Semarak Akulturasi Budaya, Dispar Kota Pangkalpinang Gelar Festival Kampung Bintang 2026

Semarak Akulturasi Budaya, Dispar Kota Pangkalpinang Gelar Festival Kampung Bintang 2026

Penulis: #cpz

Diterbitkan pada: Kamis, 11 Juni 2026 | 03:11 WIB

PANGKALPINANG – Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menggelar Festival Kampung Bintang 2026. Acara yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 3 hingga 5 April 2026, dipusatkan di Kawasan Kampung Bintang dan beberapa titik lokasi strategis lainnya di Pangkalpinang. Festival ini diselenggarakan untuk memperingati momentum Ceng Beng sekaligus merayakan harmoni keberagaman budaya di Kota Pangkalpinang. Berbagai kegiatan menarik telah disiapkan untuk menghibur warga dan wisatawan. Ragam Kompetisi dan Hiburan Rakyat di antaranya: Lomba Line Dance: Terbuka untuk umum dengan pendaftaran yang sudah dibuka sejak 17 Maret hingga 30 Maret 2026. Lomba Fashion Show Busana Budaya Khas Chinese: Menampilkan kreativitas busana Tionghoa yang dibagi menjadi dua kategori, yakni tingkat TK/SD serta tingkat SMP/SMA/Mahasiswa/Umum. Golf Ceng Beng Cup: Turnamen golf yang akan dilaksanakan di Girimaya Golf pada Sabtu pagi, 4 April 2026. Lomba GAPLE: Kompetisi rakyat yang akan digelar di De Bistro pada Senin, 6 April 2026 sebagai rangkaian penutup. Bazar Kuliner Chinese Halal Salah satu daya tarik utama festival ini adalah Bazar Kuliner Chinese Halal. Pengunjung dapat menikmati aneka hidangan khas Tionghoa yang dijamin kehalalannya, memberikan kesempatan bagi semua lapisan masyarakat untuk mencicipi kelezatan kuliner peranakan tanpa ragu. Pertunjukan Seni dan Budaya Sepanjang festival, panggung utama akan dimeriahkan dengan berbagai atraksi budaya, seperti: Penampilan Barongsai dan Wushu Kreasi. Seni tradisional Dambus Gen Alpha. Pawai Budaya Melayu-Tionghoa dan Marching Band. Special Performance berupa Band dan Drama. Wali Kota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin, Ph.D, direncanakan akan membuka langsung acara ini pada Jumat siang, 3 April 2026. Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM lokal serta mempererat kerukunan antarumat beragama di Pangkal Pinang #PangkalKemenangan. Informasi Pendaftaran: Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam lomba atau bazar, pendaftaran dapat dilakukan melalui https://linktr.ee/wonderful_pkp atau menghubungi kontak person berikut: Ayu: 0821-7986-2826 Putri: 0895-3800-46464 Indah: 0831-7912-5800 Ikuti akun media sosial resmi Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang untuk informasi terbaru mengenai jadwal dan rangkaian acara.

Rekomendasi

Berita Terkait

Lihat Selengkapnya
COMING SOON Festival Pasir Padi 7

COMING SOON Festival Pasir Padi 7

#cpz | 11 Jun 2026

19–21 Juni 2026 Bersiaplah untuk kemeriahan budaya, hiburan, dan pesona wisata pantai dalam satu perayaan terbesar di Kota Pangkalpinang. Festival Pasir Padi 7 Pehcun hadir kembali dengan berbagai rangkaian acara menarik yang memadukan tradisi, kreativitas, kuliner, dan hiburan untuk seluruh masyarakat. Nikmati suasana meriah di kawasan Pantai Pasir Padi dengan penampilan seni budaya, pertunjukan hiburan, festival kuliner, aktivitas komunitas, hingga berbagai atraksi menarik lainnya yang akan memeriahkan perayaan Pehcun tahun ini. Catat tanggalnya dan jangan lewatkan pengalaman seru bersama keluarga, sahabat, dan komunitas terbaikmu. 📍 Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang 📅 19–21 Juni 2026 COMING SOON — Nantikan informasi lengkap dan rangkaian acara selanjutnya!

