background

Temukan berbagai berita dan informasi terkini seputar
Kota Pangkalpinang

Cari berita yang kamu inginkan dan jelajahi kabar terbaru dari kota kita.

Mengenal Hari Batik Nasional: Sejarah, Makna, dan Perkembangannya di Era Modern

Mengenal Hari Batik Nasional: Sejarah, Makna, dan Perkembangannya di Era Modern

Admin | 02 Oct 2025

Setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional, sebuah momen untuk merayakan warisan budaya yang sudah mendunia. Batik, yang telah menjadi simbol kebanggaan bangsa, kini tidak hanya dihargai di dalam negeri, tetapi juga diakui secara internasional sebagai warisan budaya dunia yang berharga. Namun, bagaimana sebenarnya sejarah batik di Indonesia hingga menjadi bagian penting dari identitas bangsa ini? Sejarah Batik di Indonesia Batik bukanlah hanya sekadar pakaian atau motif, melainkan sebuah tradisi yang sarat dengan filosofi dan cerita. Menurut catatan sejarah, batik telah ada di Indonesia sejak abad ke-4, pada masa kerajaan Hindu-Buddha. Namun, teknik membatik yang kita kenal sekarang mulai berkembang pesat pada abad ke-19 di Yogyakarta dan Solo, dua kota yang menjadi pusat seni batik. Awalnya, batik lebih banyak digunakan oleh kalangan kerajaan, dengan motif yang kaya akan simbol-simbol yang memiliki makna tertentu. Misalnya, motif parang yang melambangkan kekuatan dan kewibawaan, atau motif kawung yang melambangkan kesucian dan keseimbangan. Pada masa itu, batik juga sering digunakan dalam upacara-upacara adat dan kerajaan sebagai simbol status sosial. Pengakuan Dunia atas Batik Pada tahun 2009, UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Pengakuan ini semakin menegaskan betapa pentingnya batik dalam budaya Indonesia dan dunia. Batik bukan hanya menjadi simbol budaya Indonesia, tetapi juga sebuah karya seni yang dihargai oleh berbagai negara di dunia. Bahkan, banyak desainer internasional yang kini memasukkan batik dalam koleksi mereka, memperkenalkan seni tradisional Indonesia ke panggung dunia. Hari Batik Nasional: Momentum Kebanggaan Penetapan Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober dimulai pada tahun 2009, setelah batik mendapat pengakuan dari UNESCO. Pemerintah Indonesia melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat itu menetapkan hari ini untuk merayakan dan memperkenalkan batik lebih jauh lagi ke masyarakat Indonesia dan dunia internasional. Sejak saat itu, Hari Batik Nasional bukan hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenalkan batik lebih dalam kepada generasi muda. Batik kini sudah tidak lagi dianggap hanya sebagai pakaian adat atau pakaian formal. Banyak anak muda yang mulai melirik batik dengan gaya yang lebih modern dan kekinian, menciptakan berbagai inovasi desain yang lebih segar namun tetap menjaga nilai-nilai tradisionalnya. Batik di Era Modern Seiring dengan perkembangan zaman, batik telah bertransformasi menjadi lebih dinamis dan bisa diterima di berbagai kalangan. Tidak hanya pada pakaian resmi, batik kini hadir dalam berbagai produk fashion seperti gaun pesta, kemeja santai, tas, bahkan sepatu. Para desainer Indonesia juga terus berinovasi dengan menggabungkan batik dengan tren fashion internasional, menjadikannya lebih modis dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Selain itu, batik juga menjadi identitas yang semakin banyak dipakai oleh masyarakat di luar negeri. Penggunaan batik oleh pejabat-pejabat negara, artis, dan tokoh internasional semakin memperkenalkan batik kepada dunia. Bahkan, banyak wisatawan yang berkunjung ke Indonesia ingin membawa pulang kain batik sebagai kenang-kenangan. Batik sebagai Wujud Cinta Budaya Hari Batik Nasional mengingatkan kita bahwa batik bukan sekadar kain atau pola, melainkan bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. Sebagai masyarakat Indonesia, kita memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi batik agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah globalisasi ini. Setiap tanggal 2 Oktober, mari kita rayakan Hari Batik Nasional dengan mengenakan batik, tidak hanya sebagai pakaian, tetapi juga sebagai wujud cinta kita terhadap warisan budaya yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Batik adalah seni, batik adalah identitas, dan batik adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah kita sebagai bangsa.

