background

Temukan berbagai berita dan informasi terkini seputar
Kota Pangkalpinang

Cari berita yang kamu inginkan dan jelajahi kabar terbaru dari kota kita.

Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang Menggelar Pelatihan Pengelolaan Toilet di Destinasi Pariwisata

Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang Menggelar Pelatihan Pengelolaan Toilet di Destinasi Pariwisata

Admin | 22 Jun 2021

Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menggelar pelatihan pengelolaan Toilet di destinasi pariwisata Kota Pangkalpinang di Bangka City Hotel, Selasa (22/6/2021). Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari 22-24 Juni 2021, di Bangka City Hotel dan dibiayai melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) Non Fisik Kemenparekraf RI tahun 2021. Pelatihan tersebut dilaksanakan sebab toilet di kawasan wisata Kota Pangkalpinang belum standar. Demikian hal tersebut disebutkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Agung Yubi Utama, kata Agung dengan pelatihan itu toilet wisata akan menjadi lebih baik lagi. "Makanya pelatihan ini kami lakukan terutama yang merupakan aset kita supaya lebih baik lagi dan akan ditingkatkan standarnya, kalau sekarang kita akui toilet wisata kita belum standar. Toilet yang sudah standar itu nantinya akan dibuatkan ditempat-tempat wisata di Kota Pangkalpinang termasuk Alun-alun Taman Merdeka dan Taman Sari "Makanya kita latih hari ini para pengelola wisata kita yang ada di Pantai Pasir Padi, Alun-alun Taman Merdeka, Taman Sari, Taman Dealova dan lainnya agar bisa meningkatkan keterampilan sesuai standar. Agung pun tak menargetkan kapan toilet standar itu akan dibuatkan di Kota Pangkalpinang, semua tergantung kita semua konsen tidak menginvestasikan hal ini, karena pariwisata itu tentang investasi. Ini juga agar para wisatawan kita nyaman saat berkunjung ke destinasi wisata kita," katanya. Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam mengapresiasi pelatihan ini, karena memberikan pengetahuan kepada pengelolah bagaimana standart pengadaan toilet. "Ini penting karena merupakan wajah kebersihan destinasi wisata kita, yang dilihat wisatawan itu adalah toiletnya, kalau tidak bersih, aman dan memadai itu bagaimana orang mau datang lagi," ujar Radmida. "Apalagi perempuan, toilet bersih dan nyaman itu yang utama,jadi untuk para pengelola dapat tahu bersihnya toilet seperti apa standartnya seperti apa, dan toilet yang benar seperti apa," ujar Radmida. Toilet Perempuan pun dikatakannya harus lebih banyak dari lelaki, karena wanita lebih lama didalam toilet dibandingkan lelaki. "Untuk proses buang air kecil saja perempuan lama, dan toilet-toilet di Sekolah- sekolah harus lebih banyak dari pada laki-laki, jadi program ini pun sudah responsif gender, ini harus diubah strateginya, harus lebih banyak perempuannya," katanya. Kabid Destinasi dan Pariwisata kota Pangkalpinang, Dwidy Sutiasmi mengatakan, perkembangan pariwisata di Indonesia sangat berhubungan erat dengan perkembangan sektor lain dalam kehidupan masyarakat, sebab pariwisata bersifat interdepedensi, dimana perkembangannya adalah sangat tergantung pada banyak faktor antara lain adalah ketersediaan sarana dan prasarana di suatu Daya Tarik Wisata. "Kebutuhan akan fasilitas umum ini semakin hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk dan banyaknya orang yang bepergian, sehingga menuntut para pengelola di suatu Destinasi pariwisata dapat menyediakan dan memberikan fasilitas yang terbaik. Salah satu yang harus di perhatikan adalah keberadaan Toilet umum di area publik yang harus memperhatikan lingkungan sekitar," ujar Dwidy. Menurutnya, hal ini pula agar tidak mencemari lingkungan yang ada, mengingat banyaknya pengunjung yang menggunakan fasiliatas pariwisata. "Kegiatan ini dibagi beberapa layanan pariwisata dan ada beberapa tahapan yaitu tahap teori, praktek, dan visitasi . Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan pelatihan ini agar pengelolaan toilet di destinasi pariwisata meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang layanan di sarana unun pariwisata," sebutnya. "Mewujudkan layanan toilet umum dengan prinsip bersih, kering dan harum, meningkatkan kunjungan wisatawan Nusantara maupu mancanegara," ucapnya. Kata Dwidy, peserta kegiatan pelatihan pengelolaan toilet di destinasi pariwisata ini diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari utusan pengelola destinasi pariwisata Kota Pangkalpinang dan kelompok sadar wisata.

