Promosikan Pesona Mangrove
Program “Office to Sejagat” Ajak ASN Susur Sungai Gratis

PANGKALPINANG – Guna mempromosikan potensi wisata alam berbasis konservasi, kawasan Ekowisata Sejagat (Selindung Jerambah Gantung) kembali menggelar program inovatif bertajuk “Office to Sejagat”. Program ini hadir sebagai gerakan masif untuk mengajak masyarakat, khususnya pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, menikmati sensasi wisata susur sungai dan edukasi mangrove.
Pada hari ini, Selasa (20/1/2026), giliran jajaran Sekretariat Daerah (Setda) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang yang menjajal langsung pengalaman menyusuri sungai di kawasan konservasi tersebut.
Ketua Kampung Ekowisata Sejagat, Sufriyadi menjelaskan bahwa “Office to Sejagat” merupakan program lanjutan dari kegiatan sebelumnya, yakni “School to Sejagat”, yang sukses digelar berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang. Jika sebelumnya sasaran utamanya adalah pelajar dengan agenda edukasi mangrove, kali ini target diperluas ke kalangan perkantoran.
“Tujuan utama kami adalah mempromosikan Sejagat sebagai daya tarik wisata sungai berbasis mangrove yang potensial. Program ini kami gratiskan selama periode pelaksanaan, dan setelah program ini selesai, barulah kawasan ini akan dibuka secara penuh untuk umum,” ujar Sufriyadi.
Program “Office to Sejagat” sendiri dijadwalkan berlangsung selama 15 hari, mulai dari 14 Januari hingga 9 Februari 2026. Dalam kegiatan ini, para peserta diajak menyusuri sungai menggunakan perahu selama kurang lebih satu jam.
Antusiasme dan respon positif datang dari para peserta. Ibu Yuni, perwakilan dari Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang, menilai program ini sebagai inisiatif yang sangat bagus dan menarik. Ia pun memberikan masukan konstruktif untuk pengembangan ke depan.
“Program ini dinilai bagus dan menarik. Namun, ada saran agar rutenya nanti bisa diperpanjang hingga ke wilayah Selindung, serta fasilitas pendukungnya dapat terus ditingkatkan di masa depan,” ungkap Yuni.
Senada dengan itu, Ibu Imelda dari Kemenag Kota Pangkalpinang menyoroti besarnya manfaat edukasi yang didapat dari kegiatan susur sungai ini.
“Program ini sangat bermanfaat sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan anak-anak. Khususnya terkait pengenalan ekosistem mangrove, sejarah kawasan ini, serta yang terpenting adalah menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan sungai,” tutur Imelda.
Melalui gerakan ini, diharapkan Ekowisata Sejagat dapat semakin dikenal luas dan menjadi destinasi wisata andalan baru yang mengedepankan aspek pelestarian lingkungan di Kota Pangkalpinang. (Ulul/SAS)



