background

Temukan berbagai berita dan informasi terkini seputar
Kota Pangkalpinang

Cari berita yang kamu inginkan dan jelajahi kabar terbaru dari kota kita.

Pangkalpinang Rayakan Hari Jadi ke-267 dengan Meriah !!! Serta Resmikan Mall Pelayanan Publik

Pangkalpinang Rayakan Hari Jadi ke-267 dengan Meriah !!! Serta Resmikan Mall Pelayanan Publik

Admin | 17 Sep 2024

Pangkalpinang, 17 September 2024 – Kota Pangkalpinang merayakan hari jadi ke-267 dengan penuh khidmat dan kemeriahan. Upacara peringatan dimulai pukul 07.30 WIB di Museum Timah Indonesia. Acara ini dihadiri oleh Pj. Walikota Pangkalpinang, Kodim 0413, Polresta Pangkalpinang, OPD Kota Pangkalpinang, KNPI, Paskibraka, perwakilan dari UNIPER dan UNABA, serta siswa SMA/SMK Pangkalpinang, bersama tamu undangan lainnya. Setelah upacara selesai, para pejabat Pemkot Pangkalpinang menaiki mobil Pownis untuk menuju Kantor Walikota. Rute perjalanan melintasi beberapa jalan utama, termasuk Jalan A. Yani, Jalan Jelutung, Jalan Theresia, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Rasakunda. Di sepanjang rute, siswa-siswi sekolah melambaikan tangan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap rombongan. Dalam Acara HUT ke-267 Kota Pangkalpinang juga dilaksanakan penyerahan Pin Pinang Emas dan Penghargaan lainnya kepada beberapa tokoh masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka terhadap kemajuan kota. Selain itu, beberapa penghargaan lainnya juga diserahkan. Pj. Walikota Pangkalpinang turut memberikan bantuan secara simbolis kepada masyarakat yang membutuhkan. Pin Pinang Emas adalah penghargaan yang istimewa dan penuh makna, diberikan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa besar dalam pembangunan dan kemajuan Kota Pangkalpinang. Dibuat dari emas 18 karat dengan berat 10 gram, pin ini tidak hanya bernilai secara material, tetapi juga sarat akan filosofi yang mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Pangkalpinang. Filosofi Konsep Visual: Desain pin ini mengusung pohon pinang sebagai simbol utama, yang secara langsung menghubungkan nama Pangkalpinang dengan sejarah dan asal usulnya (toponim). Pohon pinang melambangkan semangat kuat dan keteguhan masyarakat Pangkalpinang dalam menjaga hubungan baik, baik antar sesama manusia, dengan alam, maupun dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pohon pinang yang menjulang tinggi adalah representasi dari cita-cita luhur untuk selalu tumbuh, berkembang, dan mencapai kemajuan dengan tetap berpijak pada akar budaya dan moral. Objek Visual: Pohon pinang dalam desain ini divisualisasikan dengan instilasi yang kokoh dan menjulang lurus ke atas. Hal ini menyimbolkan karakter masyarakat Pangkalpinang yang dikenal berbudi pekerti baik, jujur, serta memiliki derajat tinggi. Pohon yang tumbuh lurus ke atas juga menjadi simbol bahwa masyarakat Pangkalpinang siap bekerja dengan tulus, hati terbuka, dan penuh kesungguhan dalam menjalani tugas dan pengabdian mereka. Kesan Visual: Secara keseluruhan, Pin Pinang Emas dirancang dengan kesan visual yang mencerminkan kekuatan, modernitas, dan wibawa. Kokohnya desain pin ini mencerminkan keteguhan dan keandalan, sementara gaya modernnya menunjukkan bahwa Pangkalpinang terus berinovasi dan berkembang, tanpa melupakan akar budayanya. Kesan berwibawa dari pin ini juga melambangkan penghargaan yang tinggi kepada mereka yang telah berjasa besar dalam memajukan kota ini. Pin Pinang Emas bukan hanya sebuah simbol penghargaan, tetapi juga merupakan representasi visual dari semangat masyarakat Pangkalpinang yang selalu berusaha menjaga keharmonisan dan terus bekerja untuk kemajuan bersama. Filosofi yang terkandung dalam setiap detail desainnya mencerminkan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh Kota Pangkalpinang dan masyarakatnya. Pada Tahun 2024 ini ada 5 orang tokoh yang mendapatkan penghargaan Pin Pinang Emas, yakni : DATO' YANG DIPERTUA Prof. Dr. BUSTAMI RAHMAN, M.Sc (TOKOH ADAT DAN BUDAYA) KH. R. AGUS ERWIN, ST., MM. (TOKOH AGAMA DAN PENDIDIKAN) NURDIN, S.Pd dkk. (JUARA I FESTIVAL OLAHRAGA TRADISIONAL TINGKAT NASIONAL DAN KREATOR TERBAIK FESTIVAL OLAHRAGA