Grass Track Pantai Beribu Senyuman

Grass Track Pantai Beribu Senyuman

Admin | 18 Jun 2021

Mendapati permainan bola voli atau sepak bola di kawasan pantai mungkin sudah biasa, tapi tidak demikian dengan olahraga balap motor. Ajang motorcross di pinggir laut bukanlah pemandangan yang bisa ditemukan di sembarang pantai. Aktivitas balap motor pantai ini hanya bisa ditemukan di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya di Pantai Pasir Padi. Pasir Padi merupakan salah satu pantai yang terkenal dan diminati di Pulau Bangka. Lokasinya berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Pangkalpinang dan hanya 3 kilometer dari pusat perkantoran Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di kawasan Air Itam. Pantai pasir padi menghadap langsung ke Laut Cina Selatan dan pada kondisi pasang surut normal normal memiliki lebar pantai antara 100 hingga 300 meter dengan ombak yang sangat tenang. Salah satu keunikan Pasir Padi adalah pantainya yang landai dan kontur pasirnya yang sangat padat karena di bawahnya terdapat pasir timah, sehingga nyaman untuk dilalui baik dengan berjalan kaki maupun berkendara. "Saking padatnya kontur pasir di Pantai Pasir Padi, kendaraan roda dua, roda empat bahkan jenis truk dan tronton pun bisa masuk dengan aman ke sana Selain memiliki panorama yang dihiasi laut biru dan alam yang asri, tidak jauh dari bibir pantai juga terdapat sebuah daratan kecil yang diberi nama Pulau Punai. Pulau itu dapat dikunjungi dengan berjalan kaki pada saat air laut sedang surut. Event kali ini dipastikan bakal dilanjutkan dan akan di helat pada pekan ini, setelah ada kabar dari Ketua IMI Babel Bapak H.Wahyu Dwi Cahyono SH. M.Kn yang turut didampingi Ketua Pelaksana dan mengonfirmasi bahwa balapan tersebut dijalankan dengan mengutamakan standar Protokol Kesehatan (prokes) dan semua pembalap maupun crew tim yang hadir harus mengumpulkan hasil test rapid saat pendaftaran. Balapan bertajuk “race pantai beribu senyuman” ini biasanya digelar setiap 2 kali dalam satu tahun dan dengan ganjaran hadiah cukup menarik yaitu akan memperebutkan 3 unit sepeda motor sebagai hadiah utama bagi pemenang di kategori Senior, Junior dan Bebek Standar Bebas Umur. Ada 19 kelas yang bakal dilombakan dan terbagi dalam 5 kelas utama Kejurda, sisanya ada 14 supporting class alias kelas pendukung.