SMAN 1 Pangkalan Baru Gandeng UMKM dan Jelajah Sejarah di Pangkalpinang

SMAN 1 Pangkalan Baru Gandeng UMKM dan Jelajah Sejarah di Pangkalpinang

Admin | 01 Oct 2025

Pangkalpinang, 30 September 2025 — SMAN 1 Pangkalan Baru menggelar kunjungan dunia usaha–dunia industri (DUDI) sekaligus lawatan sejarah di Kota Pangkalpinang. Sebanyak 60 siswa kelas XII didampingi 7 guru mengikuti rangkaian agenda sehari penuh yang dirancang untuk menumbuhkan wawasan kewirausahaan, apresiasi budaya, dan kecintaan pada sejarah lokal. Teras Berita Sejak pagi, rombongan bergerak menyusuri titik-titik edukatif: mulai dari lini produksi UMKM roti lokal, galeri produk kerajinan mitra, hingga situs-situs bersejarah yang menjadi saksi perjalanan Bangka Belitung. Sekolah menegaskan kegiatan ini sebagai “kelas besar di luar ruang”—menggabungkan praktik bisnis, narasi sejarah, dan nilai kebangsaan dalam satu rute. Belajar Bisnis dari Dapur Produksi (±08.30 WIB) Agenda dibuka di Joko Roti, UMKM pangan yang berdiri sejak 2014 dengan sekitar 20 karyawan. Siswa diajak melihat langsung alur produksi: penimbangan bahan, pengadukan adonan, proses fermentasi, pemanggangan, hingga pengemasan akhir. Di sesi tanya jawab, pemilik menekankan tiga kunci yang sering terlupakan dalam buku teks: konsistensi kualitas, ketekunan, dan doa. Dari sini, siswa mencatat hal-hal praktis—seperti pentingnya higienitas, standar resep, pencatatan stok, dan manajemen waktu—yang menjadi tulang punggung keberlanjutan usaha kecil. UMKM sebagai Wajah Budaya di TINS Gallery (mulai 10.00 WIB) Rombongan kemudian menuju TINS Gallery, etalase lebih dari 500 produk UMKM mitra yang kurasinya merentang dari kain cual, kopiah resam, kain sepiak, kuliner khas, kriya, hingga dekorasi rumah. Di sini, siswa melihat bagaimana cerita budaya dan nilai heritage diterjemahkan menjadi keunggulan produk: motif, bahan baku lokal, hingga kemasan yang mengangkat identitas Bangka Belitung. Pesannya jelas: produk yang kuat lahir dari cerita yang autentik, bukan sekadar harga murah. Rute Jejak Kemerdekaan Usai UMKM, giliran lawatan sejarah. Dipandu Hilma dari Dinas Pariwisata Pangkalpinang, siswa menelusuri: Tugu Pergerakan Kemerdekaan Taman Sari Taman Wilhelmina Titik Nol Kilometer Pangkalpinang Lintasan Rumah Eks Resident (kini rumah dinas Wali Kota) Selain mengenalkan lokasi, pemandu mengikat tiap titik dengan konteks perjuangan rakyat Babel, termasuk fase penting pada 1949 ketika dinamika pemerintahan pusat berimbas pada daerah. Di sinilah pelajaran sejarah terasa “hidup”: bukan hafalan, melainkan ruang untuk menghubungkan peristiwa, tempat, dan manusia. Akhir Perjalanan Rangkaian berakhir dengan makan siang bersama di Pantai Temberan. Suasana santai dipakai guru untuk refleksi singkat: apa pelajaran paling menempel dari dapur produksi UMKM, dan situs mana yang paling menggugah rasa ingin tahu. Sekolah berharap pengalaman ini menumbuhkan semangat kewirausahaan, kesadaran sejarah, dan kebanggaan pada budaya lokal—modal karakter yang tak kalah penting dari rapor akademik. Fakta Singkat Kegiatan Penyelenggara: SMAN 1 Pangkalan Baru Tanggal: Selasa, 30 September 2025 Peserta: 60 siswa kelas XII, 7 guru pendamping Rute utama: Joko Roti → TINS Gallery → Tugu Pergerakan Kemerdekaan Taman Sari → Taman Wilhelmina → Titik Nol Kilometer → lintasan Rumah Eks Resident → Pantai Temberan Fokus pembelajaran: Praktik bisnis UMKM, kurasi produk berbasis budaya, dan sejarah lokal Pangkalpinang