TRADISIONAL NEGARA ASEAN TAHUN 2024) MUHAMMAD AFDAL RIZQULAH (Juara 2 MENYANYI SOLO SMP FLS2N TINGKAT NASIONAL Tahun 2023) M. JULIANSYAH (ASEAN 15Th SEA YOUTH ATHLETICS CHAMPIONSHIP 2023 DI PATHUM THANI THAILAND) Rangkaian perayaan dilanjutkan dengan perjalanan rombongan yang berjalan kaki menuju Kantor DPRD Kota Pangkalpinang, diiringi oleh alunan hadrah. Di sana, rombongan menghadiri sidang paripurna istimewa dalam rangka memperingati hari jadi Pangkalpinang ke-267. Sidang ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta merayakan berbagai pencapaian yang telah diraih oleh kota selama 267 tahun. Setelah sidang paripurna, pada pukul 11.45 WIB, rombongan menuju Masjid Agung Kubah Timah untuk menghadiri acara Tablig Akbar dan Nganggung, tradisi makan bersama khas Bangka Belitung. Acara ini dimulai dengan pelaksanaan sholat Zuhur berjamaah, diikuti dengan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menikmati hidangan tradisional. Perayaan hari jadi Pangkalpinang ke-267 ini tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna sebagai wujud kebersamaan dan semangat membangun kota yang lebih baik di masa mendatang.     PERESMIAN MALL PELAYANAN PUBLIK Pada waktu yang hampir bersamaan di Destar Point dilakukan Peresmian Mall Pelayanan Publik, Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Pangkalpinang yang berlokasi di Destar Point, Jl. Soekarno Hatta No.5, Bukitbesar, Kecamatan Girimaya, secara resmi telah diresmikan. Mall ini hadir sebagai pusat pelayanan terpadu untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai administrasi dan keperluan, baik yang bersifat pemerintahan maupun swasta. Dengan adanya MPP, diharapkan proses pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Dengan hadirnya MPP ini merupakan komitmen pemerintah kota untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Mall Pelayanan Publik ini merupakan upaya kami untuk menghadirkan layanan yang mudah diakses, cepat, dan nyaman bagi masyarakat Pangkalpinang. Dengan adanya 18 layanan instansi dalam satu lokasi, diharapkan masyarakat dapat mengurus berbagai keperluan dalam satu tempat tanpa harus berpindah-pindah lokasi. Layanan Lengkap di Mall Pelayanan Publik MPP Kota Pangkalpinang memiliki 18 ruangan yang diisi oleh berbagai instansi penting, baik pemerintah maupun swasta, di antaranya: Bank Sumsel Babel Samsat Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Pangkalpinang PLN PDAM Kementerian Agama (Kemenag) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Capil) Dinas Sosial (Dinsos) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) BPJS Ketenagakerjaan BPJS Kesehatan Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Badan Narkotika Nasional (BNN) Badan Pusat Statistik (BPS) Instansi lainnya Selain itu, fasilitas penunjang yang ada di MPP juga sangat memadai, termasuk mushola bagi pengunjung yang ingin melaksanakan ibadah, ruang menyusui bagi ibu menyusui, pojok baca untuk masyarakat yang ingin mengakses bahan bacaan, serta area bermain anak yang nyaman untuk keluarga yang datang bersama anak-anak. Pelayanan Terpadu untuk Masyarakat Mall Pelayanan Publik ini dirancang agar masyarakat dapat mengurus berbagai hal, seperti perizinan usaha, pembayaran pajak, pengurusan dokumen kependudukan, pelayanan kesehatan, hingga urusan dengan PLN dan PDAM, semuanya dalam satu lokasi. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat Pangkalpinang untuk menghemat waktu dan tenaga dalam mengurus berbagai keperluan administratif. MPP di Destar Point ini diharapkan dapat menjadi simbol kemajuan dan inovasi pelayanan publik di Kota Pangkalpinang, sejalan dengan visi kota untuk memberikan pelayanan yang cepat, akurat, dan memuaskan bagi seluruh warganya. Pemerintah Kota Pangkalpinang juga berharap bahwa dengan adanya mall ini, masyarakat dapat semakin merasakan kehadiran pemerintah yang selalu hadir dan siap memberikan layanan terbaik. Dengan fasilitas lengkap dan modern, Mall Pelayanan Publik Kota Pangkalpinang siap menjadi pusat pelayanan yang nyaman, mudah diakses, dan memudahkan masyarakat dalam mengurus segala keperluan administratif di kota ini.