Diskusi Destinasi Pariwisata di Kota Pangkalpinang, Agung Ingin Fokus Terang Benderangkan Pasir Padi

Diskusi Destinasi Pariwisata di Kota Pangkalpinang, Agung Ingin Fokus Terang Benderangkan Pasir Padi

Admin | 09 Jun 2021

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Tribun Network terus  menggelar program kepariwisataan, Sumatera Travel Destination Summit untuk membahas potensi wisata yang ada di berbagai wilayah di Sumatera, termasuk di Bangka Belitung. Lewat Virtual Talk Show Series Sumatera Travel Destination Summit dengan tema Destinasi Wisata Pangkalpinang, Bangka Pos mengundang Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Agung Yubi Utama untuk berdiskusi langsung terkait pariwisatadi Kota Pangkalpinang, Selasa (08/06/2021). Pada kesempatan tersebut, Agung memberikan pandangannya terhadap pariwisata di Pangkalpinang beserta langkah-langkah yang hendak direalisasikan terkait destinasi wisata. "Sebelumnya di Dinas Pariwisata Pangkalpinang memang belum punya rencana induk pariwisata di Kota Pangkalpinang. Namun Alhamdulillah, mulai tahun ini kami sedang dalam proses pembentukan Riparkot (Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota) yang usianya 15 tahun," jelas Agung. Riparkot tersebut dimaksudkan Agung dengan tujuan untuk mengetahui potensi pariwisata di Kota Pangkalpinang serta pembagian tiap klaster destinasi wisatanya. Lebih lanjut, Agung menyampaikan bahwa untuk memajukan pariwisata di Pangkalpinang, dinas pariwisata sejatinya tak bisa berdiri sendiri dan harus membutuhkan sinergitas yang baik dengan banyak stakeholder lain. "Jangan menganggap Riparkot di Pangkalpinang itu milik dinas pariwisata, tetapi ini milik kota. Karena di dalam itu ada pembangunan yang berjalan dimana membutuhkan sinergi ari dinas-dinas lainnya maupun swasta," ungkap Agung. Dikatakan Agung saat ini pemerintah belum fokus terhadap pariwisata. Misalnya saja di kawasa Pasir Padi. Agung menilai kawasan Pasir Padi sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa untuk dijadikan destinasi pariwisata namun saat ini belum ada geliat pembaharuan untuk kembali mengaktratifkan kawasan tersebut. Untuk itu Agung mengungkapkan konsep yang ingin ia wujudkan saat ini ialah ingin mengonsentrasikan tentang pembangunan di Pantai Pasir Padi. "Terlebih dulu kami ingin mencoba fokus dengan Pasir Padi untuk membuatnya jadi semakin atraktif. Untuk rencananya nanti Alun-Alun Taman Merdeka bisa kita pindahkan ke sana," kata Agung. Tidak  hanya itu dikatakan Agung disisi kiri kanan kawasan Pasir Padi akan dibentuk big pedestrian untuk area jogging atau berkumpul bagi masyarakat. "Harus ada terobosan yang kita buat, entah membentuk spot-spot baru di sekitar Pasir Padi yang dapat dimanfaatkan. Kami fokus ingin terang benderangkan Pasir Padi agar kawasan tersebut tampak lebih hidup dan mencirikan sebagai satu diantara kawasan destinasi wisata yang menarik di Kota Pangkalpinang," kata Agung. Dengan kawasan yang kembali hidup, menurut Agung bahwa life time di area Pasir Padi tersebut tentunya akan bertambah. "Kalau life time bertambah otomatis lapangan pekerjaan juga akan semakin besar, UMKM akan ikut tumbuh dan investasi akan terus bertambah," kata Agung. Agung yakin dengan fokus terlebih dulu terhadap kawasan Pasir Padi ia yakin perlahan akan menjadi langkah berubahnya wajah pembangunan destinasi pariwisata di Kota Pangkalpinang. (Bangkapos.com/Vigestha Repit) Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Diskusi Destinasi Pariwisata di Kota Pangkalpinang, Agung Ingin Fokus Terang Benderangkan Pasir Padi, https://bangka.tribunnews.com/2021/06/08/diskusi-destinasi-pariwisata-di-kota-pangkalpinang-agung-ingin-fokus-terang-benderangkan-pasir-padi?page=2. Penulis: Magang5 Editor: nurhayati  

