background

Temukan berbagai berita dan informasi terkini seputar
Kota Pangkalpinang

Cari berita yang kamu inginkan dan jelajahi kabar terbaru dari kota kita.

Festival Gema Ekonomi Kreatif Pangkalpinang 2025 Gelar Turnamen Mobile Legends Berhadiah Jutaan Rupiah

Festival Gema Ekonomi Kreatif Pangkalpinang 2025 Gelar Turnamen Mobile Legends Berhadiah Jutaan Rupiah

#cpz | 10 Jun 2026

Pangkalpinang, – Dalam upaya mendorong sektor ekonomi kreatif di kalangan generasi muda, Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama para sponsor menggelar Mobile Legend Tournament sebagai bagian dari Festival Gema Ekonomi Kreatif Pangkalpinang 2025. Turnamen ini bukan sekadar ajang bermain game, melainkan platform untuk mengasah strategi, teamwork, dan semangat juang para gamers. Detail Turnamen Turnamen ini terbuka bagi seluruh gamers se-Pangkalpinang dengan detail sebagai berikut: Nama Acara: Mobile Legend Tournament (Bagian dari Festival Gema Ekonomi Kreatif Pangkalpinang 2025) Tempat: MCD Pangkal Pinang Tanggal Bertanding (Match Day): 6 – 7 November 2025 Periode Pendaftaran (Registrasi): 15 Oktober – 4 November 2025 Biaya Pendaftaran (Fee): Rp 100.000,- per tim Slot Tersedia: Terbatas untuk 32 tim Hadiah Menggiurkan Para peserta akan memperebutkan hadiah total Jutaan Rupiah, selain Trophy dan Sertifikat yang diberikan kepada para pemenang. Juara 1: Uang Pembinaan + Trophy + Sertifikat Juara 2: Uang Pembinaan + Trophy + Sertifikat Juara 3: Uang Pembinaan + Trophy + Sertifikat Panitia juga memberikan Hadiah Tambahan Lainnya serta fasilitas Free Snack & Drinks untuk semua peserta lomba. Cara Mendaftar Tim yang tertarik dapat segera mendaftar mengingat slot yang terbatas. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan berikut: Link Pendaftaran: https://forms.gle/wW3Baq7uAZcfUPDK7 Untuk informasi dan kontak lebih lanjut, calon peserta dapat menghubungi panitia di nomor: Nova: +62 822-8051-7686 Ali Haikal: +62 895-6213-38208 Melalui kegiatan ini, DISPAR Pangkalpinang berharap dapat membuktikan bahwa e-sports (olahraga elektronik) memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kota tersebut.

Prof. Udin Pimpin Rapat Pemantapan Persiapan Pemilihan Bujang Dayang Pangkalpinang 2025

Prof. Udin Pimpin Rapat Pemantapan Persiapan Pemilihan Bujang Dayang Pangkalpinang 2025

#cpz | 10 Jun 2026

Pangkalpinang, Dalam rangka menyongsong suksesnya pelaksanaan Pemilihan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang Tahun 2025, Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar kegiatan Rapat Pemantapan Persiapan di Rumah Dinas Wali Kota. Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah awal yang serius untuk memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan dengan baik, lancar, dan penuh makna. Kegiatan penting ini dilangsungkan pada hari Rabu, 23 Oktober 2025, dan dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting: Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin, Wakil Wali Kota, Ibu Desy, Serta Istri Wali Kota, Ibu Susanti, yang juga dikenal sebagai sosok inspiratif dalam mendukung pengembangan generasi muda berprestasi di Kota Pangkalpinang. Rapat pemantapan ini menunjukkan komitmen tinggi dari Pemerintah Kota Pangkalpinang, melalui Dinas Pariwisata (DISPAR) yang bekerja sama dengan IBUDY (Ikatan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang). Pemilihan Bujang Dayang sendiri merupakan agenda tahunan yang bertujuan mencari duta wisata dan budaya terbaik yang mampu mempromosikan Kota Pangkalpinang di tingkat nasional maupun internasional. Keterlibatan langsung pimpinan kota, termasuk istri Wali Kota, menggarisbawahi bahwa ajang ini tidak hanya sekadar kontes kecantikan, tetapi juga merupakan wadah strategis untuk mencetak generasi muda yang berprestasi dan menginspirasi untuk kemajuan daerah.