Pangkalpinang Siap Gelar Festival Semarak Ekraf 2: Pesta Kreativitas, Kuliner, dan Teknologi di Jantung Kota

Pangkalpinang Siap Gelar Festival Semarak Ekraf 2: Pesta Kreativitas, Kuliner, dan Teknologi di Jantung Kota

#cpz | 11 Jun 2026

PANGKALPINANG – Kota Pangkalpinang akan kembali semarak dengan perhelatan akbar Festival Semarak Ekraf 2 yang akan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai dari 15 hingga 17 Mei 2026. Berpusat di Alun-Alun Taman Merdeka (ATM), acara ini dirancang sebagai wadah bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus destinasi wisata keluarga yang lengkap. Wali Kota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin, Ph.D., bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, SE., M.M., mengundang seluruh masyarakat Bangka Belitung untuk ikut memeriahkan acara yang mengusung semangat “Ekraf Bangkit Pangkalpinang Kreatif” ini. Rangkaian Acara Unggulan Festival ini menawarkan beragam aktivitas yang mencakup berbagai subsektor ekonomi kreatif, di antaranya: Surga Kuliner: Menampilkan Bazar Otak-Otak Pangkalpinang yang dijuluki “Terenak Sedunia”, Bazar Pelaku Ekonomi Kreatif, serta Coffee Street Market bagi para pecinta kopi. Kompetisi Teknologi & Seni: Pada Sabtu, 16 Mei, akan digelar Bangka Robotic Competition (Robot Soccer dan Line Follower) untuk tingkat SD, serta Lomba Mewarnai dan Menggambar bagi kategori TK hingga SD. Hiburan & Komunitas: Penampilan spesial dari bintang tamu Herri Gamma One pada tanggal 16 Mei, serta kemeriahan Cosplay Parade yang berlangsung pada 15-16 Mei. Edukasi & Workshop: Workshop Decoupage oleh Galeri Shesca yang memungkinkan pengunjung berkreasi dengan media pilihan sendiri hanya dengan biaya mulai dari Rp50.000. Pertunjukan Seni Teater Selain di Alun-Alun, festival ini juga menyuguhkan karya seni peran tingkat tinggi melalui Drama Teater “Batin Tikal: Kuasa Simbolik Rambut Keramat” oleh Sanggar Buluh Perindu. Pertunjukan ini dilaksanakan di Auditorium Sofyan Tsauri UNMUH BABEL pada 15-16 Mei pukul 16.00 WIB dengan harga tiket masuk hanya Rp20.000.

Pangkalpinang Berpeluang Jadi “Next Kota Toleran”

Pangkalpinang Berpeluang Jadi “Next Kota Toleran”