Ikon Baru di Pangkalpinang, Wali Kota Resmikan Jembatan Jerambeh Gantung

Ikon Baru di Pangkalpinang, Wali Kota Resmikan Jembatan Jerambeh Gantung

Admin | 04 Mar 2021

PANGKALPINANG, DISKOMINFO - Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil meresmikan Jembatan Jerambeh Gantung, Kamis (4/3/2021). Jembatan yang menjadi ikon baru di Kelurahan Jerambah Gantung tersebut menghubungkan wilayah Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka. Molen sapaan akrab wali kota mengatakan, hadirnya Jerambeh Gantung menjadi impian masyarakat di dua wilayah ini. Jembatan gantung dulunya dibangun ditahun 1938 dengan ukuran yang lebih kecil. "Hari ini terlaksana dengan baik jembatan ini dan sempat viral karena banyaknya buaya. Ini jembatan fenomenal bagi kami mungkin satu-satunya di Bangka Belitung," ucap Molen. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada stakeholder terkait dan masyarakat yang mendukung kehadiran jembatan. Molen menyebut, jembatan ini dapat menjadi kebanggaan masyarakat, aman dan nyaman sebagai askes jalur transportasi. Peresmian jembatan turut dihadiri Bupati Bangka Mulkan, Anggota DPR RI Rudianto Tjen, Anggota DPD RI Alexander, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, Forkopimda Pangkalpinang, tokoh masyarakat serta tokoh agama. Bupati Bangka, Mulkan mengapresiasi dibangunnya Jembatan Jerambeh Gantung. Menurutnya, jembatan yang menghubungkan dua wilayah ini mempererat hubungan Kabupaten Bangka dengan Pangkalpinang. "Pak wali kota juga mengangkat nilai-nilai sejarah terhadap nama Jerambeh Gantung ini. Sekarang kita lihat hari ini jembatan penghubung antara Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka," kata Mulkan. (coy/Eka) Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pangkalpinang Penulis: Coy | Eka Fotografer: Reza Editor: Zulfahmi | Ira

Wali Kota Revisi RPJMD Dengan Memprioritaskan Penanggulangan Ekonomi Akibat Covid-19

Wali Kota Revisi RPJMD Dengan Memprioritaskan Penanggulangan Ekonomi Akibat Covid-19

Admin | 03 Feb 2021

PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil didampingi Wakil Wali Kota Muhammad Sopian menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musenbang) Perubahan RPJMD Kota Pangkalpinang Tahun 2018-2023 dan Musrenbang RKPD Kecamatan Tahun 2021 di Ruang Rapat Bappeda Litbang, Senin (1/2/2021). Maulan Aklil menetapkan visi misi sebagai target pencapaian program kegiatan dalam kurun waktu lima tahun kedepan yang akan dilaksanakan oleh perangkat daerah dengan mewujudkan Kota Pangkalpinang sebagai kota senyum, sejahtera, nyaman, unggul, dan makmur. Hal tersebut dijabarkan dalam lima misi pembangunan yakni meningkatkan pemanfaatan potensi ekonomi dan penanggulangan kemiskinan, meningkatkan kualitas keamanan dan ketertiban perlindungan masyarakat dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. “Hal lain juga seperti meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkeadilan, dan meningkatkan kualitas infrastruktur pengelolaan lingkungan hidup,” jelas Molen, sapaan akrab wali kota. Selain itu dia menuturkan, setelah pelaksanaan RPJMD selama dua tahun anggaran 2019-2020, terjadi dinamika eksternal dan internal yang mempengaruhi rencana pembangunan jangka menengah dan perlunya pemulihan akibat pandemi Covid-19 yang berpengaruh terhadap perekonomian kinerja keuangan dan kinerja pemerintahan. Sehingga target indikator sasaran dan prioritas pembangunan pada tahun berikutnya harus disesuaikan dengan rencana proyek nasional yaitu pemulihan ekonomi dan sosial penanggulangan ekonomi untuk mengurangi dampak Covid-19. “Kami melakukan revisi atau perubahan terhadap RPJMD Kota Pangkalpinang yang hari ini akan kita diskusikan dalam forum musyawarah rencana pembangunan,” ucapnya. Pandemi Covid-19 yang berakibat pada penganggaran terbatas, Molen menyebut pembangunan diperlukan kecermatan untuk menentukan program yang menjadi prioritas dilaksanakan. “Semua program kegiatan harus fokus dan terarah serta memiliki nilai strategis dan tepat sasaran,” paparnya. Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani mengatakan secara global masyarakat merasakan dampak Covid-19, terutama pada aspek ekonomi juga terjadi di Bangka Belitung termasuk Pangkalpinang mengalami perubahan dinamis sehingga membuat wali kota melakukan perubahan pada RPJMD. “Perubahan RPJMD dimaksudkan agar visi dan misi progran wali kota dapat terlaksana sampai tahun 2023,” kata Fery. Fery juga mengajak Pemerintah Kota Pangkalpinang dan seluruh masyarakat untuk mendukung wali kota menciptakan Pangkalpinang menjadi ibu kota yang terbaik, karena Pangkalpinang termasuk kota yang memberikan kontribusi yang cukup besar bagi indikator ekonomi maupun sosial di Provinsi Bangka Belitung. (Eka/Seftia) Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pangkalpinang Penulis: Seftia | Eka Fotografer: Eka Editor: Zulfahmi | Ira