Dinas Pariwisata Pangkalpinang Gelar Pelatihan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner 2024

Dinas Pariwisata Pangkalpinang Gelar Pelatihan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner 2024

Admin | 20 Aug 2024

Pangkalpinang, 20 Agustus 2024 - Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menyelenggarakan Pelatihan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner Tahun 2024 yang berlangsung di Hotel Bangka City. Acara ini dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Juhairi, dan akan berlangsung hingga 23 Agustus 2024. Pelatihan ini dihadiri oleh sejumlah narasumber dan tamu undangan yang memberikan wawasan penting terkait inovasi terbaru serta standar higienitas dalam penyajian kuliner. Para peserta, yang mayoritas adalah pelaku usaha UMKM, memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru untuk meningkatkan kualitas produk mereka. Tujuan utama pelatihan ini adalah membantu para pelaku usaha UMKM di sektor kuliner untuk meningkatkan daya saing produk mereka serta memenuhi ekspektasi pasar yang semakin tinggi. Dengan inovasi dan peningkatan standar higienitas, diharapkan para pelaku usaha dapat memperkuat posisi mereka di pasar dan mendorong pertumbuhan sektor kuliner di Pangkalpinang. Dalam sambutannya, Drs. Juhairi menekankan pentingnya pelatihan ini dalam mendorong keberhasilan sektor kuliner lokal. "Pelatihan ini bukan hanya tentang peningkatan pengetahuan, tetapi juga tentang memberikan pelaku usaha kemampuan untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, sektor kuliner di Pangkalpinang dapat tumbuh lebih pesat dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah," ujar beliau. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang untuk mendukung perkembangan industri kuliner lokal, dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan dan keberhasilan para pelaku usaha di sektor tersebut.

Logo Hari Jadi ke-267 Kota Pangkalpinang

Logo Hari Jadi ke-267 Kota Pangkalpinang

Admin | 17 Aug 2024

Logo hari jadi ke-267 Pangkalpinang dimaknai sebagai semangat kebersamaan dalam membangun Kota Pangkalpinang. sejarah panjang pembangunan menjadi sebuah energi dalam menggapai visi Kota Pangkalpinang Pangkal Kemenangan. Penjelasan Elemen Logo: Tugu Pergerakan Kemerdekaan: Ikon ini menggambarkan Tugu Kemenangan yang berada di jantung Kota Pangkalpinang, simbol perjuangan dan kebebasan. Monumen Nol Kilometer: Berbentuk menyerupai koin yang pernah digunakan di Pangkalpinang pada tahun 1217 atau 1802 Masehi, yang dikenal dengan nama Picis Van Pangkalpinang, sebagai simbol awal mula perjalanan sejarah kota. Angka 267: Beragam warna dalam angka 267 melambangkan keberagaman suku, agama, dan budaya di Kota Pangkalpinang, yang hidup harmonis dan bersama-sama membangun kota ini. Tagline Pangkalpinang #PangkalKemenangan: Merupakan tema yang diusung dalam perayaan hari jadi ke-267, yang mencerminkan semangat untuk terus maju menuju kemenangan bersama.   Makna Warna pada Angka 267: Angka 2: Merah (#ED2022): Melambangkan semangat dan sinergi. Oranye (#ED0882): Melambangkan kreativitas dan kepercayaan diri. Kuning (#EFD621): Melambangkan kebahagiaan dan optimisme. Angka 6: Hijau (#52B84C): Melambangkan pertumbuhan dan kekuatan. Biru (#4B75BA): Melambangkan ketenangan dan kedamaian. Angka 7: Biru (#3775A2): Melambangkan ketulusan. Kuning (#F4B510): Melambangkan kegembiraan dan harapan.

Rapat Persiapan Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner di Pangkalpinang

Rapat Persiapan Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner di Pangkalpinang

Admin | 16 Aug 2024

Pangkalpinang, 16 Agustus 2024 - Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang mengadakan rapat persiapan untuk pelatihan peningkatan inovasi dan higienitas sajian kuliner di Galeri Dinas Pariwisata pada hari ini. Rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang beserta panitia yang bertugas mensukseskan pelatihan tersebut. Agenda rapat mencakup pembahasan detail mengenai pelaksanaan acara, penugasan kepada setiap anggota panitia, serta strategi untuk memastikan kelancaran dan efektivitas pelatihan. Fokus utama rapat adalah memastikan semua persiapan teknis dan logistik berjalan sesuai rencana agar pelatihan dapat berlangsung dengan optimal. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan standar inovasi dan higienitas dalam sajian kuliner, yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi para pelaku industri UMKM di Kota Pangkalpinang. Dengan peningkatan kualitas dan inovasi dalam penyajian kuliner, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong daya saing pelaku UMKM di pasar lokal maupun nasional. Rapat persiapan ini merupakan langkah awal dari serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mendukung perkembangan industri kuliner di Pangkalpinang, dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha di sektor tersebut.