Yuk, Ramaikan Festival Nganggung 2025 di Kampung Tuatunu!

Yuk, Ramaikan Festival Nganggung 2025 di Kampung Tuatunu!

Admin | 04 Sep 2025

Pangkalpinang, Bangka Belitung – Jangan lewatkan kesempatan untuk merayakan kekayaan tradisi dan kearifan lokal dalam Festival Nganggung 2025 yang akan kembali digelar di Kampung Tuatunu, Kota Pangkalpinang. Acara ini akan dilaksanakan pada Jumat, 5 September 2025, mulai pukul 07.30 hingga 16.45 WIB. Festival Nganggung merupakan salah satu tradisi yang sangat dijaga oleh masyarakat Bangka. Pada festival ini, warga akan membawa berbagai hidangan dalam dulang atau talam yang diarak bersama-sama menuju masjid. Tradisi ini tidak hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur. Rangkaian Acara Meriah Sepanjang Hari Festival Nganggung 2025 kali ini dikemas dengan beragam acara menarik yang bisa dinikmati oleh seluruh keluarga, mulai dari seni budaya hingga kuliner. Berikut adalah beberapa rangkaian acara yang telah disiapkan: Tari Sambut dan Penampilan Hadroh: Acara akan dibuka dengan penampilan seni tradisional yang memukau, menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat. Kirab Nganggung: Ini adalah puncak dari tradisi, di mana ribuan warga akan mengarak dulang berisi makanan dari Masjid Al-Whusto menuju Masjid Al-Mukarrom. Pemandangan ini sungguh menakjubkan dan sarat akan makna. Peluncuran Brand Nanas Tuatunu: Kampung Tuatunu dikenal sebagai sentra penghasil nanas yang manis dan berkualitas. Dalam festival ini, akan ada peluncuran brand nanas lokal yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Drama Musikal Islami (Josa Entertainment): Nikmati sajian hiburan yang edukatif dan inspiratif, dibawakan oleh kelompok Josa Entertainment. Lomba Seru Bertema Nanas: Ada berbagai perlombaan unik yang berhubungan dengan nanas, seperti Lomba Estafet Makan Nanas, Lomba Produk Olahan Nanas, dan Lomba Kreasi Mengupas Nanas. Pastikan untuk menguji kemampuanmu dan bawa pulang hadiahnya! Festival ini adalah ajang yang tepat untuk mengenal lebih dekat tradisi, menikmati kebersamaan, dan mendukung produk lokal. Ajak keluarga, teman, dan tetangga untuk datang dan menjadi bagian dari kemeriahan Festival Nganggung 2025. Mari lestarikan budaya dan ramaikan acara ini bersama-sama!

PENDAFTARAN DIBUKA : Festival Pasir Padi 6: Mari Ikut Berpartisipasi! GRATIS !!!

PENDAFTARAN DIBUKA : Festival Pasir Padi 6: Mari Ikut Berpartisipasi! GRATIS !!!

