Kawasan Strategis Pariwisata Kota (KSPK)

Kluster Perkotaan Pangkalpinang – Wisata Sejarah dan Budaya Perkotaan

Kluster Perkotaan Pangkalpinang merupakan kawasan strategis yang menjadi pusat pengembangan wisata sejarah dan budaya perkotaan, dengan memanfaatkan karakter kota sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, perdagangan, dan perjalanan sejarah Pulau Bangka. Kawasan ini merupakan titik temu antara nilai historis, identitas multikultural, serta dinamika kehidupan urban modern.


1. Warisan Sejarah Perkembangan Kota

Pangkalpinang memiliki sejumlah lokasi yang mencerminkan perkembangan sejarah kota, mulai dari masa kolonial, masa kemerdekaan, hingga perkembangan kota modern saat ini. Elemen-elemen ini memberikan daya tarik bagi wisatawan yang ingin memahami jejak sejarah kota, termasuk:

  • bangunan kolonial, kantor-kantor pemerintahan lama

  • kawasan perdagangan tua

  • tempat bersejarah yang memiliki peran dalam perkembangan sosial dan ekonomi Bangka

Spot-spot heritage ini dapat dikemas dalam bentuk city tour sejarah, jalur interpretasi kota, atau tur tematik (heritage trail).


2. Ruang Publik dan Landmark Kota

Kawasan perkotaan ditandai oleh keberadaan ruang publik tematik seperti alun-alun, taman kota, jembatan ikonik, monumen, dan pedestrian way. Ruang publik ini menjadi wadah aktivitas masyarakat serta atraksi wisata yang mendukung suasana kota yang hidup dan ramah pengunjung. Pengembangan ruang publik juga dapat diarahkan pada konsep creative urban space, dengan menghadirkan seni mural, panggung budaya, dan aktivitas interaktif.


3. Museum dan Pusat Budaya

Pangkalpinang memiliki potensi museum dan pusat budaya yang menjadi jendela untuk memahami sejarah, seni, dan identitas masyarakat. Museum sejarah lokal, galeri seni, serta pusat informasi budaya dapat dijadikan ruang edukasi bagi wisatawan. Atraksi ini memperkuat citra kota sebagai pusat pengetahuan sejarah Pulau Bangka.


4. Identitas Multikultural Kota

Sebagai kota yang dihuni oleh berbagai etnis seperti Melayu, Tionghoa, dan komunitas pendatang lainnya, Pangkalpinang memiliki tradisi budaya yang beragam. Hal ini tercermin dalam:

  • bangunan rumah ibadah bersejarah (masjid tua, klenteng, gereja)

  • tradisi keagamaan yang kaya

  • perayaan budaya dan festival tahunan

Keberagaman ini dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang menampilkan harmoni sosial masyarakat kota.


5. Kuliner Kota dan Aktivitas Ekonomi Kreatif

Kuliner khas kota seperti mi koba, otak-otak, kue-kue tradisional, dan makanan peranakan menjadi bagian dari daya tarik utama kluster ini. Kawasan perkotaan dapat dikembangkan dengan sentra kuliner khas, wisata malam (night market), serta UMKM ekonomi kreatif yang mendukung pariwisata.

Selain kuliner, aktivitas ekonomi kreatif seperti seni kriya, seni lukis, kerajinan logam, hingga produk suvenir dapat membuka peluang ekonomi berbasis pariwisata.


6. Dinamika Kehidupan Urban dan Event Budaya

Kawasan perkotaan Pangkalpinang memiliki ritme kehidupan modern dengan pusat perbelanjaan, kegiatan seni, dan berbagai event budaya, seperti:

  • festival seni kota

  • pertunjukan budaya

  • pameran UMKM

  • kegiatan komunitas

Event-event ini memperkaya pengalaman wisata sekaligus menghidupkan citra kota sebagai pusat aktivitas sosial dan budaya.


7. Arah Pengembangan Kawasan

Pengembangan Kluster Perkotaan Pangkalpinang diarahkan pada:

  • Penguatan identitas kota sebagai pusat sejarah, budaya, dan pemerintahan

  • Revitalisasi kawasan heritage untuk memperbaiki kualitas bangunan dan lingkungan bersejarah

  • Pengembangan wisata kota modern melalui ruang publik, landmark, dan kegiatan kreatif

  • Peningkatan konektivitas antar titik wisata sejarah dan budaya

  • Kolaborasi dengan komunitas lokal dalam penyelenggaraan event, pameran, dan edukasi budaya

 

#cpz

Back to top button