Kampoeng Tige Oerang, Wisata Tempo Dulu di Pangkalpinang

Kampoeng Tige Oerang, Wisata Tempo Dulu di Pangkalpinang

Admin | 21 Jan 2021

PANGKALPINANG - Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, melalui bidang pemasaran berkolaborasi dengan Babel Review dan H Herry Thalib pemilik Kampoeng Tige Oerang membuat video profil objek wisata kawasan pusaka budaya melayu Tua Tunu untuk mempromosikan Kampoeng Tige Oerang. Kampoeng Tige Oerang di Tua Tunu dicanangkan sebagai destinasi wisata baru di Kota Pangkalpinang. Destinasi wisata melayu yang bernuansakan alam dan terdapat nilai-nilai budaya ini terletak di kawasan Kelekak Taklok Masjid Kayu Tua Tunu, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Pangkalpinang, hanya sekitar 10 kilometer dan dapat ditempuh menggunakan mobil atau motor dalam waktu sekitar 15 menit. Di destinasi wisata Kampoeng Tige Oerang ini memberikan suasana tradisional khas masyarakat Bangka tempo dulu yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada abad ke-19. Di dalamnya terdapat rumah pondok berdinding kayu, atap daun rumbia serta berlantaikan papan, peralatan dapur, perkakas tradisional dan permainan tradisional. Lokasinya yang berada di hutan wisata juga memberikan suasana kebun nanas, pohon karet dan pohon lainnya yang menambah indah serta menjadi objek wisata berbeda yang ada di Kota Pangkalpinang. Selain itu, objek wisata ini tidak dipungut biaya tiket masuk, jadi untuk para wisatawan yang mencari suasana baru dan wisata yang murah, berkunjung ke Kampoeng Tige Oerang merupakan pilihan yang tepat. Semoga dengan kehadiran Kampoeng Tige Oerang ini dapat menjadi daya tarik baru agar Pangkalpinang semakin dilirik oleh wisatawan lokal dan nusantara. Tonton Videonya DISINI>>Wisata Kampoeng Tige Oerang: Disini Ada Kenangan Masa Lalu