Admin | 14 May 2025

PANGKALPINANG – Pendaftaran untuk Festival Pasir Padi 6 resmi dibuka mulai tanggal 14 hingga 27 Mei 2025. Festival tahunan yang selalu dinantikan ini akan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei – 1 Juni 2025 di Pantai Pasir Padi. Untuk Pendaftaran dapat Scan Barcode atau Klik Link Berikut ini : Klik Disini Untuk Pendaftaran. Acara ini menyuguhkan berbagai lomba dan kegiatan menarik yang dapat diikuti oleh semua kalangan, antara lain: 1. LOMBA MENDIRIKAN TELUR 2. FESTIVAL BARONGSAI 3. DUATHLON RUN TO SEA 4. JALAN SANTAI 5. LOMBA MAKAN OTAK-OTAK TECEPAT 6. PARADE THONG NGIN, FAN NGIN JIT JONG 7. LOMBA LAYANGAN (HIAS 3D & SEMPRET) 8. ANEKA HIBURAN 9. BAZAR UMKM 10. LOMBA VIDEO REELS 11. WORKSHOP KREATIF Mari bersama-sama kita meriahkan Festival Pasir Padi 6 dengan berpartisipasi aktif dalam lomba dan kegiatan yang diselenggarakan. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dan mempromosikan kekayaan budaya lokal. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari kemeriahan Festival Pasir Padi 6. Segera daftarkan diri Anda dan tunjukkan bakat serta kreativitas dalam berbagai lomba yang tersedia. Untuk informasi lebih lanjut silahkan ikuti media sosial Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang. Instagram : @dispar_pgk Tiktok : @dispar_pgk Youtube : @wonderful pangkalpinang Facebook : @Dinas Pariwisata Pangkalpinang Ayo, kita sukseskan bersama Festival Pasir Padi 6 dan tunjukkan semangat kebersamaan serta kecintaan kita terhadap budaya dan tradisi lokal!

Semarak Sambut Ramadan 1446 H, Ribuan Anak Meriahkan Pawai Taaruf di Jantung Kota Pangkalpinang

Semarak Sambut Ramadan 1446 H, Ribuan Anak Meriahkan Pawai Taaruf di Jantung Kota Pangkalpinang

Admin | 26 Feb 2025

PANGKALPINANG – Nuansa gembira dan semangat menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah begitu terasa di Kota Pangkalpinang. Sebanyak 138 tim dari berbagai sekolah dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) memadati Alun-Alun Taman Merdeka dalam gelaran Pawai Taaruf yang spektakuler pada Rabu (26/2/2025). Diperkirakan lebih dari 5.000 anak dari Tingkat TK, SD, dan TPA ikut memeriahkan pawai ini, mengubah kawasan pusat kota menjadi lautan barisan ceria. Kegiatan kolaboratif ini terselenggara berkat sinergi apik antara Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Pangkalpinang dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Tingkat SD Kota Pangkalpinang. Rute pawai dimulai dari titik kumpul Alun-Alun Taman Merdeka, bergerak melewati Jalan Ahmad Yani, melintasi Jalan K.H Abdurahman Siddiq, dan berakhir kembali di Alun-Alun Taman Merdeka. Sepanjang perjalanan, sorak sorai dan lantunan selawat dari para peserta cilik menyambut kedatangan bulan penuh berkah. Kembali Digelar Setelah Vakum Pandemi Ketua BKPRMI Kota Pangkalpinang, Fajar Agustiawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme peserta. Ia menyebutkan bahwa kegiatan Pawai Taaruf ini sempat vakum beberapa tahun akibat pandemi COVID-19 dan kembali diaktifkan pada tahun 2025. “Alhamdulillah antusias pesertanya luar biasa dan meriah. Kegiatan ini merupakan momentum yang sangat kami nantikan setelah sempat vakum. Pawai taaruf ini kami harapkan dapat menjadi penyemangat santri dan anak-anak untuk menyambut Ramadan,” tutur Fajar. Fajar juga menjelaskan bahwa pawai taaruf bukan hanya agenda menjelang Ramadan. Acara serupa juga rutin diadakan pada Hari Besar Islam lainnya, seperti Muharram maupun saat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadist (MTQH). Lebih lanjut, Fajar berharap momentum pawai ini mampu menyuntik semangat anak-anak dalam menyambut Ramadan sebagai tamu yang mulia dan penuh kegembiraan. Dengan begitu, anak-anak akan terbiasa belajar berpuasa dengan hati yang senang. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berjalan hingga tahun-tahun mendatang. Sementara itu, Ketua K3S Sugeng Riyadi menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin baik dengan BKPRMI. Di penghujung acara, semangat peserta semakin ditingkatkan dengan pembagian 28 set doorprize yang dibagikan secara merata untuk anak-anak TK, SD, dan TPA. Kehadiran doorprize ini menjadi penutup manis atas semaraknya Pawai Taaruf 1446 H di Pangkalpinang.