HARI PERTAMA !!! Pelatihan Pemasaran Digital

HARI PERTAMA !!! Pelatihan Pemasaran Digital

Admin | 06 Aug 2024

Pangkalpinang, 6 Agustus 2024 - Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang hari ini resmi membuka pelatihan pemasaran digital yang ditujukan bagi pelaku pariwisata dan mahasiswa. Acara ini dibuka oleh Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Pangkalpinang, Bapak Ahmad Subekti, dan langsung dilanjutkan dengan sesi kelas. Pada hari pertama pelatihan, tiga narasumber berpengalaman memberikan materi berharga. Narasumber pertama, Bapak Yurindra, M.T, seorang dosen dari Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur Pangkalpinang, menyampaikan materi dengan judul "Percepatan Destinasi Wisata Berbasis Teknologi Informasi". Materi ini menekankan pentingnya penerapan teknologi informasi dalam mengembangkan destinasi wisata yang lebih efisien dan menarik. Narasumber kedua, Bapak Bayu Hardiyato, Owner KopiES Sudirman & CEO Kopies & Cuci Sepatu Indonesia, berbagi pengalaman dan tips praktis tentang bagaimana memulai dan mengembangkan bisnis. Ia memberikan wawasan mengenai sikap yang perlu dimiliki oleh pelaku usaha untuk sukses dalam dunia bisnis. Narasumber ketiga, Helmas Dwiantoro Tanjung, Owner Digitaby.id, PPH Halal Center Unsoed, dan Assesor LPS P2 BPVP Belitung, memaparkan materi tentang "Digital Marketing: Tiket Menuju Pariwisata Berdaya Saing?". Materi ini menyoroti strategi digital marketing yang efektif untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Peserta tampak sangat bersemangat untuk belajar dan memahami lebih dalam tentang pemasaran digital. Pelatihan ini dijadwalkan akan berlangsung selama 3 hari, didampingi narasumber-narasumber yang profesional di bidangnya dan pastinya akan memberikan materi-materi menarik dan bermanfaat. Hari pertama ini telah memberikan fondasi yang kuat, dan peserta sangat menantikan sesi-sesi berikutnya yang dijanjikan akan sama menariknya. (Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang)

PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL

PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL

Admin | 01 Aug 2024

Pangkalpinang, 1 Agustus 2024 - Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang akan menyelenggarakan pelatihan pemasaran digital yang akan berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 Agustus 2024. Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari, dengan dua hari pertama diisi dengan sesi kelas dan satu hari terakhir diisi dengan kegiatan praktek. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pelaku usaha serta masyarakat dalam memasarkan produk dan destinasi wisata melalui platform digital. Sesi indoor akan dilaksanakan di Renz Hotel Pangkalpinang pada tanggal 6 dan 7 Agustus, Renz Hotel Sendiri beralamat di Jl. Soekarno Hatta No.46, Bukitintan, Kec. Girimaya, Kota Pangkal Pinang.  Pada pelatihan ini peserta juga akan mendapatkan materi dari tujuh narasumber yang ahli di bidangnya:   Yurinda S. Kom, M.T - Dosen ISB Atma Luhur Anosri Firdaus - Project Manager Impessa Teknologi Gentur Natrabu - Direktur, Script Writer, Video Jurnalis, Program Direktur TVRI Bangka, Magang Kreatif dan Penulis Metro TV Jakarta Bayu Hardiyanto - Owner KopiES Sudirman & CEO Kopies & Cuci Sepatu Indonesia Yudi Noviandi - Profesional Fotografer, Film Maker, Trainer, Assesor, Founder Fotografer Babel Island Helmas Dwiantoro Tanjung - Owner Digitaby.id, PPH Halal Center Unsoed, Assesor LPS P2 BPVP Belitung Sufriyadi - Ketua Kampung Ekowisata SEJAGAT Pada hari terakhir, tanggal 8 Agustus, peserta akan diajak mengunjungi destinasi wisata di Kota Pangkalpinang yakni Kampung Ekowisata SEJAGAT. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan secara langsung ilmu pemasaran digital yang telah mereka dapatkan selama pelatihan, dengan fokus pada promosi destinasi wisata lokal. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat lebih memahami dan menguasai teknik-teknik pemasaran digital sehingga dapat meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan ke Kota Pangkalpinang. Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah positif dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah ini.