Pangkalpinang Punya Nahkoda Baru! Selamat Bertugas Prof. Udin & Cece Dessy 2025-2030, Pariwisata Siap Mendukung!

Pangkalpinang Punya Nahkoda Baru! Selamat Bertugas Prof. Udin & Cece Dessy 2025-2030, Pariwisata Siap Mendukung!

Admin | 15 Oct 2025

PANGKALPINANG – Rabu (15/10/2025) menjadi hari bersejarah bagi Kota Pangkalpinang dengan dilantiknya Prof. Drs. Saparudin, M.T., Ph.D. sebagai Wali Kota dan Dessy Ayutrisna, S.E., M.M. sebagai Wakil Wali Kota untuk periode 2025-2030. Pasangan yang dikenal dengan sapaan Prof. Udin dan Cece Dessy ini resmi dilantik oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dalam upacara yang berlangsung di Kantor Wali Kota Pangkalpinang. Pelantikan ini menjadi momentum spesial karena dilaksanakan di daerah masing-masing, tidak seperti tradisi sebelumnya yang biasa dilakukan di kantor Gubernur. Perjalanan Panjang Prof. Udin dan Kesiapan Cece Dessy Pelantikan ini menandai keberhasilan sekaligus akhir dari perjuangan politik yang panjang bagi Prof. Udin. Akademisi yang juga seorang Profesor bidang Informatika ini mencatatkan sejarah sebagai Wali Kota pertama yang bergelar Profesor di Pangkalpinang. Prof. Udin sendiri diketahui telah mengikuti kontestasi Pilkada Kota Pangkalpinang sebanyak tiga kali, yang akhirnya berbuah manis pada pertarungan yang digelar pada 2025. Sementara itu, Wakil Wali Kota terpilih, Dessy Ayutrisna, memastikan dirinya dan Prof. Udin langsung tancap gas bekerja tanpa beristirahat. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda dimulainya pengabdian untuk Kota Pangkalpinang. Pasangan ini telah menyiapkan langkah awal berupa program 100 hari kerja yang sesuai dengan janji kampanye. Cece Dessy menyatakan kesiapannya untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja, mengenal Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan menjalankan program-program yang telah disusun sesuai dengan kondisi anggaran. Ucapan Selamat dari Dinas Pariwisata Menyambut kepemimpinan baru ini, Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menyampaikan ucapan selamat dan harapan besarnya. "Kami dari seluruh jajaran Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Bapak Prof. Drs. Saparudin, M.T., Ph.D. dan Ibu Dessy Ayutrisna, S.E., M.M. sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang periode 2025-2030," ujar perwakilan Dinas. Dalam pesannya, Dinas Pariwisata menyatakan optimismenya bahwa di bawah nakhoda baru, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Pangkalpinang akan semakin maju. "Kami yakin visi dan misi beliau berdua akan membawa dampak positif yang signifikan. Kami siap bersinergi penuh untuk mewujudkan potensi terbaik Kota Pangkalpinang, terutama dalam menjadikan sektor pariwisata dan kebudayaan sebagai pilar ekonomi yang berkelanjutan," lanjutnya. Dinas Pariwisata berharap sinergi yang terjalin dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memajukan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal, serta mempromosikan destinasi kota agar Pangkalpinang semakin dikenal sebagai kota yang maju dan mempesona.

Yuk, Isi Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Destinasi Tempat Wisata (DTW) di Kota Pangkalpinang!