Demi Keberlanjutan Ekowisata, Dinas Pariwisata Pangkalpinang Tebar Ribuan Benih Ikan di Kawasan JEMARI Pasir Padi

Demi Keberlanjutan Ekowisata, Dinas Pariwisata Pangkalpinang Tebar Ribuan Benih Ikan di Kawasan JEMARI Pasir Padi

Admin | 19 Feb 2025

PANGKALPINANG – Inovasi pengembangan destinasi wisata di Pantai Pasir Padi tak hanya berhenti pada pembangunan fisik seperti "JEMARI" (Jembatan Warna-warni). Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menunjukkan komitmennya terhadap aspek ekowisata dan keberlanjutan lingkungan dengan menggelar aksi pelepasan benih ikan di kawasan perairan sekitar JEMARI pada hari ini. Kegiatan pelepasan benih ikan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Destinasi Pariwisata dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Riharnadi, S.E., sebagai upaya konkret dalam menjaga dan memperkaya ekosistem laut di salah satu pantai ikonik di Pangkal Pinang. “Pembangunan JEMARI telah sukses menarik perhatian wisatawan, menjadikannya spot foto yang viral. Namun, pariwisata yang berkelanjutan membutuhkan ekosistem yang sehat. Hari ini, kami menebar ribuan benih ikan di perairan Pasir Padi, khususnya di sekitar kawasan JEMARI, ” ujar Riharnadi. Aksi pelepasan benih ikan ini merupakan bagian dari program pengembangan destinasi yang bersifat jangka panjang, bertujuan untuk menjaga  dan memastikan Pantai Pasir Padi tidak hanya indah di darat, tetapi juga sehat di bawah permukaan air. Diharapkan kawasan ini dapat menjadi lebih menarik bagi para pengunjung dan turut mendukung kegiatan perikanan lokal secara berkelanjutan. “Kami mengajak seluruh Sobat Wisata dan masyarakat Pangkalpinang untuk bersama-sama menjaga kebersihan pantai, terutama di sekitar JEMARI. Jangan buang sampah sembarangan. Keindahan jembatan warna-warni yang kita nikmati saat ber-selfie harus diimbangi dengan kesadaran kita untuk menjaga rumah bagi ribuan benih ikan yang baru saja kita lepaskan,” tutup Riharnadi. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, menandai langkah serius Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang dalam memadukan pembangunan pariwisata modern dengan prinsip konservasi lingkungan. Dengan adanya JEMARI sebagai ikon selfie dan program konservasi perairan, Pantai Pasir Padi kini menawarkan paket lengkap sebagai destinasi yang Instagramable sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Menggali Kekayaan Budaya Bangka Belitung: Mengenal Lebih Dekat Tradisi "Nganggung" yang Sarat Makna

Menggali Kekayaan Budaya Bangka Belitung: Mengenal Lebih Dekat Tradisi "Nganggung" yang Sarat Makna

