakan untuk menyambut tamu. Di seberangnya, terdapat balai informasi yang menyuguhkan informasi singkat mengenai desa tersebut. Hari Ketiga : Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang Acara dimulai dengan pertunjukan Silat Sambut dan Tari Sambut, yang merupakan seni tradisional khas Desa Wisata Budaya Jerieng. Kami disambut dengan hangat oleh pertunjukan silat dan tari sambut yang dipersembahkan oleh Pokdarwis setempat. Antusiasme kami sangat terlihat jelas saat pertunjukan berlangsung. Setelah itu, kami diterima oleh Bapak Abdulrahman dan Bapak Wendi, yang merupakan Pokdarwis Desa Pelangas serta Sekretaris Desa. Penampilan yang memukau ini berhasil menarik perhatian dan kekaguman para peserta pelatihan. Melalui gerakan silat yang dinamis dan tarian yang indah, para peserta dapat merasakan kekayaan budaya dan tradisi yang hidup di desa tersebut. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkenalkan mereka pada warisan budaya yang berharga dari Desa Wisata Budaya Jerieng. Pertunjukan Silat Khas Daerah Desa Wisata Budaya Jerieng Kegiatan praktik lapangan dimulai dengan sesi berbagi pengalaman dan diskusi antara pengelola Desa Wisata Budaya Jerieng dan peserta pelatihan. Pada sesi tanya jawab, topik utama yang dibahas adalah cara mengeksplorasi pariwisata di desa dan menjadikannya destinasi wisata yang memiliki nilai jual tinggi bagi wisatawan. Sesi ini berlangsung sejak kedatangan peserta pelatihan hingga siang hari. Diskusi ini memberikan inspirasi yang sangat berharga bagi para peserta. Hari Ketiga : Pembukaan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang Para peserta juga disajikan dengan hidangan lokal khas Desa Wisata Budaya Jerieng, yaitu Wakwak dan Ubi Rebus. Wakwak adalah makanan yang terbuat dari cacing laut yang memiliki rasa yang cukup asin. Wakwak biasanya diolah menjadi kuliner khas dan dikonsumsi oleh warga setempat. Hidangan ini biasanya disajikan bersama Ubi Rebus sebagai pelengkapnya. Wakwak and Ubi Rebus (Makanan Khas Daerah Desa Wisata Budaya Jerieng) Setelah sesi pembukaan Pelatihan dan menyantap hidangan pembuka, tiba waktunya untuk istirahat. Para peserta Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang kemudian disuguhkan dengan menu makan siang khas Desa Wisata Budaya Jerieng. Makan siang ini disiapkan oleh warga setempat dan terdiri dari Nasi Putih yang dilengkapi dengan berbagai lauk pauk khas daerah tersebut, seperti Ikan Goreng, Sayur Darat, Tumis Ikan Teri Sambal, Sambal Terasi dan juga Lalapan. Menu Masakan khas daerah Desa Wisata Budaya Jerieng Setelah istirahat dan menikmati menu makan siang khas Desa Wisata Budaya Jerieng, para peserta berkesempatan mempelajari seni silat, tarian tradisional, dan permainan dambus. Kegiatan-kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi budaya Desa Wisata Budaya Jerieng sejak dahulu hingga sekarang. Melalui pengalaman ini, para peserta dapat lebih memahami dan menghargai kekayaan budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Semua peserta dibagi menjadi tiga tim, dan kami berkesempatan untuk belajar Dambus bersama tim satu. Setiap tim kemudian menyebar ke tiga rumah warga dengan penuh semangat untuk mempelajari masing masing kegiatan seni tradisional khas daerah Desa Wisata Budaya Jerieng. Setelah mempelajari ketiga kegiatan seni tersebut, kami berkumpul di Balai Adat Desa Wisata Budaya Jerieng untuk menampilkan apa yang sudah kami pelajari. Belajar Dambus bersama warga Desa Wisata Budaya Jerieng Antusiasme para peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Banyak di antara mereka yang secara aktif berpartisipasi dalam setiap sesi kelas seni. Peserta tampak bersemangat mengikuti berbagai instruksi dan arahan, serta menunjukkan minat yang tinggi dalam mempelajari setiap detail seni yang diajarkan. Hal ini mencerminkan semangat dan keingintahuan mereka untuk mendalami dan menghargai warisan budaya Desa Wisata Budaya Jerieng. Pertunjukan Kegiatan Seni Tradisional Desa Wisata Budaya Jerieng Setelah menyelesaikan pementasan hasil pembelajaran seni tradisional khas Desa Wisata Budaya Jerieng, peserta melakukan sesi foto bersama di Balai Adat Desa Wisata Budaya Jerieng. Sesi foto ini dilakukan sebagai bentuk salam perpisahan dan ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk mengunjungi desa tersebut. Balai Adat Desa Wisata Budaya Jerieng Pelatihan ini diharapkan menghasilkan beberapa manfaat, seperti meningkatnya kapasitas pengelola desa wisata dalam mengelola desanya secara berkelanjutan, meningkatnya kualitas pelayanan di desa wisata, meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke desa wisata di Kota Pangkalpinang, serta meningkatnya pendapatan masyarakat lokal dari sektor pariwisata. Tak terasa waktu berlalu, dan kami pun berpamitan dengan warga setempat serta mempersiapkan diri untuk kembali ke Pangkalpinang. Kami kemudian menaiki bus dan melanjutkan perjalanan pulang dengan penuh kesan. Balai Adat Desa Wisata Budaya Jerieng Upaya ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mengembangkan desa wisata sebagai sektor unggulan guna meningkatkan perekonomian lokal dan memberdayakan masyarakat. Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang Tahun 2024 merupakan langkah penting dalam membangun desa wisata unggul di kota ini. Melalui pelatihan ini, diharapkan pengelola desa wisata dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola dan mengembangkan desa wisata yang menarik bagi wisatawan. Dengan demikian, diharapkan pelatihan ini dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat lokal. Disusun Oleh : Penulis 1 : Kevin Georgy Kilen Penulis 2 : Muhammad Danis Fazran Penulis 3 : Verdy Rambu Riwanda