Wishnutama Anggarkan Rp 3,8 Triliun Dongkrak Wisata RI

Wishnutama Anggarkan Rp 3,8 Triliun Dongkrak Wisata RI

Admin | 12 Oct 2020

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menganggarkan Rp 3,8 triliun untuk pelbagai program dalam upaya pemulihan ekonomi nasional atau PEN. Anggaran itu akan digunakan untuk hibah daerah, sertifikasi pelaku usaha, stimulus reaktivasi pariwisata, hingga penyedaan fasilitas hotel untuk isolasi mandiri pasien Covid-19. “Perlu upaya serius secara bersama-sama dari semua pihak untuk memulihkan kembali industri pariwisata dengan melalukan terobosan yang mampu memberdayakan semua pelaku industri dengan dukungan dana PEN,” ujar Wishnutama seperti yang dikutip dalam keterangan tertulis, Sabtu, 26 September 2020. Wishnutama menjelaskan, hibah pariwisata diberikan kepada 85 daerah atau kabupaten dan kota yang paling terdampak di sektor pariwisata serta ekonomi kreatif. Hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu daerah meningkatkan penerapan protokol kesehatan sehingga kepercayaan wisatawan terbangun. Adapun daerah yang akan menerima hibah ialah yang tergolong dalam kriteria Kementerian. Misalnya, daerah yang termasuk sepuluh destinasi pariwisata prioritas. Kemudian, ibu kota, destinasi branding, daerah yang termasuk 100 calender of events, dan daerah dengan 15 persen PHPR atau pajak hotel dan pajak restoran.https://78f173590409db76079a5f87b43e2a07.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html Mekanisme pencairan hibah pariwisata akan dilakukan melalui transfer ke daerah. Skema bantuan itu terdiri atas 70 persen untuk usaha hotel dan restoran berdasarkan data realisasi PHPR 2019 dan 30 persen untuk penanganan dampak ekonomi-sosial akibat Covid-19. Sementara itu, stimulus reaktivasi pariwisata akan diberikan dalam bentuk diskon 50 persen paket pelancongan kepada masyarakat. Stimulus ini dikucurkan setelah imunisasi vaksin berjalan. “Kemudian terdapat sertifikasi CHSE secara gratis dengan tujuan untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik di destinasi wisata sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan dan buku panduan dari Kemenparekraf sebagai pedoman penerapan,” ucap Wishnutama. Lebih lanjut, anggaran stimulus juga akan dipakai untuk menyiapkan hotel bintang tiga sebagai tempat isolasi mandiri, termasuk penyediaan fasilitas makan dan minum. Area hotel sebagai titik isolasi mandiri difokuskan di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Bali. Berdasarkan rencana Kementerian, jumlah fasilitas hotel yang disediakan bisa menampung 14 ribu pasien dalam waktu 14 hari karantina hingga periode Desember 2020. Saat ini, Wishnutama memastikan sudah ada 17 hotel yang diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan dengan daya tampung 3.290 kamar. Source : https://bisnis.tempo.co/read/1390351/wishnutama-anggarkan-rp-38-triliun-dongkrak-wisata-ri/full&view=ok