Admin | 16 Feb 2025

PANGKALPINANG – Bagi Anda Sobat Wisata yang tertarik dengan kekayaan budaya Nusantara, khususnya dari Kepulauan Bangka Belitung, ada satu tradisi unik masyarakat Melayu yang patut untuk dikenal lebih dalam: Tradisi Nganggung. Tradisi ini bukan sekadar ritual membawa makanan, melainkan cerminan kuat dari semangat gotong royong, kebersamaan, dan kerukunan antarwarga. Nganggung, yang di daerah pedesaan juga sering disebut Sepintu Sedulang atau Selawang Sedulang, merupakan adat turun temurun di mana setiap kepala keluarga (satu pintu rumah) secara sukarela membawa satu dulang (talam besar) berisi aneka hidangan dari rumah masing-masing menuju tempat pertemuan bersama. Dulang yang sudah tersusun rapi dengan lauk pauk, nasi, kue-kue, dan buah-buahan ini kemudian ditutup dengan tudung saji berwarna-warni, lalu dibawa dengan cara dijunjung atau diangkat setinggi bahu menuju masjid, surau, atau balai desa. Lebih dari Sekadar Maulid Nabi Informasi awal menyebutkan bahwa Tradisi Nganggung sering dilaksanakan pada hari besar keagamaan umat Muslim, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, dalam perkembangannya, Sobat Wisata dapat menemukan tradisi ini pada berbagai momen penting lainnya. Berdasarkan penelusuran dan tradisi yang berlaku, acara-acara besar lain yang sangat lekat dengan pelaksanaan Nganggung antara lain: Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha: Nganggung kerap dilakukan setelah pelaksanaan Salat Id, menjadi momen silaturahmi dan makan bersama untuk merayakan kemenangan. Perayaan Isra’ Mi’raj: Sama seperti Maulid Nabi, perayaan kenaikan Nabi Muhammad SAW juga dirayakan dengan tradisi Nganggung, biasanya terfokus pada malam hari. Nisfu Syaban dan Muharram: Acara-acara khusus dalam kalender Islam seperti malam Nisfu Syaban dan Tahun Baru Islam juga sering diiringi dengan Nganggung sebagai bentuk sedekah dan doa bersama. Acara Sosial Kemasyarakatan: Di luar agenda keagamaan, Nganggung juga dilakukan dalam rangka menyambut tamu kehormatan, perayaan panen raya, acara syukuran, bahkan juga dapat dilakukan saat ada peristiwa duka cita sebagai ungkapan bela sungkawa. Inti dari Nganggung adalah menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Setelah semua dulang terkumpul, biasanya akan dilakukan rangkaian acara seperti pembacaan doa selamat, tahlil, dan ceramah agama. Puncak dari tradisi ini adalah ketika semua hidangan dari berbagai rumah dibuka dan disantap bersama-sama oleh para laki-laki (tradisi asli hanya dihadiri laki-laki, namun di beberapa tempat mulai beradaptasi) yang duduk berbaris. Uniknya, makanan dari satu dulang akan ditukar dengan dulang lain, memastikan setiap orang dapat mencicipi masakan dari tetangganya, memperkuat rasa persaudaraan dan kekeluargaan. Tradisi Nganggung Sepintu Sedulang ini adalah warisan budaya tak benda yang harus terus dilestarikan. Tradisi ini bukan hanya ritual makan bersama, tetapi adalah filosofi hidup masyarakat Bangka Belitung dalam menjaga silaturahmi dan semangat berbagi. Bagaimana menurut Sobat Wisata? Acara besar apalagi yang sering diramaikan dengan Tradisi Nganggung di Bangka Belitung?