Rekomendasi

Berita Terkait

Lihat Selengkapnya
Pemilihan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang 2025 Resmi Dibuka, Cari Duta Wisata Berwawasan Luas!

Pemilihan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang 2025 Resmi Dibuka, Cari Duta Wisata Berwawasan Luas!

#cpz | 10 Jun 2026

Pangkalpinang, – Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang (DISPAR) bekerja sama dengan Ikatan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang (IBUDY) secara resmi membuka pendaftaran untuk ajang bergengsi Pemilihan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang 2025. Ajang ini bertujuan mencari putra-putri terbaik daerah yang siap menjadi duta pariwisata, kebudayaan, dan ikon bagi generasi muda Pangkalpinang. Linimasa dan Tahapan Penting Proses pemilihan akan dilaksanakan secara maraton sepanjang November dan Desember 2025, dengan rincian jadwal sebagai berikut: Tahapan Tanggal Pelaksanaan Periode Pendaftaran 1 November – 27 November 2025 Seleksi 1 Desember – 2 Desember 2025 Karantina 17 Desember – 19 Desember 2025 Malam Final 20 Desember 2025 Syarat dan Ketentuan Peserta Panitia telah menetapkan beberapa persyaratan ketat untuk memastikan kualitas calon Bujang dan Dayang: Warga negara Indonesia berdomisili di Kota Pangkalpinang. Berusia 16 hingga 25 Tahun dan belum menikah. Tinggi badan minimum Bujang 165 cm dan Dayang 160 cm. Sehat jasmani dan rohani serta bebas dari obat-obatan terlarang. Memiliki pengetahuan umum dan berwawasan luas tentang pariwisata, kebudayaan, serta isu-isu terkini. Mampu berkomunikasi dengan baik dalam Bahasa Indonesia. Tata Cara Pendaftaran Pendaftaran dapat dilakukan secara daring maupun luring dengan kelengkapan berkas sebagai berikut: Mengisi Formulir Pendaftaran yang dapat diunduh melalui bit.ly/FormulirBDPKP25. Membayar biaya registrasi sebesar Rp 100.000,- melalui transfer ke Rekening BRI 219301005521537 atas nama Ikatan Bujang Dayang Pangkalpinang. Melengkapi berkas administrasi seperti: Fotokopi KTP/Kartu Pelajar (1 lembar), Foto Fullbody ukuran 4R tampak depan, Surat Keterangan Sehat, dan Fotokopi piagam penghargaan (bila ada). Pendaftaran dan penyerahan berkas dapat dilakukan melalui link pendaftaran bit.ly/budaypkp2025 atau langsung ke Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang. Peluang Sponsorship Dalam kesempatan ini, IBUDY juga membuka peluang kerjasama seluas-luasnya dengan perusahaan dan media melalui program Sponsorship & Media Partner. Pihak yang tertarik dapat menghubungi: Bujang Virgi: +62 811-7177-096 Bujang Dimas: +62 812-7825-2543 Ajang Pemilihan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang 2025 diharapkan melahirkan duta-duta terbaik yang mampu membawa nama harum Kota Pangkalpinang di kancah yang lebih luas.

Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekonomi Kreatif 2025, Padukan E-Sports, Musik, dan Kearifan Lokal!

Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekonomi Kreatif 2025, Padukan E-Sports, Musik, dan Kearifan Lokal!