Training of Tourism Village Management in Pangkalpinang City 2024

Training of Tourism Village Management in Pangkalpinang City 2024

Admin | 24 Jul 2024

The Opening Cheremony of Tourism Village Management Training in Pangkalpinang City Pangkalpinang, July 16th, 2024 -- Pangkalpinang Tourism Office held a Tourism Village Management Training at Sun Hotel Pangkalpinang on July 16th-18th, 2024. This activity was funded by Special Alocation Fund (Dana Alokasi Khusus / DAK) Non Physic of Ministry of Tourism and Creative Economy (Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kemenparekraf). The event was attended by 40 participants from tourism villages in Pangkalpinang City, namely SEJAGAT Ecotourism Village (Selindung - Jerambah Gantung) and Tuatunu Malay Tourism Village, as well as representatives from urban villages and sub-districts that have tourism villages in their area. This training was presented by speakers from Bangka Belitung University, Jerieng Pesisir and Jerieng Budaya Tourism Village Managers, Chairperson of PHRI Pangkalpinang City, Pangkalpinang City Tourism and Environment Office, and Tourism Village Practitioner from East Belitung, Agus Pahlevi. The first day of the training started with the material on Biodiversity of Natural Resources in Pangkalpinang City, where the material on Potential of Tourism Attractions in Tourism Villages was discussed by a lecturer from Bangka Belitung University, Budi Afriyansyah. In addition, Muhammad Abdulrahman from the Tourism Village Manager of Jerieng Pesisir presented the content on the Tourism Village Institution. The first day was concluded with the Excellent Service material presented by Sumiati, Chairman of the Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) of Pangkalpinang City as well as CEO and Director of Bangka City Hotel Pangkalpinang. Day One : Pangkalpinang City Tourism Village Management Training The Task Executor Mayor of Pangkalpinang, Dra. Lusje Anneke Tabalujan, M.Pd. giving an opening remarks. The Assistant for Economy and Development of Pangkalpinang City, Dra. Juhaini stated that this training was important to improve the capacity of tourism village managers, service quality, number of tourists and local community income from tourism sector. The second day was filled by speakers from the Pangkalpinang City Tourism Office with content on Regional Tourism Development Policies and Programs for Tourism Village Development. Then it continued with speakers from the Environmental Agency presenting material entitled Application of Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability in Tourism Village Management. The second day was concluded by Agus Pahlevi, a speaker from East Belitung, who presented material entitled Development and Management of Community-Based Tourism Products. Day Two : Pangkalpinang City Tourism Village Management Training The Pangkalpinang City Tourism Village Management Training was concluded with a field practice activity on competitive and sustainable tourism village management at Jering Cultural Tourism Village, Pelangas Village, West Bangka Regency on the last day. The field practice was opened by the Secretary of Pelangas Village, Mr. Abdulrahman, and the Manager of Jering Cultural Tourism Village, Mrs. Wendi, who warmly welcomed the participants. The journey from Pangkalpinang to Pelangas Village takes about 2.5 hours by tour bus. Passing through Petaling Village, we can see the campus of IAIN SAS Babel. Along the way, there are several mosques that can be visited to pray or rest. In some areas, such as Kelapa region, there are rest areas that sell food and snacks such as meatballs, cassava chips, and others. After an hour's drive from Kelapa, we arrive at Pelangas Village. There is a village hall that used to welcome guests. On the other side, there is an information center provides brief information about the village. Day Three : Pangkalpinang City Tourism Village Management Training The event started with a Silat Sambut and Sambut Dance performance, which are traditional arts typical of Jerieng Cultural Tourism Village. We were warmly welcomed by the Silat Sambut and Sambut Dance performances presented by the local Tourism Awareness Group (Kelompok Sadar Wisata / Pokdarwis). Our enthusiasm was evident during the performance. Afterwards, we were welcomed by Mr. Abdulrahman and Mr. Wendi, the Pokdarwis of Pelangas Village and the Village Secretary. This mesmerizing performance captured the attention and admiration of the students. Through dynamic silat movements and beautiful dances, the participants were able to experience the rich culture and traditions of the village. The performance not only provided entertainment but also introduced them to the valuable cultural heritage of Jerieng Cultural Tourism Village. Traditional Silat Performance of Jerieng Cultural Tourism Village The field practice activities began with an experience sharing and discussion session between the manager of Jerieng Cultural Tourism Village and the training participants. In the QnA session, the main topic discussed was how to explore tourism in the village and make it a tourist destination with high selling points for tourists. This session lasted from the arrival of the trainees until noon. The discussion provided valuable inspiration to the participants. Day Three : Opening of Pangkalpinang City Tourism Village Management Training The participants were also served local dishes typical of Jerieng Cultural Tourism Village, namely wakwak and Ubi Rebus. Wakwak is a food made from sea worms that has a rather salty taste. Wakwak is usually processed into culinary specialties and consumed by local people. The dish is usually served with Ubi Rebus as a side dish. Wakwak and Ubi Rebus (Regional Specialties of Jerieng Cultural Tourism Village) After the opening session and appetizers, it was time for a break. The participants of the Pangkalpinang City Tourism Village Management Training were then served a lunch menu typical of the Jerieng Cultural Tourism Village. The lunch was prepared by local residents and consisted of Nasi Putih with a variety of local side dishes such as Ikan Goreng, Sayur Darat, Sambal Ikan Teri, Sambal Terasi and Lalapan. Local Menu of Jerieng Cultural Tourism Village After resting and enjoying a typical lunch menu of Jerieng Cultural Tourism Village, the participants had the opportunity to learn the art of Silat, Traditional Dances and Dambus. These activities are an integral part of the cultural traditions of Jerieng Cultural Tourism Village from the past to the present. Through this experience, the participants were able to better understand and appreciate the richness of local culture that has been inherited from generation to generation. All participants were divided into three teams and we had the opportunity to learn Dambus with team one. Each team then spread to three houses with great enthusiasm to learn each of the traditional art classic activities of the Jerieng Cultural Tourism Village area. After learning the three art activities, we gathered at the Balai Adat Desa Wisata Budaya Jerieng to perform what we had learned. Learning Dambus with residents of Jerieng Cultural Tourism Village The enthusiasm of the participants was evident throughout the activity. Many of them actively participated in each art class. The participants were eager to follow the instructions and directions, and showed great interest in learning every detail of the art being taught. This reflects their passion and curiosity to explore and appreciate the cultural heritage of Jerieng Cultural Tourism Village. Performance of Traditional Art Activities of Jerieng Cultural Tourism Village After completing the performance of the learning outcomes of traditional arts from Jerieng Cultural Tourism Village, the participants conducted a group photo session at the Balai Adat Desa Wisata Budaya Jerieng. This photo session was conducted as a form of farewell and gratitude for the opportunity to visit the village. Balai Adat of Jerieng Cultural Tourism Village This training is expected to have several benefits, such as increasing the capacity of tourism village managers to manage their villages sustainably, increasing the quality of services in tourism villages, increasing the number of tourists visiting tourism villages in Pangkalpinang City, and increasing the income of local communities from tourism sector. Time flew by and we said goodbye to the locals and prepared to return to Pangkalpinang. Then we boarded the bus and continued our journey back home cheerfully. Balai Adat of Jerieng Cultural Tourism Village This effort is part of the Pangkalpinang City Government's strategy to develop tourism villages as a leading sector to improve the local economy and empower the community. The Pangkalpinang City Tourism Village Management Training 2024 is an important step in developing superior tourism villages in the city. Through this training, expected that tourism village managers can increase their capacity in managing and developing tourism villages that are attractive to tourists. Thus, it is expected that this training can bring significant economic and social benefits for local communities. Written By : 1. Kevin Georgy Kilen 2. Muhammad Danis Fazran 3. Verdy Rambu Riwanda

Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang Tahun 2024

Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang Tahun 2024

Admin | 24 Jul 2024

Pangkalpinang, 16 Juli, 2024 -- Dinas Pariwisata Pangkalpinang mengadakan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Sun Hotel Pangkalpinang pada tanggal 16-18 Juli 2024. Kegiatan ini didanai oleh Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK) Non Fisik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Acara ini diikuti oleh 40 peserta dari desa wisata yang ada di Kota Pangkalpinang yaitu Kampung Ekowisata SEJAGAT (Selindung – Jerambah Gantung) dan Kampung Wisata Melayu Tuatunu beserta perwakilan dari kelurahan dan kecamatan yang terdapat desa wisata diwilayahnya. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Bangka Belitung, Pengelola Desa Wisata Jerieng Pesisir dan Jerieng Budaya, Ketua PHRI Kota Pangkalpinang, Dinas Pariwisata dan Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, serta praktisi desa wisata dari Belitung Timur, Agus Pahlevi. Hari pertama pelatihan dimulai dengan materi Biodiversity Kekayaan Alam Kota Pangkalpinang yang membahas materi mengenai Potensi Daya Tarik Wisata di Desa Wisata yang disampaikan oleh dosen dari Universitas Bangka Belitung, Budi Afriyansyah. Selanjutnya, Muhammad Abdulrahman dari Pengelola Desa Wisata Jerieng Pesisir yang membawakan materi tentang Kelembagaan Desa Wisata. Hari pertama ditutup dengan materi Excellent Service atau Pelayanan Prima yang disampaikan oleh Sumiati, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pangkalpinang sekaligus CEO dan Direktur Bangka City Hotel Pangkalpinang. Pj. Walikota Pangkalpinang, Drs. Lusje Anneke Tabalujan, M.Pd. dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Drs. Juhaini, menyatakan bahwa pelatihan ini penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata, kualitas pelayanan, jumlah wisatawan, dan pendapatan masyarakat lokal dari sektor pariwisata. Pelatihan hari kedua diisi oleh pemateri dari Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang dengan materi Kebijakan dan Program Pembangunan Kepariwisatan Daerah untuk Pengembangan Desa Wisata. Kemudian dilanjut dengan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup dengan membawakan materi yang berjudul Penerapan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan dalam Pengelolaan Desa Wisata. Hari kedua ditutup oleh Agus Pahlevi pemateri asal Belitung Timur dengan memberikan materi yang berjudul Pengembangan dan Pengelolaan Produk Pariwisata Berbasis Masyarakat. Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang ini ditutup dengan kegiatan Praktik Lapangan Pengelolaan Desa Wisata Berdaya Saing dan Berkelanjutan di Desa Wisata Budaya Jering, Desa Pelangas, Kabupaten Bangka Barat pada hari terakhir. Kegiatan praktik lapangan ini di buka oleh Sekretaris Desa Pelangas, Bapak Abdulrahman, dan Pengelola Desa Wisata Budaya Jerieng, Wendi, yang menyambut para peserta dengan hangat. Perjalanan dari Pangkalpinang menuju Desa Pelangas memakan waktu sekitar 2,5 jam menggunakan bus pariwisata. Saat melewati Desa Petaling, kita dapat melihat kampus IAIN SAS Babel. Di sepanjang perjalanan, terdapat beberapa masjid yang bisa disinggahi untuk melaksanakan salat atau beristirahat. Rest area dapat ditemukan di beberapa daerah, seperti di Kelapa, yang menjual makanan dan camilan seperti bakso, keripik singkong, dan lain-lain. Setelah satu jam perjalanan dari Kelapa, kita akan sampai di Desa Pelangas. Di desa ini, terdapat balai desa yang biasa digunakan untuk menyambut tamu. Di seberangnya, terdapat balai informasi yang menyuguhkan informasi singkat mengenai desa tersebut. Hari Ketiga : Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang Acara dimulai dengan pertunjukan Silat Sambut dan Tari Sambut, yang merupakan seni tradisional khas Desa Wisata Budaya Jerieng. Kami disambut dengan hangat oleh pertunjukan silat dan tari sambut yang dipersembahkan oleh Pokdarwis setempat. Antusiasme kami sangat terlihat jelas saat pertunjukan berlangsung. Setelah itu, kami diterima oleh Bapak Abdulrahman dan Bapak Wendi, yang merupakan Pokdarwis Desa Pelangas serta Sekretaris Desa. Penampilan yang memukau ini berhasil menarik perhatian dan kekaguman para peserta pelatihan. Melalui gerakan silat yang dinamis dan tarian yang indah, para peserta dapat merasakan kekayaan budaya dan tradisi yang hidup di desa tersebut. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkenalkan mereka pada warisan budaya yang berharga dari Desa Wisata Budaya Jerieng. Pertunjukan Silat Khas Daerah Desa Wisata Budaya Jerieng Kegiatan praktik lapangan dimulai dengan sesi berbagi pengalaman dan diskusi antara pengelola Desa Wisata Budaya Jerieng dan peserta pelatihan. Pada sesi tanya jawab, topik utama yang dibahas adalah cara mengeksplorasi pariwisata di desa dan menjadikannya destinasi wisata yang memiliki nilai jual tinggi bagi wisatawan. Sesi ini berlangsung sejak kedatangan peserta pelatihan hingga siang hari. Diskusi ini memberikan inspirasi yang sangat berharga bagi para peserta. Hari Ketiga : Pembukaan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang Para peserta juga disajikan dengan hidangan lokal khas Desa Wisata Budaya Jerieng, yaitu Wakwak dan Ubi Rebus. Wakwak adalah makanan yang terbuat dari cacing laut yang memiliki rasa yang cukup asin. Wakwak biasanya diolah menjadi kuliner khas dan dikonsumsi oleh warga setempat. Hidangan ini biasanya disajikan bersama Ubi Rebus sebagai pelengkapnya. Wakwak and Ubi Rebus (Makanan Khas Daerah Desa Wisata Budaya Jerieng) Setelah sesi pembukaan Pelatihan dan menyantap hidangan pembuka, tiba waktunya untuk istirahat. Para peserta Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang kemudian disuguhkan dengan menu makan siang khas Desa Wisata Budaya Jerieng. Makan siang ini disiapkan oleh warga setempat dan terdiri dari Nasi Putih yang dilengkapi dengan berbagai lauk pauk khas daerah tersebut, seperti Ikan Goreng, Sayur Darat, Tumis Ikan Teri Sambal, Sambal Terasi dan juga Lalapan. Menu Masakan khas daerah Desa Wisata Budaya Jerieng Setelah istirahat dan menikmati menu makan siang khas Desa Wisata Budaya Jerieng, para peserta berkesempatan mempelajari seni silat, tarian tradisional, dan permainan dambus. Kegiatan-kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi budaya Desa Wisata Budaya Jerieng sejak dahulu hingga sekarang. Melalui pengalaman ini, para peserta dapat lebih memahami dan menghargai kekayaan budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Semua peserta dibagi menjadi tiga tim, dan kami berkesempatan untuk belajar Dambus bersama tim satu. Setiap tim kemudian menyebar ke tiga rumah warga dengan penuh semangat untuk mempelajari masing masing kegiatan seni tradisional khas daerah Desa Wisata Budaya Jerieng. Setelah mempelajari ketiga kegiatan seni tersebut, kami berkumpul di Balai Adat Desa Wisata Budaya Jerieng untuk menampilkan apa yang sudah kami pelajari. Belajar Dambus bersama warga Desa Wisata Budaya Jerieng Antusiasme para peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Banyak di antara mereka yang secara aktif berpartisipasi dalam setiap sesi kelas seni. Peserta tampak bersemangat mengikuti berbagai instruksi dan arahan, serta menunjukkan minat yang tinggi dalam mempelajari setiap detail seni yang diajarkan. Hal ini mencerminkan semangat dan keingintahuan mereka untuk mendalami dan menghargai warisan budaya Desa Wisata Budaya Jerieng. Pertunjukan Kegiatan Seni Tradisional Desa Wisata Budaya Jerieng Setelah menyelesaikan pementasan hasil pembelajaran seni tradisional khas Desa Wisata Budaya Jerieng, peserta melakukan sesi foto bersama di Balai Adat Desa Wisata Budaya Jerieng. Sesi foto ini dilakukan sebagai bentuk salam perpisahan dan ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk mengunjungi desa tersebut. Balai Adat Desa Wisata Budaya Jerieng Pelatihan ini diharapkan menghasilkan beberapa manfaat, seperti meningkatnya kapasitas pengelola desa wisata dalam mengelola desanya secara berkelanjutan, meningkatnya kualitas pelayanan di desa wisata, meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke desa wisata di Kota Pangkalpinang, serta meningkatnya pendapatan masyarakat lokal dari sektor pariwisata. Tak terasa waktu berlalu, dan kami pun berpamitan dengan warga setempat serta mempersiapkan diri untuk kembali ke Pangkalpinang. Kami kemudian menaiki bus dan melanjutkan perjalanan pulang dengan penuh kesan. Balai Adat Desa Wisata Budaya Jerieng Upaya ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mengembangkan desa wisata sebagai sektor unggulan guna meningkatkan perekonomian lokal dan memberdayakan masyarakat. Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kota Pangkalpinang Tahun 2024 merupakan langkah penting dalam membangun desa wisata unggul di kota ini. Melalui pelatihan ini, diharapkan pengelola desa wisata dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola dan mengembangkan desa wisata yang menarik bagi wisatawan. Dengan demikian, diharapkan pelatihan ini dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat lokal. Disusun Oleh : Penulis 1 : Kevin Georgy Kilen Penulis 2 : Muhammad Danis Fazran Penulis 3 : Verdy Rambu Riwanda