Pangkalpinang Semakin Berwarna dengan Hadirnya JEMARI di Pantai Pasir Padi

Pangkalpinang Semakin Berwarna dengan Hadirnya JEMARI di Pantai Pasir Padi

Admin | 01 Feb 2025

PANGKALPINANG – Pariwisata Kota Pangkalpinang kembali bergairah dengan peluncuran destinasi wisata baru yang unik dan menarik, yakni "JEMARI" (Jembatan Warna-warni) di kawasan ikonik Pantai Pasir Padi. Kehadiran JEMARI diproyeksikan menjadi magnet baru yang tidak hanya mempercantik area pantai, tetapi juga meningkatkan kunjungan wisatawan ke Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini. JEMARI, singkatan yang mudah diingat dari Jembatan Warna-warni, kini menjadi daya tarik utama bagi masyarakat lokal maupun pelancong yang mencari tempat bersantai dengan nuansa ceria. Sesuai namanya, Jembatan ini tampil memikat dengan struktur yang dicat penuh warna-warni cerah, kontras dengan hamparan pasir putih lembut dan birunya laut Pasir Padi. Sejak dibuka untuk umum, JEMARI langsung menjadi spot favorit untuk berfoto atau selfie. Para pengunjung berbondong-bondong mengabadikan momen dengan latar belakang jembatan yang estetik dan Instagramable. Kehadiran JEMARI ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk terus mengembangkan dan memperindah kawasan wisata Pasir Padi, salah satu pantai andalan kota tersebut. Destinasi Santai yang Nyaman Selain menawarkan keindahan visual, JEMARI juga dirancang sebagai lokasi yang nyaman untuk menikmati waktu luang. Suasananya yang tenang dan angin laut yang sejuk menjadikannya tempat ideal untuk melepas penat bersama keluarga, teman, maupun pasangan tercinta. Pengunjung dapat berjalan santai di atas jembatan sambil menikmati pemandangan Pantai Pasir Padi yang memesona. Momen kunjungan terbaik ke JEMARI adalah saat pagi hari dan sore hari. Pada waktu-waktu tersebut, udara pantai masih terasa sejuk, dan cahaya matahari memberikan efek pencahayaan alami yang sangat indah, sempurna untuk menghasilkan foto-foto yang menawan. Di sore hari, JEMARI juga menawarkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler, menambah romansa bagi setiap pengunjung. Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Keberadaan JEMARI Jembatan Warna-warni diharapkan tidak hanya sekadar menjadi tren sesaat, tetapi juga mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Pangkalpinang. Dengan adanya ikon baru ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing Pantai Pasir Padi sebagai destinasi wisata unggulan di Pulau Bangka. Upaya ini juga sejalan dengan rencana jangka panjang Pemkot Pangkalpinang untuk mempercantik kawasan Pasir Padi secara menyeluruh, termasuk dengan pembangunan Long Segment dan jalur pejalan kaki yang terintegrasi. Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Pantai Pasir Padi juga diharapkan mendapatkan dampak positif dari meningkatnya kunjungan wisata. Jadi, bagi Anda yang sedang berada di Pangkalpinang, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi JEMARI Pantai Pasir Padi. Rasakan sendiri pengalaman berwisata yang penuh warna, keceriaan, dan abadikan momen tak terlupakan di jembatan ikonik terbaru Kota Pangkalpinang!

Rapat Koordinasi dan Audiensi Rencana Pembangunan Hotel dan Restoran di Kawasan Pantai Pasir Padi

Rapat Koordinasi dan Audiensi Rencana Pembangunan Hotel dan Restoran di Kawasan Pantai Pasir Padi

Admin | 31 Jan 2025

Pangkalpinang, 31 Januari 2025 — Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pariwisata bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi dan audiensi terkait rencana pembangunan hotel dan restoran di kawasan Pantai Pasir Padi. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Satpol PP Kota Pangkalpinang, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata beserta jajaran staf, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Temberan, Ketua Karang Taruna Temberan, serta para pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang jalan kawasan Pantai Pasir Padi. Dalam diskusi tersebut, berbagai pihak menyampaikan pandangan dan aspirasi terkait dampak yang mungkin timbul dari pembangunan hotel dan restoran terhadap aktivitas para pedagang kecil dan pelaku UMKM setempat. Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan ini dirancang untuk meningkatkan daya tarik wisata Pantai Pasir Padi sebagai ikon pariwisata Kota Pangkalpinang sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian lokal. Sementara itu, perwakilan masyarakat dan UMKM menekankan pentingnya adanya solusi yang adil agar keberadaan mereka tetap terakomodasi dan tidak dirugikan oleh proses pembangunan. Rapat kemudian menghasilkan komitmen bersama untuk menata kawasan Pantai Pasir Padi secara lebih terarah, bersih, dan nyaman, sekaligus memastikan keberlangsungan usaha masyarakat. Pemerintah dan para pihak yang hadir sepakat untuk mencari skema terbaik yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan fasilitas modern dan perlindungan terhadap kepentingan UMKM sebagai bagian penting dari denyut ekonomi lokal.