Yuk, Isi Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Destinasi Tempat Wisata (DTW) di Kota Pangkalpinang!

Admin | 09 Oct 2025

Pangkalpinang – Anda suka berwisata di Kota Pangkalpinang? Merasa ada potensi yang belum tergali dari Pantai Pasir Padi, Taman Sari, atau destinasi menarik lainnya? Ini saatnya suara Anda didengar! Dinas Pariwisata Kota Pangkal Pinang mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk berpartisipasi aktif dalam Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Destinasi Tempat Wisata (DTW) yang ada. Kenapa Survei Ini Penting? Survei ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata untuk membuat destinasi wisata di Pangkalpinang semakin baik dan berdaya saing. Kepuasan Anda adalah cerminan kualitas layanan, fasilitas, dan keindahan tempat wisata kita. Menentukan Prioritas Pembangunan: Masukan Anda akan menjadi data krusial untuk menentukan area mana yang paling membutuhkan perbaikan, mulai dari kebersihan, aksesibilitas, fasilitas umum, hingga inovasi daya tarik wisata. Meningkatkan Kualitas Layanan: Dengan mengetahui apa yang Anda sukai dan apa yang perlu ditingkatkan, pengelola DTW dapat menyusun strategi pelayanan yang lebih ramah, cepat, dan profesional. Memajukan Kota Pangkalpinang: Destinasi wisata yang berkualitas akan menarik lebih banyak pengunjung, menggerakkan ekonomi lokal, dan semakin mengukuhkan Pangkalpinang sebagai kota tujuan wisata yang wajib dikunjungi. Suara Anda adalah Masa Depan Pariwisata Kita! Apakah Anda merasa toilet di objek wisata tertentu perlu lebih bersih? Apakah Anda memiliki ide segar untuk acara atau atraksi di Pantai Pasir Padi? Atau, apakah Anda puas dengan keramahan petugas di lokasi wisata? Semua masukan, baik kritik membangun maupun pujian, sangat berharga. Jangan biarkan potensi wisata Pangkalpinang jalan di tempat. Ambil bagian dalam perubahan ini! Dengan meluangkan waktu sejenak mengisi survei, Anda telah berinvestasi pada Pangkalpinang yang lebih indah, tertata, dan siap menyambut wisatawan dari seluruh penjuru. Ayo, segera isi surveinya! Kilik link dibawah ini atau scan barcode yang tersedia. Mari bersama-sama kita wujudkan DTW di Kota Pangkalpinang yang semakin lebih baik dan membanggakan di masa depan.          klik disini-> Link Survey