LOMBA MAKAN OTAK-OTAK TERCEPAT IKUT MERIAHKAN FESTIVAL PASIR PADI 5 : PEH CUN FESTIVAL

LOMBA MAKAN OTAK-OTAK TERCEPAT IKUT MERIAHKAN FESTIVAL PASIR PADI 5 : PEH CUN FESTIVAL

Admin | 14 Jun 2024

Pangkalpinang, 10 Juni 2024 - Festival Pasir Padi 5: Pehcun Festival, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang kembali menarik minat masyarakat dengan rangkaian acara yang penuh warna dan keseruan. Salah satu highlight dari festival ini adalah lomba makan otak-otak tercepat yang berhasil meriahkan suasana dengan peserta yang antusias dan kreatif. Lomba makan otak-otak tercepat ini menarik partisipasi dari 400 peserta yang berlomba-lomba untuk memenangkan gelar juara. Dengan total 7.600 otak-otak yang tersaji, di dalam lomba makan otak otak tercepat ini tidak hanya makan tercepat yang di nilai tapi ada juga hadiah untuk kostum terunik dan foto ter Aesthetic bagi peserta. Kemeriahan festival semakin terasa dengan kehadiran peserta yang tampil dengan kostum-kostum kreatif. Mulai dari karakter favorit seperti Shaun the Sheep hingga tokoh antagonis seperti Maleficent, serta kostum-kostum unik lain yang heboh tentunya. Salah satu pengunjung, yang menyaksikan jalannya festival dengan penuh kegembiraan, menyatakan, "Festival Pasir Padi 5 benar-benar menarik! Saya sangat menikmati lomba makan otak-otak tercepat dan senang melihat beragam kostum unik dari para peserta. Ini benar-benar menghidupkan suasana festival!" Namun, lomba makan otak-otak tercepat bukan satu-satunya atraksi yang ditawarkan oleh Festival Pasir Padi 5. Ada juga lomba mendirikan telur yang memamerkan kekompakan tim dalam membentuk pola tertentu. Lomba merangkai telur seroja dan kreasi bacang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati kegiatan kreatif. Selain itu, festival ini juga menyediakan beragam workshop yang menarik untuk diikuti, seperti Workshop Kerajinan Tangan oleh Komunitas Obross, Workshop Kerajinan Sibori oleh Komunitas Dlenkap, Workshop Kerajinan Kayu oleh Komunitas Bang Kayu, dan Workshop Kerajinan Tenun Cual oleh Komunitas SBA Cual. Festival Pasir Padi 5: Pehcun Festival bukan hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga menjadi media promosi pariwisata yang penting bagi Kota Pangkalpinang. Dengan rangkaian acara yang beragam dan menghibur, festival ini berhasil menarik minat pengunjung dari berbagai daerah untuk datang dan menikmati pesonanya.