Katedral Santo Yosef / Cathedral of Saint Joseph
Selamat datang di situs resmi Gereja Katedral Santo Yosef Pangkalpinang, cagar budaya bersejarah yang merekam jejak awal mula misi Katolik di Pulau Bangka sejak abad ke-19 hingga tonggak kepemimpinan para perintisnya.
▶ ENGLISH
St. Joseph’s Cathedral is located on Jalan Gereja and was built on August 5, 1934, during the tenure of Resident Mann, CJ (1934–1942). The church was built during a time when the Catholic Church in Pangkalpinang was led by a priest named Father Bakker, S.S.C. On April 25, 1935, at St. Joseph’s Cathedral, a native son of Bangka, Father Johannes Boen Thaiam Kiat, was ordained as a priest. Father Boen was the first diocesan priest in Pangkalpinang and also the first diocesan priest in Indonesia (his name has been immortalized as the name of the Pangkalpinang Parish Meeting Hall). The history of the Pangkalpinang church began with the work of a Chinese Catholic physician (shinse) in Sungaiselan named Tsen On Ngie (Zeng Aner), who was born in China in 1795 and arrived in Sungai Selan from Penang, Malaysia, in 1830. In 1849, he began working as a physician (shinse) and traveled around the island of Bangka treating the sick while teaching the Catholic faith. The church’s mission center in Bangka, which began in Sungaiselan, was moved to Sambong (about 8 km from Pangkalpinang) in 1853 and then to Pangkalpinang in 1913. Before becoming a diocesan center, it was a station of Sungaiselan and had a chapel named after St. Joseph. On November 30, 1946, Father Van Soest, S.S.C., was appointed Apostolic Prefect of Bangka, Belitung, and Riau. On February 8, 1951, the Apostolic Prefecture of Bangka, Belitung, and Riau was elevated to the Diocese of Pangkalpinang, and Bishop Van Der Westen, S.S.C., was appointed as the first Bishop of Pangkalpinang. The installation of Bishop Van Der Westen, S.S.C.C., as Bishop of Pangkalpinang took place at St. Joseph’s Cathedral, a single-story building with a pyramidal roof and a tall tower-like structure at the front. St. Joseph Cathedral is a Cultural Heritage Site of the City of Pangkalpinang (Regulation of the Minister of Culture and Tourism No. PM.13/PW.007/MKP/2010, dated January 8, 2010) and is protected under Law No. 11 of 2010 on Cultural Heritage. (hlm)▶ INDONESIA
Gereja Kathedral Santo Yosef terletak di Jalan Gereja, dibangun pada tanggal 5 Agustus 1934 M, pada masa residen Mann, CJ (masa pemerintahan 1934-1942 M). Gereja dibangun pada masa gereja Katolik Pangkalpinang dipimpin oleh seorang Pastor bernama Pater Bakker ss.cc. Pada tanggal 25 April 1935 di Gereja Kathedral Santo Yosef ditasbihkan sebagai imam seorang putera Bangka yaitu Pastor Johannes Boen Thaiam Kiat. Pastor Boen, adalah Pastor Projo pertama di Pangkalpinang dan juga Pastor Projo pertama Indonesia (namanya diabadikan menjadi nama Balai Pertemuan Paroki Pangkalpinang). Sejarah gereja Pangkalpinang berawal dari mulai berkaryanya seorang tabib (shinse) Tionghoa beragama Katolik di Sungaiselan bernama Tsen On Ngie (Zeng Aner) yang lahir di Cina pada tahun 1795 dan pada tahun 1830 datang ke Sungai Selan dari Penang Malaysia. Sejak tahun 1849 beliau mulai bekerja sebagai seorang tabib (shinse) dan berkeliling di pulau Bangka mengobati orang-orang sakit sambil mengajarkan agama Katolik. Pusat misi gereja di Bangka yang berawal di Sungaiselan, pada tahun 1853 dipindahkan ke Sambong (sekitar 8 km dari Pangkalpinang) dan kemudian pada tahun 1913 dipindahkan ke Pangkalpinang. Sebelum menjadi pusat merupakan stasi dari Sungaiselan dan mempunyai sebuah kapel yang bernama Santo Yoseph. Pada tanggal 30 November 1946 diangkatlah Pastor Van Soest ss.cc sebagai Prefer Apostolik Bangka, Belitung dan Riau. Pada tanggal 8 Februari 1951 Prefektur Apostolik Bangka, Belitung dan Riau diubah statusnya menjadi keuskupan Pangkalpinang dan Mgr Van Der Westen ss.cc diangkat menjadi uskup pertama Pangkalpinang. Peresmian Mgr Van Der Westen ss.cc menjadi uskup Pangkalpinang dilakukan di Kathedral Santo Yosef yang merupakan bangunan satu lantai dengan atap berbentuk limas, pada bagian depan terdapat bangunan tinggi berbentuk menara. Gereja Kathedral Santo Yosef merupakan Cagar Budaya Kota Pangkalpinang (Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : PM.13/PW.007/MKP/2010, tanggal 8 Januari 2010) dan dilindungi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. The installation of Bishop Van Der Westen, S.S.C.C., as Bishop of Pangkalpinang took place at St. Joseph’s Cathedral, a single-story building with a pyramidal roof and a tall tower-like structure at the front. St. Joseph Cathedral is a Cultural Heritage Site of the City of Pangkalpinang (Regulation of the Minister of Culture and Tourism No. PM.13/PW.007/MKP/2010, dated January 8, 2010) and is protected under Law No. 11 of 2010 on Cultural Heritage.Informasi Destinasi
Jam Operasional
Informasi jam operasional belum tersedia.
Lokasi
Informasi lokasi belum tersedia.
Lihat di Gmaps
Lokasi belum ditambahkan.
Rekomendasi