DPR RI Ketok Palu, RUU Kepariwisataan Disahkan Jadi Undang-Undang

DPR RI Ketok Palu, RUU Kepariwisataan Disahkan Jadi Undang-Undang

Admin | 03 Oct 2025

Jakarta, 2 Oktober 2025 – Sektor pariwisata Indonesia mendapatkan fondasi hukum yang baru setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam Rapat Paripurna Ke-6 menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan untuk disahkan menjadi Undang-Undang. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, yang menyampaikan pendapat akhir mewakili Presiden, menegaskan bahwa UU Kepariwisataan yang baru ini akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas, inklusif, adaptif, terencana, dan berkelanjutan. Menjawab Tantangan Kualitas dan Keberlanjutan Dalam paparannya di hadapan anggota dewan, Menteri Widiyanti menggarisbawahi sejumlah tantangan krusial yang diharapkan dapat dijawab oleh UU baru ini, antara lain: rendahnya kualitas layanan, kurangnya keterampilan SDM, degradasi lingkungan, tergerusnya budaya lokal, hingga minimnya manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat lokal. "Revisi RUU Kepariwisataan diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. Pariwisata bukan hanya memperkenalkan keindahan alam dan budaya Indonesia ke dunia, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan devisa, dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional," ujar Menteri Pariwisata. Menurutnya, UU ini akan memberikan kepastian hukum, mendorong pembangunan yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan, serta menata arah pembangunan pariwisata yang lebih sistematis. Pengembangan pariwisata wajib menjaga keseimbangan antara pemberdayaan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan peningkatan ekonomi. Paradigma Baru: Ekosistem Kepariwisataan dan Peran Lokal RUU ini memperkenalkan paradigma baru, yaitu Ekosistem Kepariwisataan, yang bertujuan untuk memastikan pengelolaan pariwisata yang lebih holistik dan terintegrasi. Substansi penting dalam UU ini mencakup: Peningkatan Kualitas SDM: Melalui pendidikan formal dan informal serta penanaman kesadaran sadar wisata sejak dini. Penguatan Peran Lokal: Perencanaan pembangunan pariwisata akan berbasis ekosistem yang memperkuat peran masyarakat lokal melalui desa wisata dan kampung wisata. Pemanfaatan Teknologi: Pengelolaan destinasi dan daya tarik wisata akan didukung oleh pembangunan sarana dan prasarana serta pemanfaatan teknologi informasi. Promosi Global: Penguatan citra pariwisata nasional akan dilakukan melalui promosi berbasis budaya, pemanfaatan diaspora Indonesia, dan kolaborasi lintas kementerian. Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menambahkan bahwa penyusunan RUU ini merekonstruksi landasan filosofis pariwisata nasional. "Jika sebelumnya pariwisata lebih dipandang sebagai pemanfaatan sumber daya, kini pariwisata ditempatkan sebagai instrumen pembangunan peradaban, penguatan identitas nasional, dan perwujudan hak asasi manusia untuk berwisata," jelasnya. Dengan disetujuinya RUU Kepariwisataan secara aklamasi, naskah ini akan segera disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk disahkan. UU ini diharapkan segera berlaku untuk memberikan landasan kerja bagi semua pihak dalam mengembangkan sektor pariwisata nasional. Sumber : Kementerian Pariwisata Republik Indonesia

