Kampoeng Tige Oerang
▶ ENGLISH
Kampoeng Tige Oerang in Tuatunu has been designated as a new tourist destination in the city of Pangkalpinang. Located in the Kelekak Taklok Majid Kayu Tuatunu area, Kampung Tuatunu is a village steeped in history and culture as it is one of the prototypes of villages built by the Dutch. In accordance with its toponym, Tuatunu means old houses and villages that were burned down (ditunu). Kampung Tuatunu (Toutuna) was later relocated by the Netherlands East Indies government in accordance with its policy of building new roads, which was followed by a policy of relocating settlements that were originally concentrated in the remote forest areas to the left and right sides of the new roads built by the Netherlands. The Tuatunu Malay Village Cultural Heritage Area is also expected to preserve and maintain kelekak as local wisdom and traditional knowledge of the Bangka community in the utilization and management of land and forests, starting from Rimbak-Rebak-Petak-Bebak-Kubak and Kelekak. In Bangka tradition, kelekak is a cultural heritage that means Kelak Kek Ikak (later for you) for seven generations, after which kelekak becomes communal property called Kelekak Usang, Kelekak Antak or Kelekak Budel. Kampung Melayu Tuatunu Area is planned to include the Kampung Melayu Tuatunu Area, the Kelekak Tuatunu Area, and the historical and cultural tourist destination created by Kampoeng Tige Oerang (Kampung Orang Darat, Kampung Orang Laut, and Kampung Orang Melayu). The Tuatunu Kampung Melayu Area will be enriched by the historical and cultural tourist destination known as Kampoeng Tige Oerang. The Kampoeng Tige Oerang destination is currently under construction and will serve as an educational and recreational center focused on the history and culture of the communities that laid the foundations of Bangka Island’s culture. In this area, three museums will also be built: the Bangka Legends Museum, the Sahang or Pepper Museum, and the Bangka Cultural Museum (featuring pengalat, pengawi, and musicians). The buildings of these museums will feature Bangka’s vernacular architecture in the form of the Rumah Batin, Rumah Depati, and Rumah Ume. (hlm)▶ INDONESIA
Kampoeng Tige Oerang di Tuatunu dicanangkan sebagai destinasi wisata baru di Kota Pangkalpinang. Terletak di kawasan Kelekak Taklok Majid Kayu Tuatunu. Kampung Tuatunu merupakan kampung yang penuh dengan sejarah dan budaya karena merupakan salah satu prototipe kampung bentukan Belanda. Sesuai dengan toponimnya, Tuatunu yang artinya rumah dan kampung tua yang dibakar (ditunu). Kampung Tuatunu (Toutuna) kemudian dipindahkan Pemerintah Hindia Belanda sesuai dengan kebijakan pembangunan jalan-jalan baru oleh Pemerintah Hindia Belanda yang diikuti dengan kebijakan memindahkan permukiman penduduk yang awalnya terkonsentrasi pada daerah-daerah pedalaman hutan ke kiri dan kanan jalan-jalan baru yang di bangun Belanda. Kawasan Pusaka Budaya Kampung Melayu Tuatunu juga diharapkan dapat mempertahankan serta melestarikan kelekak sebagai kearifan lokal dn pengetahuan tradisional masyarakat Bangka dalam pemanfaatan dan penguasaan lahan dan hutan, mulai dari Rimbak-Rebak-Petak-Bebak-Kubak dan Kelekak. Dalam tradisi masyarakat Bangka, kelekak merupakan warisan budaya yang bermakna Kelak Kek Ikak (nanti untuk kalian) sampai tujuh turunan dan kemudia kelekak menjadi milik komunal yang disebut Kelekak Usang, Kelekak Antak atau Kelekak Budel. Kawasan Kampung Melayu Tuatunu rencananya meliputi Kawasan Kampung Melayu Tuatunu, Kawasan Kelekak Tuatunu dan Destinasi wisata Sejarah dan Budaya buatan Kampoeng Tige Oerang ( Kampung Orang Darat, Kampung Orang laut dan Kampung Orang Melayu). Kawasan Kampung Melayu Tuatunu akan diperkaya dengan Destinasi wisata sejarah dan budaya buatan Kampoeng Tige Oerang. Destinasi Kampoeng Tige Oerang saat ini sedang dibangun dan akan menjadi pusat edukasi dan rekreasi tentang sejarah dan budaya masyarakat awal pembentukan kebudayaan di pulau Bangka. Pada kawasan ini juga akan dibangun Tiga Museum, yaitu Museum Legenda Bangka, Museum Sahang atau Lada dan Museum Budaya Bangka (pengalat, pengawi dan pemain). Bentuk bangunan Museum ini menggunakan arsitektur vernakuler Bangka berbentuk Rumah Batin, Rumah Depati dan Rumah Ume.Informasi Destinasi
Jam Operasional
Informasi jam operasional belum tersedia.
Lokasi
Informasi lokasi belum tersedia.
Lihat di Gmaps
Lokasi belum ditambahkan.