Promosikan Pesona Mangrove
Program “Office to Sejagat” Ajak ASN Susur Sungai Gratis

▶ ENGLISH
Promoting the Charm of Mangroves
The “Office to Sejagat” Program Invites Civil Servants to Enjoy Free River Cruises
PANGKALPINANG – To promote nature-based tourism centered on conservation, the Sejagat Ecotourism Area (Selindung Jerambah Gantung) is once again hosting an innovative program titled “Office to Sejagat.” This program serves as a massive initiative to encourage the public, particularly employees within the Municipality of Pangkalpinang, to enjoy the experience of river tours and mangrove education.
Today, Tuesday (January 20, 2026), it is the turn of the officials from the Regional Secretariat (Setda) and the Ministry of Religious Affairs (Kemenag) of Pangkalpinang City to experience firsthand the river tour in the conservation area.
The Head of Sejagat Ecotourism Village, Sufriyadi, explaines that “Office to Sejagat” is a continuation of a previous initiative, “School to Sejagat,” which was successfully held in collaboration with the Pangkalpinang City Tourism Office. While the primary focus of the earlier program is on students with a mangrove education agenda, this time the target audience has been expanded to the office sector.
“Our main objective is to promote Sejagat as a potential mangrove-based river tourism attraction. We are offering this program free of charge during the implementation period, and once the program concludes, the area will be fully open to the public,” said Sufriyadi.
The “Office to Sejagat” program is scheduled to run for 15 days, from January 14 to February 9, 2026. During this event, participants are invited to take a boat ride down the river for approximately one hour.
The participants show enthusiasm and give positive feedback. Ms. Yuni, a representative from the Regional People’s Representative Council Secretariat of the Municipality of Pangkalpinang, considers this program a very good and interesting initialization. She also provides constructive feedback for future development.
“This program is considered good and interesting. However, there is a suggestion that the route be extended to the Selindung area, and that supporting facilities continue to be improved in the future,” said Yuni.
Similarly, Ms. Imelda from the Ministry of Religious Affairs of the Municipality of Pangkalpinang highlights the significant educational benefits gained from this river exploration activity.
“This program is very beneficial as an educational tool for the community and children, specifically regarding the introduction to the mangrove ecosystem, the history of this area, and most importantly, fostering awareness to maintain river cleanliness,” said Imelda.
Through this initiative, it is hoped that Ekowisata Sejagat will become more widely known and emerge as a new flagship tourist destination that prioritizes environmental conservation in Pangkalpinang.
▶ INDONESIA
PANGKALPINANG – Guna mempromosikan potensi wisata alam berbasis konservasi, kawasan Ekowisata Sejagat (Selindung Jerambah Gantung) kembali menggelar program inovatif bertajuk “Office to Sejagat”. Program ini hadir sebagai gerakan masif untuk mengajak masyarakat, khususnya pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, menikmati sensasi wisata susur sungai dan edukasi mangrove.
Pada hari ini, Selasa (20/1/2026), giliran jajaran Sekretariat Daerah (Setda) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang yang menjajal langsung pengalaman menyusuri sungai di kawasan konservasi tersebut.
Ketua Kampung Ekowisata Sejagat, Sufriyadi menjelaskan bahwa “Office to Sejagat” merupakan program lanjutan dari kegiatan sebelumnya, yakni “School to Sejagat”, yang sukses digelar berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang. Jika sebelumnya sasaran utamanya adalah pelajar dengan agenda edukasi mangrove, kali ini target diperluas ke kalangan perkantoran.
“Tujuan utama kami adalah mempromosikan Sejagat sebagai daya tarik wisata sungai berbasis mangrove yang potensial. Program ini kami gratiskan selama periode pelaksanaan, dan setelah program ini selesai, barulah kawasan ini akan dibuka secara penuh untuk umum,” ujar Sufriyadi.
Program “Office to Sejagat” sendiri dijadwalkan berlangsung selama 15 hari, mulai dari 14 Januari hingga 9 Februari 2026. Dalam kegiatan ini, para peserta diajak menyusuri sungai menggunakan perahu selama kurang lebih satu jam.
Antusiasme dan respon positif datang dari para peserta. Ibu Yuni, perwakilan dari Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang, menilai program ini sebagai inisiatif yang sangat bagus dan menarik. Ia pun memberikan masukan konstruktif untuk pengembangan ke depan.
“Program ini dinilai bagus dan menarik. Namun, ada saran agar rutenya nanti bisa diperpanjang hingga ke wilayah Selindung, serta fasilitas pendukungnya dapat terus ditingkatkan di masa depan,” ungkap Yuni.
Senada dengan itu, Ibu Imelda dari Kemenag Kota Pangkalpinang menyoroti besarnya manfaat edukasi yang didapat dari kegiatan susur sungai ini.
“Program ini sangat bermanfaat sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan anak-anak. Khususnya terkait pengenalan ekosistem mangrove, sejarah kawasan ini, serta yang terpenting adalah menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan sungai,” tutur Imelda.
Melalui gerakan ini, diharapkan Ekowisata Sejagat dapat semakin dikenal luas dan menjadi destinasi wisata andalan baru yang mengedepankan aspek pelestarian lingkungan di Kota Pangkalpinang. (Ulul/SAS)