Mengenal Hari Batik Nasional: Sejarah, Makna, dan Perkembangannya di Era Modern

Mengenal Hari Batik Nasional: Sejarah, Makna, dan Perkembangannya di Era Modern

Admin | 02 Oct 2025

Setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional, sebuah momen untuk merayakan warisan budaya yang sudah mendunia. Batik, yang telah menjadi simbol kebanggaan bangsa, kini tidak hanya dihargai di dalam negeri, tetapi juga diakui secara internasional sebagai warisan budaya dunia yang berharga. Namun, bagaimana sebenarnya sejarah batik di Indonesia hingga menjadi bagian penting dari identitas bangsa ini? Sejarah Batik di Indonesia Batik bukanlah hanya sekadar pakaian atau motif, melainkan sebuah tradisi yang sarat dengan filosofi dan cerita. Menurut catatan sejarah, batik telah ada di Indonesia sejak abad ke-4, pada masa kerajaan Hindu-Buddha. Namun, teknik membatik yang kita kenal sekarang mulai berkembang pesat pada abad ke-19 di Yogyakarta dan Solo, dua kota yang menjadi pusat seni batik. Awalnya, batik lebih banyak digunakan oleh kalangan kerajaan, dengan motif yang kaya akan simbol-simbol yang memiliki makna tertentu. Misalnya, motif parang yang melambangkan kekuatan dan kewibawaan, atau motif kawung yang melambangkan kesucian dan keseimbangan. Pada masa itu, batik juga sering digunakan dalam upacara-upacara adat dan kerajaan sebagai simbol status sosial. Pengakuan Dunia atas Batik Pada tahun 2009, UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Pengakuan ini semakin menegaskan betapa pentingnya batik dalam budaya Indonesia dan dunia. Batik bukan hanya menjadi simbol budaya Indonesia, tetapi juga sebuah karya seni yang dihargai oleh berbagai negara di dunia. Bahkan, banyak desainer internasional yang kini memasukkan batik dalam koleksi mereka, memperkenalkan seni tradisional Indonesia ke panggung dunia. Hari Batik Nasional: Momentum Kebanggaan Penetapan Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober dimulai pada tahun 2009, setelah batik mendapat pengakuan dari UNESCO. Pemerintah Indonesia melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat itu menetapkan hari ini untuk merayakan dan memperkenalkan batik lebih jauh lagi ke masyarakat Indonesia dan dunia internasional. Sejak saat itu, Hari Batik Nasional bukan hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenalkan batik lebih dalam kepada generasi muda. Batik kini sudah tidak lagi dianggap hanya sebagai pakaian adat atau pakaian formal. Banyak anak muda yang mulai melirik batik dengan gaya yang lebih modern dan kekinian, menciptakan berbagai inovasi desain yang lebih segar namun tetap menjaga nilai-nilai tradisionalnya. Batik di Era Modern Seiring dengan perkembangan zaman, batik telah bertransformasi menjadi lebih dinamis dan bisa diterima di berbagai kalangan. Tidak hanya pada pakaian resmi, batik kini hadir dalam berbagai produk fashion seperti gaun pesta, kemeja santai, tas, bahkan sepatu. Para desainer Indonesia juga terus berinovasi dengan menggabungkan batik dengan tren fashion internasional, menjadikannya lebih modis dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Selain itu, batik juga menjadi identitas yang semakin banyak dipakai oleh masyarakat di luar negeri. Penggunaan batik oleh pejabat-pejabat negara, artis, dan tokoh internasional semakin memperkenalkan batik kepada dunia. Bahkan, banyak wisatawan yang berkunjung ke Indonesia ingin membawa pulang kain batik sebagai kenang-kenangan. Batik sebagai Wujud Cinta Budaya Hari Batik Nasional mengingatkan kita bahwa batik bukan sekadar kain atau pola, melainkan bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. Sebagai masyarakat Indonesia, kita memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi batik agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah globalisasi ini. Setiap tanggal 2 Oktober, mari kita rayakan Hari Batik Nasional dengan mengenakan batik, tidak hanya sebagai pakaian, tetapi juga sebagai wujud cinta kita terhadap warisan budaya yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Batik adalah seni, batik adalah identitas, dan batik adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah kita sebagai bangsa.