#asp | 11 Jun 2026

Pangkalpinang semakin menunjukkan potensinya sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai keberagaman dan harmoni sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini kian mendapat perhatian sebagai salah satu daerah yang memiliki praktik toleransi yang kuat di tengah masyarakat. Sebagai kota yang dihuni oleh beragam etnis dan agama – Melayu, Tionghoa, Jawa, Batak, hingga komunitas lainnya – Pangkalpinang telah lama dikenal dengan kehidupan sosial yang rukun dan saling menghormati. Tradisi gotong royong, perayaan lintas budaya, serta interaksi sosial yang inklusif menjadi wajah keseharian masyarakatnya. Sorotan terhadap potensi Pangkalpinang sebagai “Next Kota Toleran” muncul seiring meningkatnya perhatian publik dan media nasional, terhadap daerah-daerah yang berhasil menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Indikator seperti minimnya konflik sosial berbasis SARA, keterbukaan antar komunitas, serta dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan lintas agama menjadi poin penting yang menguatkan posisi Pangkalpinang. Tak hanya itu, berbagai kegiatan budaya seperti festival keagamaan, tradisi lokal, hingga event pariwisata yang melibatkan semua lapisan masyarakat turut memperkuat identitas kota ini sebagai ruang yang ramah bagi semua. Kehadiran rumah ibadah yang berdampingan secara harmonis juga menjadi simbol nyata toleransi yang hidup, bukan sekadar slogan. Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama masyarakat terus berkomitmen menjaga nilai-nilai ini melalui pendekatan kolaboratif – melibatkan tokoh agama, komunitas, pelaku budaya, hingga generasi muda. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam membangun kota yang tidak hanya maju secara ekonomi dan pariwisata, tetapi juga kuat dalam nilai sosial. Dengan segala potensi tersebut, Pangkalpinang tidak hanya layak menjadi destinasi wisata budaya, tetapi juga inspirasi nasional dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan inklusif. Pangkalpinang: Menjaga Rasa, Merawat Keberagaman Di banyak kota, toleransi sering dibicarakan sebagai program. Di Pangkalpinang, toleransi tumbuh sebagai kebiasaan. Kota ini tidak lahir dari satu warna, melainkan dari perjumpaan. Sejak awal, Pangkalpinang telah menjadi ruang bertemunya Melayu dan Tionghoa, disusul oleh Jawa, Batak, Bugis, dan berbagai komunitas lain yang datang membawa identitasnya masing-masing yang kemudian ikut turut menenun identitas kota, tanpa harus saling meniadakan. Dari sanalah Pangkalpinang, belajar satu hal penting: perbedaan tidak untuk diseragamkan, tetapi untuk dirawat. Dari perjumpaan itu lahir satu hal yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan angka: rasa saling menerima. Toleransi yang Hidup dalam Keseharian Dalam kehidupan sehari-hari, keberagaman di Pangkalpinang bukan sekadar identitas, melainkan praktik sosial. Rumah ibadah berdiri berdampingan, perayaan keagamaan saling dihormati, dan interaksi lintas budaya berlangsung tanpa sekat yang berarti. Secara data, kondisi ini diperkuat oleh komposisi masyarakat Bangka Belitung yang plural: Islam sebagai mayoritas, dengan kehadiran umat Buddha, Kristen, Katolik, Konghucu, dan Hindu yang hidup berdampingan secara harmonis. Lebih dari itu, Pangkalpinang dikenal sebagai wilayah dengan minim konflik sosial berbasis SARA, sebuah indikator penting dalam mengukur kualitas toleransi suatu kota. Dalam Perspektif Indeks Kota Toleran Jika merujuk pada indikator SETARA Institute melalui Indeks Kota Toleran (IKT), sebuah kota dinilai dari berbagai aspek – mulai dari regulasi pemerintah, tindakan aparatur, hingga dinamika sosial masyarakat. Dalam konteks ini, Pangkalpinang menunjukkan fondasi yang kuat: Kehidupan lintas etnis yang telah mengakar secara historis; Relasi sosial yang inklusif dan terbuka; Peran aktif tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga harmoni; dan Komitmen pemerintah daerah dalam merawat kerukunan Ini bukan sekadar potensi, tetapi realitas yang telah lama hidup di tengah masyarakat. Menuju “Next Kota Toleran” Indonesia Perhatian media nasional seperti Kompas.com terhadap kota-kota dengan praktik toleransi yang baik menjadi peluang bagi Pangkalpinang untuk tampil sebagai salah satu kandidat “Next Kota Toleran” di Indonesia. Namun, bagi Pangkalpinang, toleransi bukanlah sesuatu yang baru dibangun untuk dilihat. Ia sudah lama ada, dijaga dalam keseharian, dan diwariskan sebagai nilai hidup. Pangkalpinang, Kota yang Menjaga Rasa Dalam perspektif kebudayaan, kota bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi tentang bagaimana manusia di dalamnya saling memperlakukan. Pangkalpinang adalah kota yang menjaga hal tersebut – menjaga rasa hormat, menjaga kebersamaan, dan menjaga kemanusiaan. Di tengah dunia yang semakin mudah terpecah oleh perbedaan, Pangkalpinang justru menunjukkan hal sebaliknya: bahwa keberagaman bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dirayakan. Dan bagi wisatawan, Pangkalpinang bukan hanya destinasi – tetapi pengalaman. Di sini, tidak hanya melihat budaya, tetapi merasakannya. Tidak hanya mengunjungi tempat, tetapi menyatu dengan kehidupan masyarakat yang hangat dan terbuka. Inilah Pangkalpinang. Kota yang tidak hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga nyaman untuk dipahami. #KotaToleran #WonderfulPangkalpinang #HarmoniIndonesia