Riset: 90 Persen Wisatawan Domestik Hemat Biaya Liburan Saat Pandemi

Riset: 90 Persen Wisatawan Domestik Hemat Biaya Liburan Saat Pandemi

Admin | 12 Oct 2020

TEMPO.CO, Jakarta - Tak dapat dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan terhadap industri wisata, baik secara global maupun lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari menurunnya jumlah penumpang transportasi dan tingkat hunian hotel. Di Indonesia, hal serupa terjadi. Berdasarkan riset dari Lifepal.co.id, perusahaan pialang asuransi, pengeluaran wisatawan domestik Indonesia untuk transportasi dan akomodasi turun hingga 90 persen per bulan sejak awal pandemi pada Maret hingga Juni 2020. Data menunjukkan jumlah penumpang pesawat di tiga bandara besar, yaitu Bandara Soekarno Hatta, Bandara Ngurah Rai dan Bandara Sultan Hasanudin, mengalami penurunan sejak Februari laku. Puncaknya pada Mei, jumlah penumpang turun hampir 98,6 persen dibandingkan dengan Desember 2019. Kondisi serupa juga tampak pada penumpang kereta api jarak jauh (Jawa dan Sumatera). Jumlah penumpang berkurang drastis hingga 92 persen. Pun dengan jumlah penumpang kapal laut. Jumlahnya turun hingga 98,5 persen, diantaranya di Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok dan Makassar. Sejalan dengan itu, tingkat hunian hotel pun turun. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juni 2020 mencapai rata-rata 19,7 persen atau sudah turun 39,69 poin sejak Desember 2019. Penurunan paling dalam terjadi pada April dengan angka 12,6 persen, turun sebanyak 46,72 poin dibandingkan Desember 2019. Menurut data Statistik Wisatawan Nusantara dari Badan Pusat Statistik tahun 2018, wisatawan domestik menghabiskan rata-rata Rp 959.100 per perjalanan wisata. Dengan memperhitungkan inflasi transportasi dan rekreasi tahunan, diketahui pada 2020 ini, wisatawan domestik menghabiskan rata-rata Rp 980.943 per perjalanan wisata. Dari data tersebut, kata Lifepal, bisa diperoleh kesimpulan bahwa 90 persen wisatawan domestik menghemat pengeluaran transportasi, sedangkan 40 persen menghemat pengeluaran akomodasi. Lebih jauh lagi, data-data itu menujukkan bahwa terjadi pelemahan pada industri pariwisata Indonesia. Source : https://travel.tempo.co/read/1394384/riset-90-persen-wisatawan-domestik-hemat-biaya-liburan-saat-pandemi/full&view=ok

Beragam Cara Dilakukan Jepang Untuk Menghidupkan Kembali Pariwisata

Beragam Cara Dilakukan Jepang Untuk Menghidupkan Kembali Pariwisata

Admin | 12 Oct 2020

TEMPO.CO, Jakarta - Beragam cara dilakukan Jepang untuk menghidupkan kembali pariwisata di negaranya yang terganggu akibat pandemi Covid-19. Lewat program kampanye National To Go, otoritas setempat memberikan subsidi hingga 50 persen untuk transportasi, hotel dan tempat wisata di Jepang. Tak terkecuali untuk menyelamatkan operasional kereta cepat Shinkansen yang lesu. Banyak gambar yang diunggah di media sosial menunjukkan betapa kosongnya kereta super cepat itu. “Ini yang terlihat bahkan setelah mengurangi separuh harga tiket,” tulis seorang pengguna Twitter, yang naik kereta peluru yang dioperasikan oleh East JR. "Setelah meninggalkan stasiun Morioka, kereta itu kosong tanpa mengangkut penumpang". Sayangnya, langkah itu belum berdampak. Banyak pihak yang justru menilai mempromosikan pariwisata justru berpotensi memperluas penyebaran virus. Orang pun lebih suka menggunakan mobil pribadi untuk berpergian karena dinilai lebih aman. "Saya rasa tidak mungkin kembali ke era sebelum ada Covid-19," kata Yoshitaka Watanabe, yang mengelola departemen pemasaran East Japan Railway, salah satu operator kereta cepat seperti dikutip dari livemint. Jumlah penumpang kereta cepat East JR mengalami penurunan sampai 74 persen pada Agustus dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan ini menjalankan kereta cepat di wilayah utara Jepang, seperti Aoita, Morioka, Nagano dan Kanazawa. East JR, yang memulai penawaran tiket murahnya sendiri pada Agustus terlepas dari kampanye Go To, memiliki lebih dari 300.000 reservasi pada 25 September dan menargetkan mencapai 1 juta pada Maret tahun depan. Diskon 50 persen berlaku untuk semua rute kereta peluru. "Dengan diskon besar dan mempertimbangkan biaya tetap perusahaan kereta api yang tinggi, operator kereta cepat akan berjuang untuk kembali ke profitabilitas bahkan setelah pandemi selesai," kata analis Nomura Research Institute, Hiroshige Murayama. East JR memperkirakan kerugian sebesar 418 miliar yen (Rp 41,8 triliun) tahun ini.  LIVEMINT