SMAN 1 Pangkalan Baru Gandeng UMKM dan Jelajah Sejarah di Pangkalpinang

SMAN 1 Pangkalan Baru Gandeng UMKM dan Jelajah Sejarah di Pangkalpinang

Admin | 01 Oct 2025

Pangkalpinang, 30 September 2025 — SMAN 1 Pangkalan Baru menggelar kunjungan dunia usaha–dunia industri (DUDI) sekaligus lawatan sejarah di Kota Pangkalpinang. Sebanyak 60 siswa kelas XII didampingi 7 guru mengikuti rangkaian agenda sehari penuh yang dirancang untuk menumbuhkan wawasan kewirausahaan, apresiasi budaya, dan kecintaan pada sejarah lokal. Teras Berita Sejak pagi, rombongan bergerak menyusuri titik-titik edukatif: mulai dari lini produksi UMKM roti lokal, galeri produk kerajinan mitra, hingga situs-situs bersejarah yang menjadi saksi perjalanan Bangka Belitung. Sekolah menegaskan kegiatan ini sebagai “kelas besar di luar ruang”—menggabungkan praktik bisnis, narasi sejarah, dan nilai kebangsaan dalam satu rute. Belajar Bisnis dari Dapur Produksi (±08.30 WIB) Agenda dibuka di Joko Roti, UMKM pangan yang berdiri sejak 2014 dengan sekitar 20 karyawan. Siswa diajak melihat langsung alur produksi: penimbangan bahan, pengadukan adonan, proses fermentasi, pemanggangan, hingga pengemasan akhir. Di sesi tanya jawab, pemilik menekankan tiga kunci yang sering terlupakan dalam buku teks: konsistensi kualitas, ketekunan, dan doa. Dari sini, siswa mencatat hal-hal praktis—seperti pentingnya higienitas, standar resep, pencatatan stok, dan manajemen waktu—yang menjadi tulang punggung keberlanjutan usaha kecil. UMKM sebagai Wajah Budaya di TINS Gallery (mulai 10.00 WIB) Rombongan kemudian menuju TINS Gallery, etalase lebih dari 500 produk UMKM mitra yang kurasinya merentang dari kain cual, kopiah resam, kain sepiak, kuliner khas, kriya, hingga dekorasi rumah. Di sini, siswa melihat bagaimana cerita budaya dan nilai heritage diterjemahkan menjadi keunggulan produk: motif, bahan baku lokal, hingga kemasan yang mengangkat identitas Bangka Belitung. Pesannya jelas: produk yang kuat lahir dari cerita yang autentik, bukan sekadar harga murah. Rute Jejak Kemerdekaan Usai UMKM, giliran lawatan sejarah. Dipandu Hilma dari Dinas Pariwisata Pangkalpinang, siswa menelusuri: Tugu Pergerakan Kemerdekaan Taman Sari Taman Wilhelmina Titik Nol Kilometer Pangkalpinang Lintasan Rumah Eks Resident (kini rumah dinas Wali Kota) Selain mengenalkan lokasi, pemandu mengikat tiap titik dengan konteks perjuangan rakyat Babel, termasuk fase penting pada 1949 ketika dinamika pemerintahan pusat berimbas pada daerah. Di sinilah pelajaran sejarah terasa “hidup”: bukan hafalan, melainkan ruang untuk menghubungkan peristiwa, tempat, dan manusia. Akhir Perjalanan Rangkaian berakhir dengan makan siang bersama di Pantai Temberan. Suasana santai dipakai guru untuk refleksi singkat: apa pelajaran paling menempel dari dapur produksi UMKM, dan situs mana yang paling menggugah rasa ingin tahu. Sekolah berharap pengalaman ini menumbuhkan semangat kewirausahaan, kesadaran sejarah, dan kebanggaan pada budaya lokal—modal karakter yang tak kalah penting dari rapor akademik. Fakta Singkat Kegiatan Penyelenggara: SMAN 1 Pangkalan Baru Tanggal: Selasa, 30 September 2025 Peserta: 60 siswa kelas XII, 7 guru pendamping Rute utama: Joko Roti → TINS Gallery → Tugu Pergerakan Kemerdekaan Taman Sari → Taman Wilhelmina → Titik Nol Kilometer → lintasan Rumah Eks Resident → Pantai Temberan Fokus pembelajaran: Praktik bisnis UMKM, kurasi produk berbasis budaya, dan sejarah lokal Pangkalpinang

Yuk, Ramaikan Festival Nganggung 2025 di Kampung Tuatunu!

Yuk, Ramaikan Festival Nganggung 2025 di Kampung Tuatunu!