#asp | 10 Jun 2026

Pangkalpinang, – Kota Pangkalpinang siap menjadi pusat kreativitas dengan digelarnya Festival Gema Ekonomi Kreatif Pangkalpinang 2025. Diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, festival ini menyatukan berbagai subsektor ekraf, mulai dari e-sports hingga seni tradisi dan kriya, selama empat hari penuh. Festival akan berlangsung dari 5 hingga 8 November 2025 di dua lokasi utama: Wilhelmina Park (Taman Sari) dan MCD Pangkalpinang, mengusung tema “Dari Pangkalpinang untuk Indonesia Kreatif”. 🎤 Musik, Seni, dan Pertunjukan Utama Panggung utama festival akan dimeriahkan oleh bintang tamu spesial dan penampilan seni budaya lokal yang membanggakan: Bintang Tamu: Penampilan spesial dari Antaratika Band dan berbagai grup musik lainnya. Kearifan Lokal: Pertunjukan kolosal dari Sanggar Setampa yang memadukan tarian, musik, dan drama, memamerkan kekayaan budaya Bangka Belitung. Festival Band: Kompetisi musik untuk kategori Pelajar & Mahasiswa yang akan berlangsung pada 7-8 November, memperebutkan hadiah total jutaan rupiah, trophy, dan sertifikat. ☕ Pasar Kreatif dan Kuliner (7-8 November) Wilhelmina Park akan disulap menjadi pasar kreatif yang ramai dengan fokus pada: Bazar Pelaku Ekonomi Kreatif: Menampilkan produk dari berbagai subsektor ekraf, seperti fashion, kriya, kuliner, desain, dan lainnya. Coffe Street Market: Ajang eksplorasi kopi, tempat para pelaku usaha kopi gerobak Pangkalpinang dapat memamerkan dan menjual racikan kopi favorit mereka. Market Lainnya: Terdapat pula Coffee Market, Culinary Market, dan Craft & Fashion Market. 🎮 Ajang Kompetisi E-Sports Sektor game dan e-sports juga menjadi sorotan utama dengan diselenggarakannya Mobile Legends Tournament di MCD Pangkalpinang pada 6-7 November 2025. Turnamen ini menyediakan 32 slot terbatas dan memperebutkan hadiah Jutaan Rupiah, Trophy, dan Sertifikat. 🎨 Workshop Kreatif Bagi yang ingin mengasah keterampilan, tersedia beberapa workshop menarik: Workshop Membuat Gelang Estetik: Bersama O’Bross Collection, diadakan pada 8 November 2025 di Taman Sari. Biaya partisipasi Rp 45.000,- (Umum). Workshop 3SHECSA Decoupage Art: Bersama Galeri Shesca, yang berlangsung pada 7-8 November 2025. Peserta dapat membuat dan membawa pulang hasil karyanya, seperti dompet koin atau kipas. Festival ini diharapakan menjadi momentum untuk mempromosikan dan mendukung karya anak negeri, serta menjadi pemicu geliat ekonomi kreatif di Bangka Belitung. Seluruh masyarakat diundang untuk hadir dan merayakan kreativitas tanpa batas.

Prof. Udin Pimpin Rapat Pemantapan Persiapan Pemilihan Bujang Dayang Pangkalpinang 2025

Prof. Udin Pimpin Rapat Pemantapan Persiapan Pemilihan Bujang Dayang Pangkalpinang 2025

#cpz | 10 Jun 2026

Pangkalpinang, Dalam rangka menyongsong suksesnya pelaksanaan Pemilihan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang Tahun 2025, Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar kegiatan Rapat Pemantapan Persiapan di Rumah Dinas Wali Kota. Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah awal yang serius untuk memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan dengan baik, lancar, dan penuh makna. Kegiatan penting ini dilangsungkan pada hari Rabu, 23 Oktober 2025, dan dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting: Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin, Wakil Wali Kota, Ibu Desy, Serta Istri Wali Kota, Ibu Susanti, yang juga dikenal sebagai sosok inspiratif dalam mendukung pengembangan generasi muda berprestasi di Kota Pangkalpinang. Rapat pemantapan ini menunjukkan komitmen tinggi dari Pemerintah Kota Pangkalpinang, melalui Dinas Pariwisata (DISPAR) yang bekerja sama dengan IBUDY (Ikatan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang). Pemilihan Bujang Dayang sendiri merupakan agenda tahunan yang bertujuan mencari duta wisata dan budaya terbaik yang mampu mempromosikan Kota Pangkalpinang di tingkat nasional maupun internasional. Keterlibatan langsung pimpinan kota, termasuk istri Wali Kota, menggarisbawahi bahwa ajang ini tidak hanya sekadar kontes kecantikan, tetapi juga merupakan wadah strategis untuk mencetak generasi muda yang berprestasi dan menginspirasi untuk kemajuan daerah.