Admin | 04 Sep 2025

Pangkalpinang, Bangka Belitung – Jangan lewatkan kesempatan untuk merayakan kekayaan tradisi dan kearifan lokal dalam Festival Nganggung 2025 yang akan kembali digelar di Kampung Tuatunu, Kota Pangkalpinang. Acara ini akan dilaksanakan pada Jumat, 5 September 2025, mulai pukul 07.30 hingga 16.45 WIB. Festival Nganggung merupakan salah satu tradisi yang sangat dijaga oleh masyarakat Bangka. Pada festival ini, warga akan membawa berbagai hidangan dalam dulang atau talam yang diarak bersama-sama menuju masjid. Tradisi ini tidak hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur. Rangkaian Acara Meriah Sepanjang Hari Festival Nganggung 2025 kali ini dikemas dengan beragam acara menarik yang bisa dinikmati oleh seluruh keluarga, mulai dari seni budaya hingga kuliner. Berikut adalah beberapa rangkaian acara yang telah disiapkan: Tari Sambut dan Penampilan Hadroh: Acara akan dibuka dengan penampilan seni tradisional yang memukau, menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat. Kirab Nganggung: Ini adalah puncak dari tradisi, di mana ribuan warga akan mengarak dulang berisi makanan dari Masjid Al-Whusto menuju Masjid Al-Mukarrom. Pemandangan ini sungguh menakjubkan dan sarat akan makna. Peluncuran Brand Nanas Tuatunu: Kampung Tuatunu dikenal sebagai sentra penghasil nanas yang manis dan berkualitas. Dalam festival ini, akan ada peluncuran brand nanas lokal yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Drama Musikal Islami (Josa Entertainment): Nikmati sajian hiburan yang edukatif dan inspiratif, dibawakan oleh kelompok Josa Entertainment. Lomba Seru Bertema Nanas: Ada berbagai perlombaan unik yang berhubungan dengan nanas, seperti Lomba Estafet Makan Nanas, Lomba Produk Olahan Nanas, dan Lomba Kreasi Mengupas Nanas. Pastikan untuk menguji kemampuanmu dan bawa pulang hadiahnya! Festival ini adalah ajang yang tepat untuk mengenal lebih dekat tradisi, menikmati kebersamaan, dan mendukung produk lokal. Ajak keluarga, teman, dan tetangga untuk datang dan menjadi bagian dari kemeriahan Festival Nganggung 2025. Mari lestarikan budaya dan ramaikan acara ini bersama-sama!

PENDAFTARAN DIBUKA : Festival Pasir Padi 6: Mari Ikut Berpartisipasi! GRATIS !!!

PENDAFTARAN DIBUKA : Festival Pasir Padi 6: Mari Ikut Berpartisipasi! GRATIS !!!

Admin | 14 May 2025

PANGKALPINANG – Pendaftaran untuk Festival Pasir Padi 6 resmi dibuka mulai tanggal 14 hingga 27 Mei 2025. Festival tahunan yang selalu dinantikan ini akan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei – 1 Juni 2025 di Pantai Pasir Padi. Untuk Pendaftaran dapat Scan Barcode atau Klik Link Berikut ini : Klik Disini Untuk Pendaftaran. Acara ini menyuguhkan berbagai lomba dan kegiatan menarik yang dapat diikuti oleh semua kalangan, antara lain: 1. LOMBA MENDIRIKAN TELUR 2. FESTIVAL BARONGSAI 3. DUATHLON RUN TO SEA 4. JALAN SANTAI 5. LOMBA MAKAN OTAK-OTAK TECEPAT 6. PARADE THONG NGIN, FAN NGIN JIT JONG 7. LOMBA LAYANGAN (HIAS 3D & SEMPRET) 8. ANEKA HIBURAN 9. BAZAR UMKM 10. LOMBA VIDEO REELS 11. WORKSHOP KREATIF Mari bersama-sama kita meriahkan Festival Pasir Padi 6 dengan berpartisipasi aktif dalam lomba dan kegiatan yang diselenggarakan. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dan mempromosikan kekayaan budaya lokal. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari kemeriahan Festival Pasir Padi 6. Segera daftarkan diri Anda dan tunjukkan bakat serta kreativitas dalam berbagai lomba yang tersedia. Untuk informasi lebih lanjut silahkan ikuti media sosial Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang. Instagram : @dispar_pgk Tiktok : @dispar_pgk Youtube : @wonderful pangkalpinang Facebook : @Dinas Pariwisata Pangkalpinang Ayo, kita sukseskan bersama Festival Pasir Padi 6 dan tunjukkan semangat kebersamaan serta kecintaan kita terhadap budaya dan tradisi lokal!